free web hit counter
Jatim Times Network
Beranda
Ekonomi

Geliat Ekonomi Kampung Kaca di Gresik, Terus Berinovasi di Tengah Tantangan Industri

Penulis : Syaifuddin Anam - Editor : Sri Kurnia Mahiruni

22 - Aug - 2025, 16:51

Loading Placeholder
Pelaku usaha pengrajin kaca di Dusun Kalanganya, Desa Karangankidul, Kecamatan Benjeng, Kabupaten Gresik.

JATIMTIMES - Julukan Kampung Kaca rasanya patut disematkan pada Dusun Kalanganyar. Sebuah daerah kecil di wilayah selatan Kabupaten Gresik, tepatnya di Desa Karangankidul, Kecamatan Benjeng.

Kalanganyar adalah sebuah kampung kecil yang memantulkan cahaya dengan cara yang tak biasa. Bukan karena pantulan lampu atau sinar matahari, tetapi dari lempengan kaca yang diukir, dipotong oleh tangan-tangan terampil.

Baca Juga : Kondisi Ekonomi Stagnan, Pasar Mobil di Jawa Timur Masih Menggembirakan

Meski wilayahnya tak sebesar kawasan industri, tapi geliat ekonominya tak bisa dipandang sebelah mata. Di kampung ini, kaca bukan hanya barang mati. Tapi sudah menjadi identitas, tradisi, bahkan sumber penghidupan sebagian besar warga.

"Warga di sini memang banyak yang bermata pencaharian sebagai pengrajin kaca," ujar Kepala Desa Karangankidul Sadi Purwanto, saat ditemui di sela aktivitasnya.

"Selain bertani, sebagian besar dari mereka sudah bekerja di bidang ini (pengrajin kaca, Red) sejak muda, bahkan setelah lulus sekolah langsung belajar mengukir kaca," imbuhnya.

Tak tanggung-tanggung, di dusun yang relatif kecil ini terdapat sekitar 15 tempat usaha kaca yang aktif. Bukan kaca mentah yang mereka jual, melainkan jasa pengolahan kaca. Mulai dari pemotongan, pengukiran, hingga motif-motif estetik yang biasa menghiasi rumah, masjid bahkan perkantoran.

Sadi sendiri adalah pelaku usaha kaca. Namun, bukan di Kalanganyar, melainkan merambah hingga ke Surabaya. "Saya fokus ke jasa. Pesanan banyak datang untuk kebutuhan interior rumah, masjid, dan gedung perkantoran," tuturnya.

Warisan keterampilan ini tak hanya berhenti di dusun. Banyak warga Kalanganyar yang setelah cukup belajar dan berpengalaman, memilih membuka usaha serupa di luar daerah.

Ada yang ke Tuban, Madiun, Bojonegoro, Madura, bahkan sampai Kalimantan. Dari satu dusun, gelombang pengrajin kaca merambah ke berbagai pelosok negeri.

Baca Juga : Dari Pinangan Gagal ke Perang Pati 1627: Pragola II vs Sultan Agung

Hal itu dibenarkan Edi Sukarto, Kepala Dusun Kalanganyar. Menurutnya, usaha kaca adalah mata pencaharian terbesar kedua setelah pertanian. "Setiap hari selalu ada aktivitas. Kalau mesin sudah bunyi, itu artinya dapur-dapur warga tetap mengepul," ujarnya.

Nah, salah satu pionir usaha kaca di Dusun Kalanganyar ini adalah H. Wage. Memulai usaha dari kisaran tahun 1996, hingga kini terus bertahan dan berkembang.

Ia menjadi semacam "guru" tidak resmi bagi banyak warga yang ingin belajar dan membuka usaha sendiri. Dirinya bahkan melayani pesanan hingga ke Pulau Kalimantan.

Meski begitu, geliat usaha kaca di Kalanganyar tak lepas dari tantangan. Munculnya pabrik-pabrik kaca besar dan pemain industri nasional menuntut mereka terus berinovasi. Skala kecil harus diimbangi dengan kualitas dan keunikan layanan.

Namun bagi warga Kalanganyar, kaca bukan sekadar bisnis. Ia sudah menjadi jalan hidup, bagian dari identitas mereka yang terpatri di setiap ukiran, di setiap pantulan cermin, dan di setiap keringat yang menetes dari jerih payah tangan mereka.


Topik



Media Terverifikasi Dewan Pers

Update Berita JatimTIMES Network

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News JatimTIMES atau bisa menginstall aplikasi Jatim Times News melalui tombol berikut:


Penulis

Syaifuddin Anam

Editor

Sri Kurnia Mahiruni

Ekonomi

Artikel terkait di Ekonomi

--- Iklan Sponsor ---