JATIMTIMES - Area belakang Pasar Induk Among Tani Kota Batu yang sebelumnya ditempati jadi Tempat Pembuangan Sementara (TPS), kini disterilkan dari pembuangan sampah. Kebijakan tersebut diambil UPT Pasar Induk Among Tani sejak pengangkutan sampah pasar dilakukan pihak ketiga.
Sebelumnya, TPS pasar dikeluhkan lantaran seringkali menjadi tempat pembuangan sampah oknum tidak bertanggung jawab dari luar pedagang. Sehingga lokasi tersebut kerap overload tak bisa menampung sampah.
Baca Juga : Satu Arah di Pasar Oro-Oro Dowo Dapat Respons Positif Masyarakat, Wali Kota Malang: Kita Tata Terus
Berdasarkan pantauan JatimTIMES di area belakang Pasar Induk Among Tani, TPS tersebut kini tidak lagi didapati tumpukan sampah yang menggunung. Tersisa sedikit sampah yang tercecer sisa pengangkutan yang kini rutin dilakukan setiap pagi.
"Pengangkutan dan pembersihan sampah sudah ada yang menangani sejak 2 Juli lalu," ujar Muhammad Yusril, salah seorang satpam.
Pihak UPT Pasar juga memasang spanduk larangan membuang sampah dan terali bambu terpasang di sana. Sehingga, tak ada lagi yang bisa membuat sampah ke dalam TPS. Kendati awal-awal masih ada oknum yang nekat melempar sampah ke dalam TPS.
Ia mengaku ditugaskan berjaga di area TPS sejak pembersihan. Tujuannya untuk memastikan tidak ada lagi yang membuang sampah seenaknya. Terutama untuk menyoroti oknum-oknum warga di luar pedagang pasar induk yang ikut buang sampah di sana.
"Hanya pedagang pasar induk yang boleh buang sampah di sana. Itu pun harus menggunakan kantong sampah," ungkap Yusril. Dia menambahkan tidak akan segan menegur oknum yang masih nekat buang sampah di TPS.
Dina Tri, salah seorang pedagang Pasar Induk Among Tani mengaku turut terbantu dengan adanya banner peringatan dan satpam yang bertugas. Sebab, sebelumnya dia tidak berani ikut menegur saat mendapati oknum di luar pedagang yang membuang sampah di sana.
"Kalau dibuang di dalam akan menumpuk lagi dan menimbulkan bau," ucapnya.
Baca Juga : Imbas KA Argo Bromo Anggrek Anjlok: 9 KA Tujuan Jakarta Batal, 10 KA Datang Terlambat
Pihak Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskumperindag) Kota Batu diketahui telah bekerja sama dengan CV Alief Utama selama enam bulan kedepan hingga Desember. Pengangkutan sampah akan rutin dilakukan setiap hari oleh pihak ketiga tersebut.
Teken kerja sama sudah dilakukan sejak akhir Juni lalu. Setiap pagi dan sore petugas kebersihan pasar bakal meletakkan sampah di depan lokasi yang sebelumnya Tempat Penampungan Sementara (TPS) pasar induk. Kemudian petugas kebersihan dari CV Alief Utama akan mengambilnya setiap pukul 09.00-10.30.
Sehingga, TPS kini sudah tak lagi difungsikan. Pemerintah Kota (Pemkot) Batu sudah memasang terali bambu untuk mencegah oknum membuang sampah seenaknya di sana. "Jadi setiap hari area TPS akan bersih dan steril dari tumpukan sampah yang menganggu pengunjung dan pedagang di sekitarnya," terang Naufal Athallah, Direktur CV Alief Utama.
Sampah yang diambil kemudian dibawa ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Desa Langlang, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang. Ia mengaku sebelumnya sudah pernah bekerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batu untuk mengangkut sampah dari pasar pagi. Sekarang kerja sama dilanjutkan Diskumperindag. "Pembayaran dilakukan dua termin. Sebanyak 50 persen di awal dan pelunasan di akhir," tambahnya.