JATIMTIMES - Pelaksana Tugas (Plt) Deputi V Kepala Staf Kepresidenan Mayjen TNI (Purn) Harianto menyebut, keberadaan Sekolah Rakyat (SR) di Kabupaten Malang bakal mulai tahap pembangunan secara permanen pada September 2025 mendatang. Wacana tersebut disampaikan Harianto saat Tim Kantor Staf Presiden (KSP) Republik Indonesia (RI) turut diagendakan mengunjungi lahan Sekolah Rakyat yang berlokasi di Desa Srigonco, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang pada Selasa (12/8/2025).
Terpantau, Tim KSP RI tiba di lahan yang diperuntukkan untuk pembangunan Sekolah Rakyat di Desa Srigonco tersebut pada sekitar pukul 14.00 WIB. Setibanya di sana, Tim KSP RI beserta rombongan yang turut didampingi oleh sejumlah pihak dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang langsung meninjau ke sejumlah titik lahan. Termasuk pada lahan tertinggi yang diperuntukkan bagi pembangunan SR tersebut.
Baca Juga : Pemkab Malang Siap Sukseskan Tiga Program Prioritas Presiden Prabowo
Setelah melakukan peninjauan dan berkoordinasi dengan pihak Pemkab Malang termasuk Pemerintah Kecamatan Bantur dan Desa Srigonco, Tim KSP RI diagendakan melanjutkan peninjauan ke wisata unggulan di Kabupaten Malang. Yakni Pantai Balekambang sebelum akhirnya diagendakan kembali ke Balai Desa Srigonco untuk melanjutkan koordinasi hasil peninjauan.
Sebagaimana diberitakan, peninjauan Tim KSP RI tersebut merupakan rangkaian kunjungan di Kabupaten Malang yang berlangsung selama tiga hari. Yakni dimulai pada Senin (11/8/2025) dan berakhir pada Rabu (13/8/2025).
Sementara pada Selasa (12/8/2025) kunjungan kerja Tim KSP RI diawali dari Peringgitan Pendapa Agung Kabupaten Malang. Kunjungan Tim KSP RI saat itu diterima langsung oleh Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kabupaten Malang Nurcahyo, beserta jajaran kepala perangkat daerah di lingkungan Pemkab Malang.
Serangkaian peninjauan yang diakhiri di kawasan lahan untuk pembangunan Sekolah Rakyat tersebut ditujukan guna memastikan berbagai program Presiden RI Prabowo Subianto dapat berjalan lancar. "Saya datang ke sini dalam rangka evaluasi dan monitoring sekaligus mencoba untuk mendapatkan masukan-masukan terkait dengan perintah yang antara lain tentang Sekolah Rakyat," ujar Harianto.
Pihaknya menyebut, keberadaan Sekolah Rakyat di Kabupaten Malang yang telah ia tinjau tersebut nantinya akan dibangun secara permanen. Sehingga nantinya tidak lagi berstatus sebagai Sekolah Rakyat rintisan.
"Nanti untuk bulan September (2025) akan dibangun Sekolah Rakyat permanen di Bantur. Sehingga nanti di tahun 2026 itu sudah akan menjadi sekolah permanen, tidak pindah-pindah lagi," tuturnya.
Usai melakukan serangkaian peninjauannya, Harianto menyebut, keberadaan Sekolah Rakyat di Kecamatan Bantur tersebut nantinya akan terfasilitasi dengan pendidikan secara berjenjang. "Jadi mulai dari SD, SMP kemudian SMA, itu jadi satu," ujarnya.
Sejauh ini, disampaikan Harianto, lahan untuk Sekolah Rakyat di Kecamatan Bantur tersebut statusnya telah memenuhi ketentuan clear and clean. "Mudah-mudahan tidak ada kendala. Sehingga di bulan September atau akhir September (2025) itu sudah bisa dibangun. Sehingga nanti tahun 2026 sudah bisa dipakai secara normal," ujarnya.
Terpisah, Camat Bantur Bayu Jatmiko menyebut, lahan yang disediakan Pemkab Malang untuk pembangunan Sekolah Rakyat tersebut sebelumnya dimanfaatkan untuk perkebunan tebu. Namun kini telah dibabat habis karena masa sewanya telah berakhir dan memasuki masa panen.
"Sehingga jika tidak ada kendala, harapan dari Tim KSP soal pembangunan Sekolah Rakyat di bulan September (2025) tersebut bisa benar-benar terealisasi," pungkas Bayu kepada JatimTIMES saat dikonfirmasi usai mendampingi rangkaian peninjauan Tim KSP RI, Selasa (12/8/2025) malam.
Perlu diketahui, lahan yang telah diusulkan untuk pembangunan Sekolah Rakyat di Desa Srigonco, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang tersebut seluas 9,7 hektare. Luasan lahan tersebut dinilai sangat memadai untuk pembangunan Sekolah Rakyat mulai dari jenjang SD, SMP, hingga SMA lantaran lahan yang diperlukan hanyalah enam hektare.