free web hit counter
Jatim Times Network
Beranda
Pendidikan

Beban Guru Meningkat, Kota Malang Masih Kekurangan Ratusan Pengajar

Penulis : Riski Wijaya - Editor : Nurlayla Ratri

05 - Aug - 2025, 13:00

Loading Placeholder
Ilustrasi.(Foto: istimewa).

JATIMTIMES - Dunia pendidikan di Kota Malang tengah menghadapi persoalan serius yakni kekurangan tenaga pendidik atau guru. Menurut Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), Kota Malang masih kekurangan sekitar 300-an tenaga pendidik. 

Dampaknya, sejumlah tenaga pendidik harus bekerja ekstra dengan beban mengajar yang melebihi batas wajar. Bahkan, ada guru yang dipaksa mengajar lebih dari 40 jam pelajaran (JP) dalam sepekan.

Baca Juga : Madrasah Kota Malang Mendunia, Siswa MAN 2 Raih Perak di Ajang IEO 2025

“Kondisinya memang belum ideal. Banyak guru yang harus mengajar lebih dari 40 JP karena jumlah guru yang tersedia belum mencukupi,” ujar Ketua PGRI Kota Malang, Agus Wahyudi.

Kekurangan tenaga pengajar ini tak hanya terjadi di satu jenjang, tetapi menyebar di tingkat SD dan SMP. Jika diakumulasi, total kekurangan guru di Kota Malang diperkirakan mencapai 200 hingga 300 orang.

Salah satu faktor yang disinyalir menjadi penyebab minimnya jumlah guru adalah soal proses regenerasi. Setiap bulan ada guru ASN yang pensiun, namun tidak serta merta ada pengganti.

"Ketika guru purna tugas, tidak langsung ada pengganti. Akhirnya kekosongan itu ditutup dengan memaksimalkan guru yang ada," jelasnya.

Untuk menyiasati kondisi tersebut, guru mata pelajaran yang hanya mendapat 24 jam pelajaran pun kini diminta membantu mengajar pelajaran lain di luar kompetensinya. Upaya ini dilakukan semata demi menutupi kekosongan di ruang-ruang kelas.

Situasi diperparah dengan adanya arahan dari pemerintah pusat untuk tidak melakukan rekrutmen guru honorer. Maka, opsi merekrut guru honorer sebagai solusi cepat tidak bisa dilakukan.

Baca Juga : Cara Cek dan Cairkan Insentif Guru Honorer di Info GTK Dikdasmen.go.id 2025

“Karena tidak boleh merekrut honorer baru, kami menyesuaikan kebijakan pusat. Saat ini yang bisa dilakukan adalah menunggu pengangkatan guru P3K dari database yang sudah ada,” terang Kepala SMP Negeri 5 Malang ini.

Kebutuhan mendesak itu telah dilaporkan ke Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). Pemerintah pusat diharapkan segera merespons dengan mempercepat proses rekrutmen guru P3K.

"Kami berharap kekurangan guru bisa segera diatasi. Jika memang jalurnya lewat P3K, kami mendukung percepatannya,” tuturnya.

Jika tidak segera diatasi, kekurangan guru ini dikhawatirkan akan berdampak langsung pada kualitas pembelajaran, beban kerja guru, dan kesehatan mental tenaga pendidik di sekolah-sekolah negeri Kota Malang.


Topik



Media Terverifikasi Dewan Pers

Update Berita JatimTIMES Network

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News JatimTIMES atau bisa menginstall aplikasi Jatim Times News melalui tombol berikut:


Penulis

Riski Wijaya

Editor

Nurlayla Ratri

--- Iklan Sponsor ---