free web hit counter
Jatim Times Network
Beranda
Peristiwa

602 Kasus Kekerasan oleh Oknum Polisi, Aksi Represif Terulang di Demo Buruh 28 Agustus

Penulis : Mutmainah J - Editor : Nurlayla Ratri

29 - Aug - 2025, 08:40

Loading Placeholder
Ilustrasi polisi. (Foto: Pixabay)

JATIMTIMES - Gelombang represi aparat terhadap masyarakat sipil di Indonesia seolah tak pernah surut. Catatan panjang kekerasan yang dilakukan oleh oknum kepolisian dalam satu tahun terakhir memperlihatkan pola yang berulang: penangkapan sewenang-wenang, penembakan, intimidasi, hingga pembubaran paksa aksi demonstrasi. Semua itu tidak hanya melanggar hak-hak dasar warga negara, tetapi juga menorehkan luka kolektif bagi demokrasi Indonesia.

Laporan terbaru dari Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) semakin menegaskan bahwa praktik kekerasan aparat justru meningkat, dengan ratusan peristiwa tercatat hanya dalam kurun waktu satu tahun.

Baca Juga : Mobil Rantis Brimob yang Lindas Ojol, Dibeli dari Pajak Rakyat dengan Nilai Hampir Rp 1 Triliun

Situasi ini kemudian mencapai puncaknya pada aksi buruh di depan Gedung DPR RI pada 28 Agustus 2025, yang berujung pada penangkapan massal dan korban luka.

Laporan KontraS: 602 Kasus Kekerasan Polri dalam Setahun

Dalam rentang Juni 2024 hingga Juni 2025, KontraS mencatat ada 602 peristiwa kekerasan yang dilakukan oleh aparat kepolisian. Angka ini menunjukkan betapa masifnya praktik kekerasan struktural yang terjadi di tubuh Polri.

Rincian kasus tersebut antara lain:

• 411 kasus penembakan – menjadikannya bentuk kekerasan paling dominan.

• 81 kasus penganiayaan.

• 72 kasus penangkapan sewenang-wenang.

• 42 kasus pembubaran paksa aksi massa.

• 38 kasus penyiksaan dengan 86 korban (10 meninggal dunia, 76 luka ringan hingga berat).

• 24 kasus intimidasi.

• 9 kasus kriminalisasi.

• 7 kasus kekerasan seksual.

• 4 kasus tindakan tidak manusiawi lainnya.

KontraS juga menemukan 44 kasus salah tangkap yang menyebabkan 35 orang luka-luka dan 8 orang meninggal dunia. Selain itu, tercatat 89 pelanggaran kebebasan sipil yang menimpa beragam kelompok masyarakat: mahasiswa, jurnalis, paramedis, petani, siswa, aktivis, hingga warga sipil biasa.

Represi Terbaru: Aksi Buruh 28 Agustus

Pada Kamis (28/8/2025), aksi buruh besar-besaran di depan Gedung DPR RI kembali memperlihatkan wajah kerasnya penanganan demonstrasi di Indonesia. Berdasarkan catatan lapangan hingga pukul 21.30 WIB, ratusan orang ditangkap di berbagai kota, bahkan seorang demonstran harus dilarikan ke rumah sakit setelah ditabrak kendaraan taktis (rantis) Brimob.

Baca Juga : Sosok Affan Kurniawan, Driver Ojol Tulang Punggung Keluarga yang Tewas Terlindas Rantis Brimob

Ratusan Massa Ditangkap

Organisasi Perserikatan Sosialis dan Kaum Muda Sosialis merinci bahwa penangkapan terjadi di sejumlah titik strategis dengan jumlah signifikan:

• 206 orang ditangkap dan dibawa ke Polda Metro Jaya.

• 195 orang diamankan di kawasan Cengkareng (dekat lampu merah) – hingga kini keberadaan mereka belum diketahui.

• 63 orang dibawa ke Polres Kota Depok.

• 60 orang ditangkap di Kota Bogor, sebagian besar di sekitar stasiun – keberadaan mereka juga belum jelas.

• 200 orang ditahan di Polres Kabupaten Bogor.

Secara total, lebih dari 700 orang ditangkap pada aksi tersebut.

Korban Luka Akibat Rantis Brimob

Selain penangkapan, seorang korban dilaporkan dilarikan ke rumah sakit setelah tertabrak kendaraan taktis Brimob dengan nomor polisi 17713-VII. Korban as nama Affan Kurniawan (AK), pengemudi ojek online (ojol) yang meninggal dunia usai terlindas kendaraan taktis (rantis) Brimob di kawasan Pejompongan, Jakarta, Kamis (28 Malam 2025). Affan dikenal sebagai sosok rajin, baik, sekaligus tulang punggung keluarga.

Insiden ini menambah daftar panjang kekerasan aparat terhadap massa aksi yang seharusnya dilindungi hak konstitusionalnya untuk menyampaikan pendapat di muka umum.

Tanda Tanya Besar atas Transparansi Penanganan

Situasi ini memunculkan pertanyaan serius mengenai transparansi aparat. Hingga kini, belum ada kejelasan terkait kondisi maupun keberadaan demonstran yang ditangkap, khususnya di Cengkareng dan Bogor. Kekhawatiran akan terjadinya pelanggaran hak asasi manusia semakin menguat, terlebih dengan sejarah panjang kekerasan aparat yang sudah dipetakan oleh KontraS.


Topik



Media Terverifikasi Dewan Pers

Update Berita JatimTIMES Network

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News JatimTIMES atau bisa menginstall aplikasi Jatim Times News melalui tombol berikut:


Penulis

Mutmainah J

Editor

Nurlayla Ratri

Peristiwa

Artikel terkait di Peristiwa

--- Iklan Sponsor ---