JATIMTIMES - Musim kemarau tak hanya membawa udara kering dan panas menyengat, tetapi juga berdampak pada kualitas air sumur yang digunakan sebagian besar masyarakat Indonesia, terutama di pedesaan. Tak jarang, air sumur tiba-tiba berubah warna menjadi kekuningan dan mengeluarkan aroma tidak sedap menyerupai telur busuk.
Fenomena ini bukan sekadar gangguan ringan jika dibiarkan, air yang terkontaminasi bisa memicu berbagai masalah kesehatan hingga kerusakan pada peralatan rumah tangga.
Baca Juga : Pakubuwana VII: Tahta yang Kredit ke Kompeni
Mengetahui penyebab sekaligus cara mencegah dan mengatasi air sumur yang bau dan berubah warna sangat penting agar suplai air tetap higienis dan aman dikonsumsi selama musim kering berkepanjangan.
Kenapa Air Sumur Bisa Bau dan Berwarna Kuning Saat Kemarau?
Fenomena ini umumnya terjadi karena dua faktor utama yang bekerja di bawah permukaan tanah:
1. Gas Hidrogen Sulfida (H₂S)
Gas ini secara alami terbentuk dari proses pembusukan bahan organik di dalam tanah dan batuan. Saat meresap ke dalam sumur, gas ini menciptakan bau khas seperti telur busuk yang menyengat. Menurut Minnesota Department of Health, paparan gas H₂S dalam kadar tinggi bukan hanya merusak aroma air, tetapi juga bisa berdampak buruk bagi kesehatan dan mencemari sistem perpipaan.
2. Bakteri Sulfur dan Bakteri Besi
Bakteri sulfur tidak hanya mempercepat pembentukan gas H₂S, tetapi juga merangsang pertumbuhan mikroorganisme lain seperti bakteri besi. Akibatnya, dinding sumur dan pipa bisa tertutup lendir, muncul korosi, bahkan air menjadi keruh dan meninggalkan noda kehitaman.
Cara Efektif Mengatasi dan Mencegah Air Sumur yang Menguning dan Bau
Agar air sumur kembali jernih dan bebas bau, beberapa langkah pencegahan dan penanganan berikut bisa Anda terapkan:
1. Gunakan Kaporit sebagai Disinfektan
Menambahkan kaporit ke dalam sumur bisa membunuh mikroorganisme penyebab bau. Namun, air yang telah diberi kaporit sebaiknya tidak langsung digunakan. Biarkan beberapa hari hingga bau menyengat menghilang.
"Kaporit efektif sebagai agen disinfeksi sumur, tetapi penggunaannya harus sesuai takaran. Setelah proses klorinasi, air perlu diendapkan dulu agar aman dipakai,” ujar Dr. Luh Ketut Suryani, ahli kesehatan lingkungan.
2. Bersihkan Dinding Sumur Secara Rutin
Lendir dan bakteri biasanya menempel di dinding sumur. Gunakan cairan klorin untuk membersihkan permukaan bagian dalam sumur guna mengurangi potensi bau dan kontaminasi bakteri.
Baca Juga : Varian Baru COVID-19 ‘Stratus’ Terdeteksi di Indonesia, Begini Gejalanya
3. Gali Sumur Lebih Dalam
Air kuning bisa disebabkan karena sumber air berada terlalu dekat permukaan, sehingga mudah tercemar. Solusinya adalah memperdalam sumur dan melapisi dindingnya dengan beton agar lebih terlindungi dari limbah permukaan.
4. Disinfeksi Total oleh Profesional
Jika bau air masih tetap bertahan meskipun sudah dibersihkan, pertimbangkan disinfeksi lanjutan menggunakan larutan klorin yang lebih pekat. Jasa profesional bisa memastikan proses ini berjalan aman dan sesuai standar.
5. Buat Sumur Baru atau Beralih ke Layanan Air Bersih
Langkah terakhir bila kondisi air tidak bisa diperbaiki adalah dengan membuat sumur baru di lokasi berbeda atau menggunakan layanan air bersih dari perusahaan penyedia resmi.
Langkah Pencegahan Sejak Dini: Rutin Cek Kualitas Air
Mencegah lebih baik daripada memperbaiki. Agar tidak kecolongan, lakukan pemeriksaan berkala terhadap kualitas air sumur di rumah. Bila air mulai berbau, berubah warna, atau meninggalkan kerak di peralatan rumah tangga, segera lakukan tindakan pembersihan atau konsultasi ke pihak terkait.
“Kualitas air sumur sangat bergantung pada kondisi lingkungan sekitarnya. Air yang jernih belum tentu bersih, jadi penting untuk memeriksa kandungan mikroorganismenya secara berkala,” ungkap Ir. Anton Nugroho, pakar teknik lingkungan dari Universitas Gadjah Mada.
Musim kemarau memang membawa tantangan tersendiri dalam menjaga kualitas air sumur. Namun, dengan pemahaman yang baik tentang penyebab dan penanganannya, air sumur tetap bisa menjadi sumber air yang aman dan layak digunakan. Jangan tunda untuk bertindak jika mulai mencium bau tak sedap atau melihat perubahan warna pada air di rumah Anda. Ingat, air bersih adalah fondasi kesehatan keluarga.