free web hit counter
Jatim Times Network
Beranda
Peristiwa

Gubernur Khofifah Tinjau Distribusi Beras SPHP dan Gelar Pasar Murah di Kota Blitar, Pastikan Harga Pangan Terjangkau

Penulis : Aunur Rofiq - Editor : Nurlayla Ratri

26 - Aug - 2025, 15:40

Loading Placeholder
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Wali Kota Blitar Syauqul Muhibbin meninjau stand beras SPHP dalam gelaran Pasar Murah di halaman Kantor Wali Kota Blitar, Selasa (26/8/2025). Program ini diharapkan menjaga stabilitas harga pangan sekaligus membantu daya beli masyarakat. (Foto: Ist)

JATIMTIMES – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa kembali turun ke lapangan. Kali ini, ia meninjau langsung pendistribusian beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) di Pasar Pon, Kota Blitar, Selasa (26 Agustus 2025). Kehadirannya bukan sekadar kunjungan seremonial, melainkan untuk memastikan ketersediaan pangan tetap aman di tengah tingginya kebutuhan masyarakat.

Didampingi Wali Kota Blitar, H. Syauqul Muhibbin serta jajaran Forkopimda, Khofifah menyempatkan diri berdialog dengan pedagang sembako. Ia menanyakan stok beras SPHP yang masuk dan bagaimana respons warga terhadap harga di lapangan. 

Baca Juga : 285 Pasangan Ikuti Isbat Nikah Massal, Enam Pasangan Baru Saksi Nikahnya Wali Kota Surabaya 

“Pendistribusian beras SPHP ini untuk menjaga stabilitas harga. Pemerintah memastikan agar masyarakat bisa mendapatkan beras dengan harga yang wajar. Ini salah satu bentuk intervensi agar inflasi terkendali,” ujar Khofifah.

Khofifah menjelaskan bahwa beberapa hari terakhir dirinya berkeliling daerah bersama organisasi perangkat daerah (OPD) sekaligus berkoordinasi dengan Menko Pangan dan Koperasi. Dari rapat koordinasi tersebut, ia menerima laporan soal penyesuaian harga eceran tertinggi (HET) beras. 

“Kami mendapat surat dari Bapanas bahwa HET beras medium naik dari Rp12.500 menjadi Rp13.500. Sementara SPHP tetap Rp12.500 dan beras premium Rp14.900. Kami sampaikan bahwa harga pangan tidak boleh mahal. Karena itu Presiden menugaskan institusi tertentu untuk menjaga stabilitas harga,” kata Khofifah.

Ia juga menambahkan, pengecekan distribusi beras di Surabaya sehari sebelumnya menunjukkan hasil yang baik. Distribusi berjalan lancar sehingga stok terjaga. “Kalau kebutuhan konsumsi rumah tangga adalah beras, maka harganya tidak boleh mahal. Itu prinsipnya,” tegasnya.

Khofifah ibin

Usai meninjau Pasar Pon, rombongan gubernur bergeser ke halaman Balai Kota Blitar. Di sana digelar pasar murah dengan komoditas beragam, mulai beras, gula pasir, minyak goreng, tepung terigu, hingga bawang merah dan putih. Harga komoditas ini dipatok lebih rendah dibandingkan harga pasar.

Pantauan di lokasi menunjukkan ratusan warga telah memadati area sejak pagi. Antrean panjang mengular, menunjukkan tingginya antusiasme warga. Wali Kota Blitar, Syauqul Muhibbin yang akrab disapa Mas Ibin, menyebut pasar murah ini mendapat sambutan positif.

“Kami menyiapkan paket sembako murah. Antusias masyarakat sangat tinggi, bahkan sejak pagi mereka sudah antre,” katanya.

Bagi warga, pasar murah ini menjadi oase di tengah naiknya harga kebutuhan pokok. Siti Komariyah, warga Kelurahan Pakunden, mengaku sangat terbantu. “Beras dan minyak di pasar harganya agak tinggi. Alhamdulillah di pasar murah ini bisa beli lebih murah, jadi bisa sedikit hemat. Kalau bisa kegiatan seperti ini sering digelar,” ucapnya.

