JATIMTIMES – Balai Kelurahan Kauman, Kecamatan Kepanjenkidul, Kota Blitar menjadi saksi langkah konkret mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Islam Balitar (Unisba) Kelompok 16 dalam menguatkan daya saing pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Pada Senin, 7 Agustus 2025, mereka menggelar sosialisasi bertema “Meningkatkan Kepercayaan Konsumen melalui Sertifikasi Halal dan Pemasaran Digital bagi UMKM”.
Sekretaris Kelurahan Kauman, Ismail Fuad Hasan, A.Md.Komp., yang hadir mewakili lurah, menegaskan dukungan penuh pemerintah kelurahan terhadap pengembangan UMKM. Ia menyampaikan keyakinannya bahwa pelaku usaha di Kauman akan mampu menembus pasar yang lebih luas jika konsisten menjaga kualitas produk dan memanfaatkan strategi pemasaran yang tepat.
Baca Juga : Bank Indonesia Malang Gelar Pekan Qris Nasional 2025, Gaungkan Semangat Digitalisasi Lewat Budaya Lokal
Acara tersebut diikuti 11 pelaku UMKM, Dosen Pembimbing Lapangan Zunita Wulansari, S.Kom., M.T., serta narasumber dari instansi dan lembaga terkait. “Kegiatan ini menjadi ruang belajar bersama antara mahasiswa dan pelaku UMKM, sekaligus wujud kontribusi kampus bagi pembangunan daerah,” ungkap Zunita.

Materi pertama disampaikan Gembong Kurniawan, S.H., Pengawas Koperasi Ahli Muda Dinas Koperasi, UKM, dan Tenaga Kerja Kota Blitar. Ia menggarisbawahi pentingnya kebersihan dalam setiap tahap produksi makanan dan camilan, mulai dari pemilihan bahan hingga penyajian. Menurutnya, kebersihan yang dipadukan dengan jaminan kehalalan menjadi kunci membangun kepercayaan konsumen dan memperluas pasar.
Untuk mempertegas pesan itu, Gembong menayangkan video proses pengolahan makanan di India yang dinilai kurang higienis. Ia mengingatkan, praktik serupa yang mengabaikan standar kebersihan dan kehalalan tidak boleh terjadi di Indonesia.
“Pelaku UMKM harus memegang prinsip bersih dan halal sejak awal produksi,” ujarnya.
Materi kedua dibawakan Hendri Budi Santoso, S.M., dari Halal Center Unisba Blitar. Ia memaparkan urgensi sertifikasi halal sebagai langkah strategis agar UMKM, khususnya di sektor kuliner, mampu bersaing di pasar yang semakin ketat. Sertifikasi, kata Hendri, bukan sekadar formalitas, melainkan komitmen yang harus terintegrasi dalam seluruh proses produksi.
Ia menjelaskan, bahan baku tidak boleh berasal dari babi atau bahan haram lain, serta memberi informasi tentang program fasilitasi sertifikasi halal gratis (SEHATI) bagi UMKM yang memenuhi kriteria. “Standar halal yang konsisten akan memperkuat brand dan membuka akses pasar lebih luas,” tuturnya.
Sesi tanya jawab yang berlangsung setelah pemaparan materi memperlihatkan antusiasme peserta. Beberapa pelaku usaha mengaku berminat segera mengurus sertifikasi halal demi meningkatkan kualitas dan memperluas jaringan pemasaran.
Baca Juga : Kado Wali Kota Malang: PBB Tak Naik, Warga Kecil Gratis
Dukungan juga datang dari Ketua Koperasi Kelurahan Merah Putih Kauman. Ia menegaskan, anggota koperasi diwajibkan memiliki sertifikasi halal. Menurutnya, kebijakan ini menjadi wujud komitmen koperasi dalam menjaga kualitas produk sekaligus memperkuat posisi UMKM Kauman di mata konsumen.
Sebagai penutup, Wakil Ketua KKN Kelompok 16, Brian Printianto, menyerahkan cinderamata dan sertifikat kepada narasumber sebagai bentuk apresiasi. Souvenir juga dibagikan kepada peserta UMKM sebagai motivasi untuk terus berkembang.“Kami berharap kegiatan ini tidak hanya menambah pengetahuan, tapi juga menjadi pemicu semangat bagi UMKM Kauman untuk naik kelas,” ujar Brian.

Kegiatan ini menjadi bukti bahwa sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah kelurahan, dan komunitas usaha dapat menghasilkan langkah nyata bagi peningkatan daya saing UMKM. Melalui edukasi tentang sertifikasi halal dan pemasaran digital, KKN Unisba Blitar Kelompok 16 tidak hanya memberi wawasan, tetapi juga menanamkan standar baru untuk mengangkat UMKM Kauman ke level yang lebih tinggi.