JATIMTIMES - Malang jadi kota terakhir berlabuhnya Berlayar Sinema yang digelar di Kafe Basecamp Malang, Selasa (29/7/2025). Acara ini menjadi ruang silaturahmi komunitas film dari berbagai daerah, sekaligus menghadirkan pemutaran dan diskusi film bersama sutradara Wahyu Agung Prasetyo.
Ada puluhan pegiat film dan penikmat sinema, khususnya dari kawasan Malang Raya, berkumpul dalam kegiatan tersebut. Kegiatan ini diinisiasi oleh Omah Jayeng bekerja sama dengan Guyub Film Malang Raya. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari sosialisasi Museum Omah Jayeng: Garin Nugroho Gallery & Film Art Lab yang berlokasi di Yogyakarta.
Baca Juga : Pusaka Tanah Jawa yang Hilang: Konflik Arya Blitar, Amangkurat III, dan Pakubuwana I
Pemutaran film dibuka dengan Kepaten Obor karya sutradara Lukman Hakim. Dlanjutkan dengan Anak Lanang dan Tilik, dua film pendek yang sukses disutradarai oleh Wahyu Agung Prasetyo. Ada juga Tilik, yang viral dengan karakter ikonik Bu Tejo, bahkan telah diadaptasi menjadi serial dan tayang di platform OTT.
Sementara film panjang perdana Wahyu Agung berjudul Singsot yang bergenre horor, sempat masuk dalam deretan top 10 film di Indonesia dan kini bisa disaksikan di Netflix.
Setelah pemutaran film, peserta diajak berdiskusi langsung bersama Wahyu Agung Prasetyo. Sesi diskusi berlangsung hangat, dengan berbagai pertanyaan seputar proses kreatif, tantangan penyutradaraan, hingga perkembangan dunia film di Indonesia.
Antusiasme peserta yang hadir sangat luar biasa, ditunjukkan saat sesi tanya jawab tidak berhenti hingga acara berakhir. Para partisan silih bertanya dari berbagai lintas ilmu selain skena film. Materi diskusi menjadi sangat menarik karena menyajikan kiat-kiat sineas lokal dapat tembus di sirkuit perfilman nasional.
“Berlayar Sinema adalah oasis perfilman Indonesia yang ditumbuhkan oleh sineas dan budayawan Indonesia Garin Nugroho bagi para sineas muda di berbagai daerah sebagai teman tumbuh skena perfileman dan ruang dialok budaya,” ungkap Galih.
Karena itu, pihaknya mewadahi para sineas muda di berbagai daerah lewat Berlayar Sinema. Ya Berlayar Sinema kerja sama Omah Jayeng yang merupakan rumah masa kecil Garin Nugroho dan tempat lahirnya Festival Film Asia, JAFF dengan Danaindonesiana Kementrian Kebudayaan RI.
Baca Juga : Basa Engghi-Bunten Memudar, Hierarki Sosial Madura Luntur di Kalangan Milenial Akhir
Berlayar Sinema sudah melakukan program turnya di beberapa daerah, yakni Pacitan, Purworejo, Kediri. Dan Malang menjadi tur terakhir Berlayar Sinema.
Galih menambahkan bahwa museum tersebut dibuka sebagai ruang publik untuk diskusi, belajar, dan berkarya. “Siapa pun boleh mampir dan memanfaatkan ruang ini,” ujar Galih.
Saat ini di Omah Jayeng masih terselenggara program lain seperti pameran Ruang, Ingatan dan Layar (memorabilia Karya-karya Garin Nugroho) dan peluncuran buku terbaru Garin Nugroho pada Agustus 2025.