JATIMTIMES - Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Malang menggelar workshop Aplikasi Matic untuk memperkuat berbagai macam informasi dan data potensi wisata di Kabupaten Malang melalui Aplikasi Matic (Malang Kabupaten Tourism Intelligence Center).
Kegiatan workshop Aplikasi Matic yang digelar di Kapal Garden Hotel Malang dengan menghadirkan empat narasumber berkompeten yakni GM Ijen Suites Resort and Conventions Suyitno Sujiharto; perwakilan dari Dinas Perizinan, Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Malang; perwakilan Komisi IV DPRD Kabupaten Malang; serta perwakilan dari PT. Indikraft Indonesia Kreatif Ziaelfikar Albaba ini diikuti oleh berbagai unsur di sektor pariwisata.
Baca Juga : Digitalisasi dan Tim Khusus Jadi Kunci Pemkot Surabaya Gencarkan Pemanfaatan Aset
Di antaranya mitra pariwisata kecamatan atau miparka, kelompok sadar wisata (pokdarwis) dari beberapa desa wisata di Kabupaten Malang, Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Malang, Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Kabupaten Malang, Association of The Indonesian Tours and Travel (ASITA), Asosiasi Pelaku Pariwisata Indonesia (ASPPI), Perhimpunan Usaha Taman Rekreasi Indonesia (PUTRI), Asosiasi Tur dan Travel Indonesia (AITTA), Asosiasi Pemandu Gunung Indonesia (APGI), Asosiasi Rent Car Indonesia, Himpunan Pemandu Outbound Indonesia (HPOI), tiket pendakian, serta dari Telkomsel Jawa Timur.
Kepala Disparbud Kabupaten Malang Purwoto menyampaikan, kegiatan workshop Aplikasi Matic ini digelar untuk lebih memahamkan kepada para pelaku wisata di Kabupaten Malang terkait Aplikasi Matic yang telah diluncurkan sejak tahun 2023 lalu.
Purwoto mengatakan, keberadaan Aplikasi Matic ini merupakan kontribusi Disparbud Kabupaten Malang dalam menyediakan sebuah fasilitas berupa aplikasi yang memuat bebagai macam informasi serta data pariwisata di Kabupaten Malang.
"Kami menyediakan fasilitas berupa Aplikasi Matic yang gratis, jadi silahkan teman-teman manfaatkan. Mungkin ada beberapa teman-teman pelaku wisata masih baru mengenal Aplikasi Matic ini, sehingga melalui workshop ini kita kuatkan optimalisasi Aplikasi Matic," ungkap Purwoto kepada JatimTIMES.com, Selasa (26/8/2025).
Menurut Purwoto, Aplikasi Matic ini merupakan jawaban dari berbagai kebutuhan dari para pelaku wisata di Kabupaten Malang. Pasalnya, melalui Aplikasi Matic ini, para pelaku wisata dapat dengan mudah memasukkan data terkait perkembangan wisata di Kabupaten Malang.
Mulai dari data destinasi wisata alam maupun buatan, hotel dan penginapan, cafe, restoran, desa wisata, ekonomi kreatif, transportasi wisata, promo wisata, paket wisata, kalender event, kebudayaan, hingga data kunjungan wisatawan domestik maupun mancanegara secara real time semuanya ada di Aplikasi Matic.
Selain itu, masyarakat luas Kabupaten Malang juga bisa dengan mudah mengakses Aplikasi Matic melalui matic.malangkab.go.id di manapun dan kapanpun. Lalu, di dalam Aplikasi Matic tersebut juga tersedia berbagai tautan yang langsung terintegrasi ke pihak pengelola destinasi wisata.
Baca Juga : Emil Dardak Tegaskan Transparansi Bansos, Warga Bisa Adukan Lewat Sapa Bansos Jawa Timur
"Jadi kita itu hanya menyediakan fasilitas aplikasinya, selebihnya itu langsung ke pengelola destinasi wisata. Seperti contoh Coban Sewu, lah ini di klik langsung bisa transaksi di sini. Sehingga semuanya langsung ke pihak pengelola," jelas Purwoto sambil memperlihatkan operasional Aplikasi Matic melalui smartphone miliknya.
Lebih lanjut, keberadaan Aplikasi Matic ini juga membantu mempermudah Disparbud Kabupaten Malang serta para pelaku wisata untuk mempromosikan berbagai destinasi wisata di Kabupaten Malang. Pasalnya, di Aplikasi Matic ini tersedia data jumlah wisatawan yang berkunjung ke Kabupaten Malang, termasuk asal daerah maupun asal negaranya.
"Sehingga dengan data yang terinci itu, kita bisa mempromosikan destinasi wisata di Kabupaten Malang dengan tepat dan mudah. Contohnya kalau banyak wisatawan dari negara China, maka promosi digencarkan ke wisatawan China bukan Afrika. Lalu ketika banyak wisatawan dari Jawa Barat, maka lebih dikuatkan ke Jawa Barat bukan ke Sulawesi," beber Purwoto.
Melalui kegiatan workshop Aplikasi Matic ini, pihaknya berharap para pelaku wisata di Kabupaten Malang dapat memanfaatkan waktu serta aplikasi yang telah disediakan dengan baik dan maksimal. Terlebih lagi, ketika Aplikasi Matic dimanfaatkan dengan maksimal, maka akan berdampak langsung pada kunjungan wisata di Kabupaten Malang.
"Sehingga perekonomian masyarakat di masing-masing daerah destinasi wisata dapat meningkat dan masyarakat bisa makmur dan sejahtera," pungkas Purwoto.