free web hit counter
Jatim Times Network
Beranda
Pemerintahan

Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Magetan Gelar Bedah Buku Secangkir Kopi untuk Magetan

Penulis : Basworowati Prasetyo Nugraheni - Editor : Dede Nana

11 - Aug - 2025, 09:11

Loading Placeholder
Bedah Buku Secangkir Kopi untuk Magetan yang digelar oleh Dinas Kearsipan dan Perpustakaan untuk mendorong budaya literasi dan lestarikan sejarah lokal.

JATIMTIMES – Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Magetan kembali menunjukkan komitmennya dalam mengembangkan budaya literasi daerah dengan menggelar acara bedah buku “Secangkir Kopi untuk Magetan”. Buku karya penulis lokal Sarno Arbara ini memuat kisah-kisah inspiratif, sejarah, dan kearifan lokal yang menjadi kebanggaan masyarakat Bumi Lawu.

Acara yang berlangsung di Pendopo Surya Graha Kabupaten Magetan, Sabtu (9/8/2025)  dihadiri langsung oleh sang penulis, pegiat literasi, tokoh masyarakat, pelajar, serta 11 komunitas pecinta buku dari berbagai daerah. Suasana penuh semangat terlihat sejak awal acara, menandakan tingginya antusiasme masyarakat terhadap dunia literasi dan pelestarian budaya lokal.

Baca Juga : Nasabah MSI Magetan Diminta Bersabar, Proses Audit Baru Rampung 30 Persen

Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Magetan, Suhardi dalam sambutannya menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program strategis untuk meningkatkan minat baca masyarakat sekaligus melestarikan kekayaan budaya Magetan.

“Buku ini menjadi wadah untuk memperkenalkan kembali cerita, sejarah, dan keunikan Magetan kepada generasi muda. Literasi adalah kunci untuk menjaga warisan daerah tetap hidup dan relevan di era digital,” ujarnya.

Buku “Secangkir Kopi untuk Magetan” tidak sekadar kumpulan cerita, melainkan sebuah perjalanan menyelami jiwa dan identitas Magetan. Dalam setiap bab, pembaca diajak menikmati potret kehidupan masyarakat, mulai dari sejarah perjuangan, kuliner khas seperti gethuk dan wedang cemoe, hingga ragam tradisi yang hanya dapat ditemukan di daerah kaki Gunung Lawu.

Melalui gaya bahasa yang sederhana namun sarat makna, Sarno Arbara berhasil menyampaikan pesan moral dan nilai-nilai kehidupan yang relevan bagi pembaca lintas generasi. Tak heran jika buku ini mendapat sambutan hangat dari komunitas literasi dan pembaca umum.

Sesi bedah buku berlangsung interaktif, di mana peserta bebas mengajukan pertanyaan seputar proses kreatif penulisan, teknik riset lapangan, hingga tantangan mendokumentasikan sejarah lokal agar tetap akurat dan menarik.

“Menulis tentang daerah sendiri bukan hanya soal mendeskripsikan tempat, tetapi juga tentang meresapi nilai-nilai yang hidup di dalamnya,” ungkap Sarno Arbara.

Baca Juga : Siti Sarah: Muslimah Tercantik yang Selamat dari Godaan Fir’aun

Banyak peserta mengaku mendapatkan wawasan baru, baik tentang Magetan maupun dunia penulisan kreatif. Tidak sedikit pula yang terinspirasi untuk mulai menulis kisah-kisah dari daerah mereka masing-masing.

Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Magetan menegaskan bahwa kegiatan seperti ini akan terus digelar secara berkala. Tujuannya bukan hanya untuk memperkenalkan karya penulis lokal, tetapi juga untuk memotivasi generasi muda agar mencintai literasi.

“Semoga buku ini tidak hanya dibaca, tetapi juga menjadi pemicu lahirnya penulis-penulis baru dari Magetan,” tutur Suhardi.

Acara ditutup dengan penyerahan buku secara simbolis kepada perpustakaan daerah dan sesi foto bersama seluruh peserta. Bedah buku ini diharapkan menjadi salah satu langkah nyata dalam memperkuat citra Magetan sebagai daerah yang kaya akan budaya dan memiliki masyarakat yang melek literasi.
















 


Topik



Media Terverifikasi Dewan Pers

Update Berita JatimTIMES Network

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News JatimTIMES atau bisa menginstall aplikasi Jatim Times News melalui tombol berikut:


Penulis

Basworowati Prasetyo Nugraheni

Editor

Dede Nana

Pemerintahan

Artikel terkait di Pemerintahan

--- Iklan Sponsor ---