JATIMTIMES - Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kota Malang Agus Wahyudi menyatakan komitmennya untuk langsung tancap gas menjalankan program kerja usai pengukuhan kepengurusan periode 2025–2030.
Fokus utama PGRI Kota Malang untuk menyelaraskan dengan digitalisasi. Yakni dengan menyiapkan para guru menghadapi tantangan pembelajaran abad ke-21, khususnya dalam penguasaan koding dan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI). Hal itu sesuai dengan arahan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).
Baca Juga : Langsung ke Pabrik, Tanpa Tengkulak: Skema Tembakau Prancak 95 Untungkan Petani Blitar
"Setelah dikukuhkan, kami akan langsung menyusun program kerja dan melengkapi struktur organisasi. Yang paling dekat adalah menjalankan program sesuai arahan Kementerian Pendidikan, khususnya terkait implementasi pembelajaran mendalam, koding, dan AI," ujar Agus, Senin (4/8/2025).
Agus menjelaskan bahwa pihaknya telah menggelar sosialisasi perdana yang melibatkan guru-guru SD dan SMP se-Kota Malang. Kegiatan tersebut digelar di SMK PGRI 3 Kota Malang selama dua hari dan mendapat antusias tinggi dari para guru.
“Peserta yang mendaftar mencapai 127 orang, padahal kapasitas ruangan hanya 100. Artinya animo guru-guru sangat tinggi, dan mereka bahkan meminta sesi lanjutan,” jelasnya.
Menurut Agus, pelatihan dan pembekalan semacam ini sangat penting untuk menghadapi generasi Indonesia Emas 2045, yang tantangan utamanya adalah kecerdasan digital. Ia menyebutkan bahwa masih banyak anak-anak yang belum bijak dalam literasi digital.
“Salah satu cara untuk menghadapinya adalah dengan intervensi melalui pembelajaran. Pembelajaran yang berbasis koding dan AI bisa menjadi penguat karakter serta literasi digital anak-anak,” terangnya.
Baca Juga : Mas Dhito Hadirkan Layanan Kepengurusan Adminduk Cukup di Tingkat Desa
Agus juga menyinggung pentingnya kolaborasi lintas sektor, termasuk dengan lembaga seperti Sekolah Rakyat (SR), yang saat ini berada di bawah kewenangan Kementerian Sosial (Kemensos). Meski tidak secara langsung masuk dalam lingkup PGRI, ia berharap nilai-nilai pembelajaran modern tetap bisa diadopsi.
“Guru-guru SR juga mengikuti perkembangan, meski baru sebatas diskusi atau sharing. Ke depan, kami ingin ada kolaborasi untuk membumikan pembelajaran mendalam dan AI di semua jenjang, termasuk SR,” jelas Agus.
Ia berharap seluruh elemen pendidikan di Kota Malang bisa bersinergi dalam menghadapi perubahan paradigma pembelajaran, sehingga kualitas pendidikan benar-benar meningkat dan relevan dengan perkembangan zaman.