Harga komoditas di pasar murah Blitar memang lebih terjangkau dibanding pasar reguler. Beras premium dijual Rp14.000 per kilogram, lebih rendah dari harga pasar Rp14.800 dan HET Rp14.900. Beras medium bahkan dilepas Rp11.000 per kilogram, jauh di bawah harga pasar Rp13.000.

Gula pasir dibanderol Rp14.000 per kilogram, lebih murah dibanding harga pasar Rp16.500. Minyakita Rp13.000 per liter, lebih rendah dari harga pasar Rp17.000 dan HET Rp15.700. Telur ayam ras pun dijual Rp22.000 per kilogram, sementara di pasar umum sudah menembus Rp27.500. Bahkan bawang merah dan bawang putih yang biasanya sulit terjangkau, di pasar murah ini dilepas Rp7.000 dan Rp6.000 per 250 gram.

Baca Juga : Unisba Blitar Angkat Tradisi Bangka Belitung di BEN Carnival

Total stok yang disiapkan juga cukup besar: tujuh ton beras medium, 200 kilogram beras premium, 200 kilogram gula pasir, 200 liter minyakita, 100 kilogram telur, serta masing-masing 10 kilogram bawang merah dan putih. Ditambah 50 kilogram tepung terigu, pasar murah ini jelas mampu menjangkau kebutuhan masyarakat menengah bawah.

Tak sekadar soal harga, Gubernur Khofifah juga memberi sentuhan pribadi di setiap titik yang ia kunjungi. Ia mengatakan, anak-anak dan ibu hamil biasanya mendapat telur gratis darinya. Sementara warga lansia menerima beras lima kilogram. “Itu dari pribadi saya. Kami ingin berbagi bahagia dengan mereka yang hadir di pasar-pasar murah,” ucapnya.

Selain sembako murah, warga juga menerima kupon untuk berbelanja produk UMKM lokal. Beberapa kelompok wanita tani (KWT) menghadirkan sayuran organik, cabai, dan bahan pangan sehat lainnya. Produk mereka diapresiasi langsung oleh gubernur. “Biasanya mereka yang hadir adalah pelaku UMKM setempat. Jadi kita sekaligus membeli produk mereka, secukupnya, sebagai bentuk dukungan,” kata Khofifah.

Bagi pemerintah daerah, pasar murah bukan hanya soal menekan inflasi, tetapi juga strategi pemberdayaan ekonomi lokal. Dengan melibatkan UMKM, rantai distribusi pangan menjadi lebih dekat dengan masyarakat. Produk sayuran organik dari petani lokal bisa langsung terserap pasar, tanpa harus menunggu jalur distribusi panjang.

Pasar murah tidak hanya berfungsi sebagai bantuan jangka pendek, tetapi juga menjadi ruang interaksi yang mempertemukan produsen, pedagang, dan konsumen dalam satu ekosistem.

Khofifah

Pesan utama dari kegiatan ini jelas: pemerintah hadir. Dalam situasi ekonomi global yang tidak menentu, langkah konkret menjaga harga pangan tetap terjangkau memberi rasa aman bagi masyarakat. Khofifah menekankan bahwa sinergi antara pemerintah provinsi dan pemerintah kota sangat penting. “Distribusi pangan harus sampai ke masyarakat dengan harga wajar. Inflasi bisa dikendalikan jika pasokan aman,” katanya.

Harapan itu kini tercermin dari wajah-wajah warga Kota Blitar yang pulang membawa belanjaan dengan senyum lega. UMKM lokal pun mendapat ruang untuk memperkenalkan produk mereka. Pasar murah di Blitar bukan sekadar transaksi ekonomi, melainkan bukti nyata kolaborasi pemerintah dan masyarakat dalam menjaga daya beli serta meneguhkan ketahanan pangan.


Topik



Media Terverifikasi Dewan Pers

Update Berita JatimTIMES Network

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News JatimTIMES atau bisa menginstall aplikasi Jatim Times News melalui tombol berikut:


Penulis

Aunur Rofiq

Editor

Nurlayla Ratri

Peristiwa

Artikel terkait di Peristiwa

--- Iklan Sponsor ---