JATIMTIMES - AW (41) warga Dusun Tegalrejo, Desa Ketindan, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang diduga kuat menjadi pelaku pembunuhan terhadap IA (39) yang merupakan istrinya.
Sebelum melakukan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang menyebabkan sang istri tewas lalu bunuh diri, AW disebut sering terlibat percekcokan dengan istrinya. Pertengkaran tersebut diduga karena semasa hidupnya AW tak mau bekerja hingga berselingkuh.
Baca Juga : Hanya Naik Rp 1 M, Wali Kota Malang Pastikan APBD Tak Terbebani Restrukturisasi OPD
Perkembangan penyelidikan tersebut disampaikan Kapolsek Lawang AKP Moh. Lutfi, usai pihak kepolisian memeriksa sejumlah saksi termasuk anak dari pasangan suami istri (pasutri) tersebut.
"Sebetulnya cekcoknya itu karena masalah ekonomi, kemudian yang terakhir itu (suami) mau pinjam sepeda motor istrinya. Tapi sama istrinya tidak boleh, khawatirnya takut dibawa, tidak dikembalikan," terangnya.
Pertengkaran yang disebabkan karena motif ekonomi tersebut, disampaikan Lutfi, diduga karena si suami tak mau bekerja. "Kalau masalah ekonomi, yang laki-laki (suami) itu tidak mau bekerja. Kalau disuruh bekerja dia (suami) menyampaikan: ya sudah tak kerja di Kalimantan. Tapi minta sangu (uang saku), namun 2-3 hari kembali lagi (pulang)," jelas Lutfi.
Para saksi yang dimintai keterangan polisi menyebut, pertengkaran antara pasutri tersebut disebut sudah sering terjadi. "Kalau (sampai) utang, masih belum ada. Tapi, di samping masalah ekonomi itu juga ada masalah perempuan. Jadi suaminya itu diduga juga selingkuh, itu menurut informasi dari keluarganya," ujarnya.
Dugaan adanya orang ketiga hingga suami tak mau kerja yang menyebabkan masalah perekonomian keluarga itulah, disampaikan Lutfi, yang kemudian membuat pasutri tersebut sering terlibat pertengkaran. "(Ketika saksi) Kami tanya cekcoknya karena apa?, di samping masalah ekonomi juga masalah perselingkuhan. Jadi cekcoknya itu sudah lama sebetulnya," pungkas Lutfi.
Sebagaimana diberitakan, usai diduga membunuh istrinya, pelaku ditemukan tewas gantung diri di salah satu kamar rumahnya. Pasutri tersebut ditemukan pertama kali dalam kondisi mengenaskan oleh ayah korban. Yakni berinisial KS (77) yang tinggal satu rumah bersama pasutri tersebut.
Baca Juga : Tasbih Fatimah: Zikir Ringan Penuh Berkah, Hadiah Cinta Rasul untuk Putrinya
Semasa hidupnya, suami yang diduga tega membunuh istrinya tersebut jarang di rumah dan dikenal tertutup serta jarang bersosialisasi dengan para tetangga. Sementara istrinya, kesehariannya bekerja berjualan jajanan ke sekolah-sekolah sembari menjadi ibu rumah tangga.
Pasutri tersebut memiliki dua orang anak. Sementara itu, sebelum ditemukan dalam kondisi kritis yang kemudian tewas, sang istri sempat mengantarkan kedua anaknya untuk pergi ke sekolah.
Hasil penyelidikan awal menyebutkan, sang istri diduga tewas dibunuh suaminya dengan kondisi mengalami lima luka tusuk. Luka tusukan tersebut ditemukan di bagian tubuh dan kaki korban yang membuat nyawanya tak tertolong meski sempat dilarikan ke rumah sakit.
Hingga saat ini, peristiwa dugaan KDRT yang menyebabkan sang istri tewas tersebut masih dalam penanganan Polsek Lawang dan Satreskrim Polres Malang. Sejumlah saksi juga turut diperiksa polisi guna mengungkap runtutan perkara di balik peristiwa seorang suami yang diduga tega membunuh istrinya kemudian gantung diri tersebut.