free web hit counter
Jatim Times Network
Beranda
Hiburan, Seni dan Budaya

Puluhan Guru SMK di Jatim Ikuti Workshop Jogja Film Academy, Tambah Skill Bikin Film Pendek

Penulis : Irsya Richa - Editor : Yunan Helmy

27 - Aug - 2025, 19:20

Loading Placeholder
Para peserta saat syuting pada workshop film untuk guru SMK di SMKN 3 Kota Batu. (Foto: Irsya Richa/JatimTIMES)

JATIMTIMES - Sebanyak 23 guru Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Jawa Timur berkesempatan menambah kemampuan membuat film pendek lewat Workshop Film untuk Guru SMK yang digelar di SMKN 3 Kota Batu. Kegiatan ini menghadirkan para sineas profesional dari Jogja Film Academy (JFA) yang sudah berpengalaman memproduksi film hingga meraih penghargaan internasional. Salah satunya di Busan International Film Festival.

Para guru peserta berasal dari berbagai daerah, mulai dari Malang Raya, Kediri, Mojokerto, Lamongan, Bondowoso hingga Bangkalan. Mereka beruntung karena hanya 23 guru terpilih yang bisa mengikuti pelatihan eksklusif ini.

Baca Juga : BPJS Ketenagakerjaan dan Kemenko PM Perkuat Literasi Jaminan Sosial lewat Ekosistem Pendidikan

Sebelum praktik, para peserta sudah mendapatkan pembekalan teori secara online mengenai teknik sinematografi dan editing. Setelah itu, mereka langsung ditantang untuk membuat film fiksi pendek berdurasi tiga menit sesuai kreativitas masing-masing kelompok.

Dalam praktik produksi, peserta difasilitasi dengan peralatan syuting yang memadai. Bahkan, salah satu dosen tata suara dan film dokumenter JFA, Dimas Erdhinta, menunjukkan trik kreatif membuat suasana hujan di tengah terik matahari hanya dengan kain dan air.

Hal ini membuat para guru semakin antusias karena ilmu yang mereka dapat bisa langsung diaplikasikan kepada siswa di sekolah.

“Dalam workshop ini, peserta tidak hanya memperoleh teori, tetapi juga pengalaman nyata dalam proses produksi film, mulai dari shooting, editing hingga screening,” ungkap Dimas, Rabu (27/8/2025).

Workshop ini tidak sekadar memberikan keterampilan teknis, tetapi juga menjadi jembatan antara pendidikan vokasi dengan industri kreatif. Harapannya, para guru bisa menularkan ilmu yang diperoleh kepada muridnya sehingga lahir generasi muda yang kreatif dan mampu menghasilkan karya film berkualitas.

“Ini merupakan upaya kami untuk berbagi ilmu dan pengetahuan, ini juga sebagai program pengabdian, agar nanti kembali ke sekolah masing-masing bisa berbagi ke muridnya lebih antusias dan semangat belajar tentang film,” imbuh Dimas.

Baca Juga : Bek Kanan Andalan Arema dan Timnas Indonesia Absen 9 Bulan, Cedera ACL

Sementara itu, dosen sekaligus Director JFA Lulu Hendra menambahkan, peserta juga dibekali wawasan bagaimana memproduksi film agar bisa masuk ke festival film nasional hingga internasional. “Kami bagikan proses kreatif hingga strategi agar film yang diproduksi bisa menembus pasar internasional,” terang Lulu.

Di era digitalisasi dan maraknya content creator berbasis artificial intelligence (AI), tantangan industri perfilman semakin besar. Karena itu, para guru dibekali keterampilan agar siswa tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga mampu menciptakan film dengan nilai jual tinggi.

“Jadi, kami sampaikan bagaimana kemudian memproduksi film bisa ke Internasional, proses kreatifnya seperti apa kami bagikan,” ujar Lulu.

Melalui program ini, diharapkan ke depan akan bermunculan sineas-sineas muda dari SMK di Jawa Timur yang bisa berprestasi dan mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional.


Topik



Media Terverifikasi Dewan Pers

Update Berita JatimTIMES Network

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News JatimTIMES atau bisa menginstall aplikasi Jatim Times News melalui tombol berikut:


Penulis

Irsya Richa

Editor

Yunan Helmy

Hiburan, Seni dan Budaya

Artikel terkait di Hiburan, Seni dan Budaya

--- Iklan Sponsor ---