JATIMTIMES - Warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Kelas IIA Malang berhasil melakukan budidaya ikan lele. Ini dibuktikan dengan puluhan kilogram lele segar berhasil dipanen dari kolam-kolam, merupakan wujud komitmennya dalam mendukung program ketahanan pangan.
Kegiatan ini merupakan bagian dari pembinaan kemandirian yang dirancang untuk membekali warga binaan dengan keterampilan praktis di bidang perikanan. Puluhan kilogram lele segar berhasil dipanen dari kolam-kolam yang dikelola secara mandiri, mulai dari penebaran bibit, pemberian pakan, hingga proses pemanenan.
Baca Juga : Polri Launching Gerakan Pangan Murah, Bazar Sembako Polres Malang Diserbu Warga
Warga binaan mengaku senang karena bisa melihat langsung hasil kerja keras selama masa pemeliharaan. Kalapas Perempuan Malang, Yunengsih juga ikut memanen lele yang dibudidayakan di terpal kolam.
Kalapas Perempuan Malang, Yunengsih mengatakan budidaya lele ini bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan pangan internal, tetapi juga sebagai bentuk pemberdayaan warga binaan. Sekaligus untuk menambah keterampilan bagi warga binaan setelah bebas nanti.
“Hasil panen juga digunakan untuk memenuhi kebutuhan dapur lapas, sehingga mengurangi ketergantungan dari luar,” ungkap Yunengsih, Kamis (14/8/2025)
Program ini sejalan dengan arahan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan dalam mendorong kemandirian pangan di seluruh lapas dan rutan. Ke depannya, Lapas Perempuan Malang berencana meningkatkan kapasitas produksi dengan memperluas kolam dan menambah bibit.
Baca Juga : Pemberontakan Pati: Intrik dan Cemburu Adipati Pragola I
“Sehingga nanti hasilnya bisa dipasarkan ke masyarakat sekitar. Langkah ini diharapkan tidak hanya menguatkan ketahanan pangan lapas, tetapi juga menjadi peluang ekonomi produktif bagi warga binaan setelah kembali ke tengah masyarakat,” terang Yunengsih.
Yunengsih berharap lewat program ini tidak hanya memberikan keterampilan, tetapi juga menumbuhkan rasa percaya diri dan kemandirian pada warga binaan saat mereka bebas.