free web hit counter
Jatim Times Network
Beranda
Pemerintahan

Tekan Kemiskinan di Desa, Komisi B DPRD Jatim Dorong Pemprov Berdayakan Ternak Rumahan

Penulis : Muhammad Choirul Anwar - Editor : Dede Nana

29 - Jul - 2025, 16:53

Loading Placeholder
Anggota Komisi B DPRD Jawa Timur (Jatim) Ony Setiawan. (Foto: Ist)

JATIMTIMES - Anggota Komisi B DPRD Jawa Timur (Jatim) Ony Setiawan mendorong Pemprov Jatim memberdayakan usaha ternak skala rumahan. Langkah tersebut menurutnya menjadi salah satu solusi untuk menekan angka kemiskinan, khususnya di daerah pedesaan.

"Ini kan tingkat kemiskinan tinggi ya. Untuk memberi penghasilan tambahan bagi mereka yang membutuhkan, khususnya di pedesaan, itu ada baiknya pemerintah menengok potensi ternak skala rumahan," ungkap Ony Setiawan, Selasa (29/7/2025).

Baca Juga : Diponegoro, Smissaert, dan Hari Ketika Jawa Meledak

Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim mencatat, jumlah penduduk miskin di Jatim pada Maret 2025 mencapai 3,876 juta orang. Dari jumlah tersebut, sebagian besar penduduk miskin Jatim tinggal di pedesaan yakni sebanyak 2,234 juta orang. 

Secara persentase, penduduk miskin pada Maret 2025 tercatat sebesar 9,50 persen, menurun 0,06 persen poin terhadap September 2024. Persentase kemiskinan di perkotaan meningkat dari 6,83 persen menjadi 7,00 persen. Sedangkan di perdesaan turun dari 13,19 persen menjadi 12,86 persen.

Meski jumlah penduduk miskin di desa menurun, namun data tersebut masih menunjukkan tingginya angka kemiskinan di desa. Dalam kaitan inilah Ony mendesak Pemprov Jatim melalui Dinas Peternakan (Disnak) agar memberdayakan usaha ternak skala rumahan.

Ia menyoroti, selama ini program-program pemerintah masih lebih banyak menyasar peternak skala menengah ke atas. Padahal, menurutnya usaha ternak skala rumahan juga akan berdampak langsung ke kehidupan masyarakat.

"Anggaplah rakyat miskin itu punya 100 ekor ayam, apakah itu ayam kampung, ayam KUB, jenis ayam mardi, atau ayam apa saja. Telurnya itu sudah bisa membantu dia hidup keseharian. Nah tinggal bagaimana cara merawat, support bibit atau apanya, bukalah bantuan mereka yang membutuhkan," ungkap Ony.

Selain itu, ia menambahkan ternak skala rumahan juga bisa direalisasikan menggunakan kambing. Ketimbang sapi, siklus usaha kambing lebih cocok untuk skala rumahan karena modalnya tidak terlalu tinggi dan menjualnya bisa lebih cepat.

Baca Juga : Ini Beberapa Andalan Layanan Publik Milik Pemkot Surabaya, Masyarakat Diminta Mencoba

"Kambing itu sekali beranak bisa lebih dari dua. Dia cukup punya tempat yang sederhana di belakang pawon (dapur), dikasih atap, dikasih makan, mulai ngarit. Begitu dia butuh untuk keperluan rumahnya, kambing bisa cepat langsung dijual," tandas politisi PDIP ini.

Lebih lanjut, legislator asal Dapil Jatim XII yang meliputi wilayah Bojonegoro dan Tuban itu menambahkan, Disnak Jatim harus lebih peka melihat peluang mikro seperti itu. Ia menekankan, pendampingan juga perlu dilakukan nantinya bagi para peternak skala rumahan.

"Faktor kebutuhan terbesarnya itu kan pakan. Ya kalau cuma 10 ekor ayam enggak ada masalah. Tapi kalau ingin meningkatkan penghasilan dengan memelihara 100 ekor misalnya, pakannya harus murah. Karena 80 persen variabelnya di pakan. Nah, produk-produk pakan alternatif itu untuk ternak, pemerintah juga harus support," tegasnya. 


Topik



Media Terverifikasi Dewan Pers

Update Berita JatimTIMES Network

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News JatimTIMES atau bisa menginstall aplikasi Jatim Times News melalui tombol berikut:


Penulis

Muhammad Choirul Anwar

Editor

Dede Nana

Pemerintahan

Artikel terkait di Pemerintahan

--- Iklan Sponsor ---