JATIMTIMES - Minum kopi di pagi hari diklaim bisa memberikan manfaat bagi kesehatan. Hal ini terungkap dalam penelitian terbaru yang diunggah oleh dr. Adam Prabata, dokter residen penyakit dalam di RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo sekaligus health content creator, melalui akun Instagram pribadinya @adamprabata.
Dalam unggahannya, dr. Adam merujuk pada jurnal European Society of Cardiology (2025) 46. 749-759, yang menganalisis data 40.725 orang dewasa antara tahun 1999 hingga 2018. Studi ini membandingkan tiga kelompok. Yakni kelompok yang hanya minum kopi pada pagi hari (antara pukul 04.00 hingga 12.00 siang), kelompok yang minum kopi kapan saja, dan kelompok yang sama sekali tidak minum kopi.
Baca Juga : Selain Cuti Bersama, Ini Dua Peristiwa Penting yang Diperingati Tiap 18 Agustus
Hasilnya menunjukkan bahwa orang yang rutin minum kopi pagi hari memiliki asosiasi dengan penurunan risiko kematian akibat penyakit jantung. Rinciannya sebagai berikut:
• 0-1 cangkir per hari: risiko turun 35%
• 1-2 cangkir per hari: risiko turun 30%
• 2-3 cangkir per hari: risiko turun 48%
• Lebih dari 3 cangkir per hari: risiko turun 39%
Tak hanya itu, konsumsi kopi pagi hari juga berhubungan dengan penurunan risiko kematian dari semua penyebab:
• 0-1 cangkir per hari: risiko turun 15%
• 1-2 cangkir per hari: risiko turun 16%
• 2-3 cangkir per hari: risiko turun 29%
• Lebih dari 3 cangkir per hari: risiko turun 21%
Sebaliknya, minum kopi kapan saja (tidak terbatas di pagi hari) tidak menunjukkan asosiasi signifikan dengan penurunan risiko kematian, baik akibat penyakit jantung maupun penyebab lainnya.
"Berdasarkan jurnal ilmiah terbaru 2025, minum kopi pada pagi hari (jam 4 pagi hingga jam 12 siang memiliki manfaat kesehatan antara lain:
1.Menurunkan risiko kematian akibat penyakit jantung
2. Menurunkan risiko kematian akibat semua penyebab," demikian kesimpulan dr. Adam.
Namun akun Instagram @tomed.is.on berkomentar sanggahan."Kalo dicermati dari journal article-nya, ini dari design-nya, maka datanya adalah association ya dok bukan causality? Jadi Slide terakhir terkait kesimpulan itu kurang tepat dibilang 'menurunkan' dan belum bisa jadi rekomendasi: 'maka lebih baik konsumsi pagi dibanding all-day'." Jelasnya.
Baca Juga : Bangil 1706: Ketika Surapati Membunuh Kapten Pabeber dan Mengguncang Kompeni
Menurut komentar tersebut, kesimpulan yang lebih tepat adalah seperti yang ditulis peneliti aslinya,"Highlight the importance of considering drinking timing in the association between the amounts of coffee intake & health outcomes."
Artinya, penelitian ini belum bisa dijadikan rekomendasi resmi, melainkan hanya menegaskan pentingnya memperhatikan waktu minum kopi dalam kaitannya dengan manfaat kesehatan.
Dari penelitian ini, ada indikasi kuat bahwa waktu minum kopi, khususnya di pagi hari berperan dalam menurunkan risiko kematian, baik akibat penyakit jantung maupun penyebab lain. Namun, para peneliti menegaskan bahwa data ini masih bersifat asosiasi, bukan hubungan sebab-akibat.