JATIMTIMES - Badan Pusat Statistik (BPS) memprediksi akan ada peningkatan panen padi secara nasional. Tak terkecuali Kota Batu, panen padi mengalami peningkatan meski tidak signifikan dengan keuntungan penjualan dari petani sudah mengacu Harga Eceran Tertinggi (HET) tahun ini. Sebagian diprediksi mampu panen tiga kali dalam setahun.
Kepala Bidang Pertanian Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Distan-KP) Kota Batu Puspa Permanasari mengatakan, beberapa wilayah dengan pertanian padi di Kota Batu diprediksi mengalami kenaikan hasil panen.
Baca Juga : Holding Danareksa Apresiasi Fasilitas Baru Gudang Six Chamber di Kawasan PIER
"Produksi padi meningkat karena luas lahan panen Kota Batu juga bertambah. Ada yang sebelumnya dalam setahun 1-2 kali tanam, mereka bisa nanam setahun tiga kali panen," ujar Puspa saat dihubungi JatimTIMES, Sabtu (16/8/2025).
Kendati ia mengakui, tidak selalu terjadi panen serentak lantaran bergantung masa panen sawah warga. Namun, adanya kebijakan Harga Eceran Tertentu membuat petani punya kekuatan untuk tetap menjual dengan harga yang layak.
Selain itu, kepastian pasar juga terjamin karena panen ditargetkan mampu terserap Perum Bulog dengan harga yang ditentukan. Sehingga petani tetap bisa untung.
Dengan harga pasti dari pemerintah dan diserap Bulog dengan HET Rp 6500 per kilogram gabah basah, maka mampu meningkatkan produksi. Pengaruhnya, petani lebih semangat untuk menanam.
"Sebelumnya nggak ada, petani nggak punya harga standar. Kalau sama tengkulak awalnya dibeli dibawah Rp 6500 akhirnya sekarang punya kekuatan. kalau dibelinya di atas itu baru dilepas mereka, sehingga lebih sejahtera sekarang," klaimnya.
Kondisi tersebut salah satunya dirasakan petani di desa Pendem Kecamatan Junrejo Kota Batu. Sawah padi mengalami peningkatan produktifitas pada panen terakhir. Meski Kota Batu bukan penghasil utama padi, Desa Pendem menjadi salah satu desa dengan mayoritas lahan pertaniannya adalah petani padi.
Baca Juga : Polres Ngawi Bongkar Upaya Penjualan Ilegal 17,8 Ton Pupuk Bersubsidi
"Ini masih dua kali (panen). Di awal bulan Juli, 1 hektar bisa 8 ton," ujar Kepala Desa Pendem Tri Wahyuono Effendi saat dikonfirmasi terpisah.
Meski ia mengakui Desa Pendem mayoritas petaninya masih proses pengolahan lahan dan saat ini mulai tanam umur seminggu. Sehingga masa panen diperkirakan bulan November. Di Desa Pendem, ada empat wilayah dusun dengan luasan sawah sekitar 160 hektar. Dengan rata-rata dalam setahun 2,2 juta ton.
"Kalau saat musim tanam insyaallah bisa tiga kali. Panennya tidak serentak masing-masing dusun," ungkapnya.