JATIMTIMES - Pemerintah Kota Blitar kembali menghidupkan denyut budaya dengan menyongsong pelaksanaan Blitar Ethnic National (BEN) Carnival 2025. Gelaran tahunan yang telah menjadi ikon seni jalanan kota ini memasuki edisi keempat dengan semangat baru.
Pada Rabu (23/07/2025), bertempat di Sasana Praja, Pemkot menggelar sosialisasi dan pengundian nomor urut peserta—sebuah tanda bahwa persiapan telah bergerak lebih awal dan lebih matang.
Baca Juga : Elegansi Interior Dimulai dari Atas: Temukan Pesona Lampu Kristal Fujisan di Graha Bangunan Blitar
Sekretaris Daerah Kota Blitar, Priyo Suhartono, membuka kegiatan tersebut dengan nada optimisme. Ia menilai bahwa antusiasme peserta tahun ini memberi harapan besar terhadap kualitas penyelenggaraan.
“Kalau semua sekolah dan OPD ikut, BEN Carnival akan semakin meriah dan berwarna,” ujar Priyo dalam sambutannya.
Ia menekankan pentingnya peran serta lembaga pendidikan dalam menjaga dan memperkenalkan ragam budaya nusantara kepada generasi muda.
Sebanyak 40 peserta telah terdaftar untuk tampil pada tanggal 23 Agustus 2025 mendatang. Mereka berasal dari organisasi perangkat daerah (OPD) serta sekolah tingkat SMP dan SMA sederajat.
Setiap kelompok akan menampilkan pertunjukan seni budaya dengan durasi antara lima hingga tujuh menit, yang menampilkan kekayaan tradisi dari berbagai penjuru Indonesia.
Namun, bukan hanya susunan peserta yang menjadi sorotan. Tahun ini, panitia melakukan perubahan signifikan pada rute karnaval. Jika tahun lalu para peserta memulai perjalanan dari depan Kantor DPRD dan berakhir di Aloon-Aloon, maka tahun ini arah arus dibalik: dimulai dari Aloon-Aloon dan berakhir di depan Kantor DPRD Kota Blitar. Jarak tempuhnya juga lebih pendek, sekitar 800 meter.
Menurut Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Blitar, Edy Wasono, penyesuaian ini dilakukan bukan tanpa pertimbangan. Ia menyebut arahan dari Wali Kota Blitar menjadi landasan perubahan rute.
“Kami ingin penonton mendapat pengalaman visual yang lebih optimal, tanpa terhalang pagar pembatas seperti tahun lalu,” jelas Edy.
Ia juga menjabarkan bahwa panggung utama akan ditempatkan di selatan Alun-Alun, tepatnya di Jalan Kenanga dengan orientasi menghadap ke utara. Penataan ini memungkinkan tamu undangan dan masyarakat umum menikmati pembukaan karnaval secara langsung, tanpa terputus pandangan oleh barikade atau instalasi teknis lainnya.
Baca Juga : Mahasiswa KKN Unisba Blitar Bantu UMKM Bendo Go Digital dan Bersertifikat Halal
Tak hanya itu, tahun ini panitia menambahkan detail penataan yang mencerminkan keseriusan dalam manajemen event. Sebuah gapura masuk khusus bagi peserta akan dibangun di titik awal, guna memastikan proses persiapan berlangsung tertib dan tidak mengganggu visual penonton.
Gapura tersebut juga akan dihias dengan branding wisata Kota Blitar, sebagai pengingat bahwa kota ini bukan sekadar panggung budaya, tetapi juga destinasi unggulan yang lekat dengan nama besar Bung Karno.
Edy menyampaikan bahwa pihaknya berupaya agar BEN Carnival 2025 tidak hanya menjadi tontonan, tetapi juga tuntunan budaya. “Kami ingin masyarakat tidak sekadar menonton, tapi meresapi makna di balik setiap penampilan. Karena budaya adalah jati diri,” katanya.
Dengan panggung yang tertata rapi, rute yang lebih padat makna, serta komitmen kuat dari seluruh pemangku kepentingan, Kota Blitar tampak kian siap bersolek. BEN Carnival 2025 bukan hanya sebuah parade kostum atau iringan musik jalanan. Ia adalah perayaan keragaman yang dikemas secara estetis, sekaligus ajang penguatan identitas Blitar sebagai kota budaya yang inklusif dan progresif.
Kini, semua mata tertuju ke 23 Agustus mendatang, hari ketika jalan jalan Kota Blitar kembali menjadi ruang ekspresi budaya, penuh warna, irama, dan makna.