free web hit counter
Jatim Times Network
Beranda
Pendidikan

Bukan Sekadar Seremoni, Yudisium FBS Unikama Jadi Titik Awal Perjalanan Baru Lulusan Siap Kerja

Penulis : Anggara Sudiongko - Editor : Dede Nana

02 - Aug - 2025, 17:09

Loading Placeholder
Sebanyak 60 mahasiswa resmi dinyatakan lulus dalam momen yudisium semester genap tahun akademik 2024/2025 (ist)

JATIMTIMES - Suasana aula Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS) Universitas PGRI Kanjuruhan Malang (Unikama) belum lama ini tampak berbeda dari biasanya. Di hari itu, bukan hanya toga yang dikenakan para mahasiswa atau bunga yang dibawa keluarga yang menjadi sorotan, melainkan ekspresi haru, bangga, dan antusias yang menyatu dalam satu ruang. 

Sebanyak 60 mahasiswa resmi dinyatakan lulus dalam momen yudisium semester genap tahun akademik 2024/2025, menandai selesainya satu fase penting dalam perjalanan akademik mereka.

Baca Juga : Mahasiswa KKN Unisba Blitar Dorong UMKM Bendogerit Naik Kelas Lewat Branding Digital

Namun bagi sebagian besar dari mereka, momen ini lebih dari sekadar acara seremonial yang penuh formalitas. Yudisium ini menjadi titik awal dari perjalanan yang jauh lebih besar, yakni terjun ke dunia nyata, ke tengah pusaran industri dan masyarakat, di mana gelar akademik bukan jaminan utama, melainkan harus dibarengi dengan keterampilan, integritas, dan keberanian untuk terus tumbuh.

Dari puluhan mahasiswa yang lulus, tiga di antaranya berhasil mencatatkan prestasi akademik yang membanggakan dan menyandang predikat cumlaude. Shofiatus Zahro dari Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris menorehkan IPK tertinggi di jurusannya, yakni 3,91. Habiba Farisa Asfahani dari Sastra Inggris menyusul dengan IPK 3,82, sementara Upita Seftian Wardany dari Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia meraih IPK 3,77. Ketiganya dinobatkan sebagai lulusan terbaik di masing-masing program studi, berkat kombinasi antara ketekunan belajar, disiplin waktu, serta dedikasi terhadap dunia akademik yang mereka jalani selama bertahun-tahun.

1

Menariknya, ada satu nama yang turut mencuri perhatian meski tidak diumumkan secara formal sebagai lulusan terbaik. Della Anggriani Ingratubun dari Program Studi Sastra Inggris justru mencatatkan IPK tertinggi di antara semua peserta yudisium, yakni 3,93. Dalam pernyataannya, Della menyampaikan rasa syukur yang dalam atas pencapaiannya, namun juga menekankan pentingnya pengalaman belajar yang tidak hanya dibatasi ruang kelas, melainkan juga melalui praktik langsung, kolaborasi proyek, dan interaksi dengan dunia industri.

“Selama kuliah, kami diajak untuk lebih dari sekadar memahami teori. Kami diajak terjun langsung ke dunia nyata melalui program magang, proyek lapangan, dan kerja sama dengan mitra industri. Dari situ, kami belajar tentang tantangan sesungguhnya di luar kampus, tentang bagaimana menerapkan ilmu dalam kehidupan nyata,” tutur Della.

Hal senada juga disampaikan oleh Dekan FBS, Dr. Teguh Sulistyo, M.Pd., dalam sambutannya. Ia menegaskan bahwa kurikulum FBS sengaja dirancang untuk menjembatani kesenjangan antara dunia akademik dan dunia profesional. Menurutnya, tantangan di era globalisasi dan teknologi menuntut lulusan yang tak hanya unggul dalam teori, tetapi juga cakap secara praktis, cepat beradaptasi, dan mampu berpikir kritis dalam menghadapi perubahan.

Baca Juga : Jalur Kereta Anjlok Rampung Diperbaiki, KA Argo Lawu Pertama Melintas

“Kami ingin lulusan kami tidak hanya sekadar pintar secara akademik, tetapi juga mampu bersaing secara global. Oleh karena itu, kami dorong mahasiswa untuk terus belajar di luar kelas, menghadapi masalah nyata, dan menyelesaikannya dengan pendekatan kolaboratif. Dunia kerja membutuhkan orang-orang yang bisa berpikir mandiri dan mampu bekerja dalam tim, dan itulah yang kami tanamkan sejak awal,” tegasnya.

Lebih jauh, Dr. Teguh juga menyampaikan bahwa FBS Unikama akan terus memperkuat sinergi dengan berbagai institusi, baik di dalam negeri maupun luar negeri, untuk memastikan bahwa kompetensi para lulusannya selalu relevan dan mampu menjawab kebutuhan zaman. Dalam pandangannya, dunia pendidikan tak bisa berjalan sendiri tanpa keterhubungan dengan ekosistem industri, teknologi, dan masyarakat luas.

Di tengah suasana penuh haru dan kebanggaan, yudisium itu pun menjadi penutup manis dari perjuangan panjang para mahasiswa, sekaligus awal dari babak baru yang tak kalah menantang.


Topik



Media Terverifikasi Dewan Pers

Update Berita JatimTIMES Network

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News JatimTIMES atau bisa menginstall aplikasi Jatim Times News melalui tombol berikut:


Penulis

Anggara Sudiongko

Editor

Dede Nana

--- Iklan Sponsor ---