JATIMTIMES - Kemacetan di jalur utara Banyuwangi hingga Baluran akibat penutupan Jalur Gumitir sejak 24 Juli 2025 hingga kini belum terurai. Penumpukan kendaraan juga masih terjadi di kawasan sekitar Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi.
Kondisi tersebut menjadi perhatian serius anggota Komisi D DPRD Jawa Timur (Jatim) Satib. Ia mendesak agar proses perbaikan jalan di Gumitir dipercepat. Selain itu, ia mendorong penambahan armada laut segera dilakukan sebagai langkah mengurangi beban jalur darat.
Baca Juga : Legislator Jatim Dapil Surabaya Minta Penataan Parkir Tunjungan Disertai Sosialisasi Ramah
Satib menegaskan, kondisi kemacetan ini tidak terhindarkan karena jalur penghubung wilayah barat-timur Jatim memang terbatas. "Jalur yang menghubungkan Jember hingga Banyuwangi itu hanya ada dua: jalur selatan (Gumitir) dan jalur utara," ungkapnya, Selasa (5/8/2025).
"Ketika Gumitir ditutup, otomatis semua lalu lintas tertumpuk di utara. Ditambah lagi armada feri yang berkurang karena kebijakan evaluasi kapal dari pemerintah pusat, akhirnya beban jalur darat di utara menjadi sangat berat," sambung Satib.
Legislator Dapil Jatim V yang meliputi Jember-Lumajang ini berharap agar pihak Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) dan kontraktor proyek bisa mempercepat penyelesaian pekerjaan. Ia menyarankan penambahan jam kerja agar progres perbaikan tidak terhambat.
"Kalau sebelumnya misalkan kerjanya hanya dua shift, bisa ditambah menjadi tiga, kalau perlu empat shift, 24 jam. Tujuannya agar penyelesaian proyek lebih cepat dan akses masyarakat bisa normal kembali," serunya.
Selain mempercepat pengerjaan jalan, politisi Partai Gerindra ini juga mengusulkan penambahan armada laut sebagai solusi untuk mengurangi kepadatan di jalur darat. Menurutnya, keterbatasan kapal feri saat ini sangat memengaruhi kelancaran arus kendaraan dan distribusi logistik.
Baca Juga : Kepala DPKPCK Kabupaten Malang Persilakan Warga Ajukan Bantuan, Berikut Indikator Rumah Tak Layak Huni
“Penambahan armada laut memang harus dilakukan. Kalau tidak, akan sulit bicara soal kelancaran arus lalu lintas, karena armada yang ada sekarang sangat terbatas. Kalau perlu, dikembalikan ke jumlah semula sebelum ada evaluasi kapal,” tegasnya.
Lebih lanjut, Satib juga menyinggung faktor cuaca ekstrem yang turut mempersulit kondisi lalu lintas di wilayah Banyuwangi dan Baluran. Karena itu, ia meminta agar percepatan pengerjaan proyek benar-benar diutamakan agar dampaknya tidak semakin meluas.
“Harapan kami, pihak yang mengerjakan proyek ini bisa lebih mempercepat lagi, karena ini akses vital,” tutupnya.