JATIMTIMES - Wakil Ketua Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Timur Chusni Mubarok meyakini 378 koperasi desa merah putih dan 12 koperasi kelurahan merah putih di Kabupaten Malang dapat tumbuh dan berkembang.
Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur dari daerah pemilihan Jawa Timur VI atau Kabupaten Malang, Kota Malang dan Kota Batu ini menyebutkan, bahwa keberadaan koperasi merah putih di 378 desa dan 12 kelurahan di Kabupaten Malang menjadi yang terbanyak di Provinsi Jawa Timur.
Baca Juga : Investasi Kota Batu Lampaui Target, Januari-Juli 2025 Capai Rp 1,628 Triliun
"Saya yakin Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Kabupaten Malang akan tumbuh berkembang dan akan menjadi pengungkit kebangkitan ekonomi di Kabupaten Malang yang kita mulai dari desa-desa," ungkap Chusni kepada JatimTIMES.com.
Politisi yang juga bertindak sebagai Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Malang itu mengatakan, keyakinan itu bukannya tidak berdasar. Pasalnya, selain menjadi penyumbang terbanyak koperasi desa/kelurahan merah putih di Provinsi Jawa Timur, Kabupaten Malang merupakan daerah yang pertama menyelesaikan musyawarah desa khusus untuk pembentukan koperasi desa/kelurahan merah putih.
"Saya yakin, karena Kabupaten Malang menjadi yang pertama menyelesaikan Musdesus. Kemudian penyerahan SK Badan Hukum yang diserahkan oleh Wakil Menteri Koperasi di Pendapa Agung Kabupaten Malang," kata Chusni.
Lebih lanjut, untuk mencegah terjadinya koperasi desa/kelurahan merah putih di Kabupaten Malang tutup, pihaknya mengingatkan kepada seluruh jajaran pengurus, pengawas maupun anggota koperasi dapat terus menjalin komunikasi yang baik serta intensif.
Hal itu berangkat dari peristiwa penutupan koperasi desa/kelurahan merah putih di Desa Pucangan, Kecamatan Montong, Kabupaten Tuban yang sempat tutup setelah diresmikan secara serentak oleh Presiden RI Prabowo Subianto.
Baca Juga : Dampak Penutupan Jalur Gumitir, Pertamina Kerahkan 79 Tangki BBM ke Bondowoso
Setelah adanya mediasi yang dilakukan oleh Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Provinsi Jawa Timur serta perwakilan dari Kementerian Koperasi RI, akhirnya ditemukan permasalahan utamanya yakni mengenai komunikasi internal yang kurang terjalin dengan bagus antara beberapa pihak di dalam koperasi desa merah putih Desa Pucangan.
"Mencegah hal-hal semacam itu (tutupnya koperasi merah putih) intinya adalah komunikasi. Pak Prabowo melalui Inpres dan semangat program terkait dengan Koperasi Desa Merah Putih ini kan kekompakan, kebersamaan, gotong royong. Di mana memang diharapkan semuanya terlibat dan komunikasi," pungkas Chusni.