JATIMTIMES - Setelah sukses mengikuti Festival Olahraga Masyarakat Nasional (Fornas) VIII di Nusa Tenggara Barat (NTB) Tahun 2025, Pengurus Persatuan Panahan Tradisional Indonesia (Perpatri Nusantara Jaya (PNJ) Kabupaten Banyuwangi fokus menyongsong gelaran Festival Olahraga Masyarakat Daerah (Forda) Jawa Timur (Jatim) Tahun 2026 yang akan diselenggarakan di Kabupaten Jember.
Menurut Ketua Umum Perpatri Nusantara Jaya (PNJ) Kabupaten Banyuwangi Naufal Fajrul Haqqi dalam gelaran Fornas VIII 2025 di NTB, Perpatri Banyuwangi yang menargetkan mendapatkan satu medali ternyata mampu memperoleh 3 medali bagi kontingen Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Provinsi Jawa Timur (Jatim).
Baca Juga : Puluhan Ton Beras Gerakan Pangan Murah Polresta Banyuwangi Ludes Diserbu Warga
Naufal menuturkan atlet Perpatri Banyuwangi yang mampu mendapatkan medali dalam Fornas VIII di NTB adalah; Ahmad Habibi, Medali perunggu, Kategori Horse Bow Umum Putra (Resmi), Naufal Fajrul Haqqi medali perak kategori Mix Bow Umum Putra (Eksebisi) dan Nawal Adzkia Dalisha, siswi Sekolah Alam Miftahun Najah Kecamatan Kalibaru mendapatkan medali Perak Kategori Horsebow (HB) U-13 Putri Individu (Eksebisi).
Sebenarnya satu lagi utusan Perpatri Banyuwangi, Nazwa Ilhami siswi, SMP 17 Glenmore mampu menempati peringkat 4 Kategori Horsebow U-18 Putri Individu tetapi terpaksa gugur karena aturan pemerataan provinsi.
“Alhamdulillah target yang kami tetapkan tercapai, bahkan Perpatri Banyuwangi mampu menyumbang 3 medali bagi kontingen Kormi Jatim di Fornas VII NTB. Setelah Fornas Perpatri Banyuwangi akan fokus untuk menjaring atlet untuk persiapan Forda Jatim 2026 yang rencana tuan rumahnya Kabupaten Jember,” ujar Naufal pada Selasa (13/8/2025).
Lebih lanjut dia menuturkan saat Perpatri Banyuwangi mencatat 60 atlet yang tersebar di 5 kecamatan, yaitu; Kecamatan Kalibaru, Glenmore, Genteng, Purwoharjo dan Kecamatan Srono.
Naufal manambahkan jajaran pengurus Perpatri Banyuwangi memiliki program untuk melaksanakan sosialisasi dan memasyarakatkan olahraga panahan tradisional lebih luas kepada warga, antara lain dalam kegiatan Car Free Day (CFD).”Ada rencana sosialisasi dan eksebisi dalam acara CFD. Namun untuk sementara setiap hari minggu masih ada acara lain. Semoga setelah 17 Agustus 2025 bisa ikut CFD,” imbuh Naufal.
Baca Juga : Desa Yosomulyo Banyuwangi Tampilkan Keberagaman Budaya Indonesia di Gelaran Jelajah Desa
Salah satu program kerja yang sudah dilaksanakan PNJ Banyuwangi adalah Sosialisasi Perpatri Nusantara Jaya di MAN 3 Banyuwangi. Dalam ajang tersebut Perpatri Nusantara Jaya (PNJ) bersama Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (KORMI) Banyuwangi menggelar sosialisasi olahraga masyarakat Panahan Tradisional .
“Kami ingin membuka jalan selebar-lebarnya bagi generasi muda Banyuwangi untuk berprestasi melalui panahan tradisional. Latihan dimulai dari lingkungan sekolah, kemudian berlanjut ke pembinaan yang terarah,” pungkas Naufal.