JATIMTIMES - Pembangunan laboratorium pertanian di Kota Batu masih dalam tahap perencanaan. Laboratorium untuk riset berbagai jenis pertanian itu rencananya digarap tahun depan. Pemkot Batu juga memastikan sudah menyiapkan opsi lahan yang bisa dimanfaatkan.
Hal tersebut diutarakan Wakil Wali Kota Batu Heli Suyanto. Ia menyebut, dengan waktu dan keterbatasan anggaran, realisasi laboratorium itu tidak bisa buru-buru diwujudkan tahun ini.
Baca Juga : Produksi Gula Nasional 51,87 Persen dari Jawa Timur, Sinergi Jadi Kunci Swasembada Gula 2026
"Laboratorium pertanian kita bangun tahun depan ini sudah perencanaan. Tahun ini nggak nutut karena anggarannya juga besar menurut konsultan," ujar Heli saat ditemui, belum lama ini.
Laboratorium itu sebagai salah satu perwujudan janji politik kepemimpinan Nurochman-Heli. Dengan narasi Smart Farming, keduanya berkeinginan menaikkan produktivitas pertanian unggul melalui pelibatan akademisi untuk riset.
Pihaknya sebelumnya mengaku sudah mencoba dengan kelompok tanu untuk pengembangan bibit kentang. Hasilnya bisa diperoleh varietas unggul hasil dari keterlibatan petani muda di Sumber Brantas dan Bulukerto.
"Nantinya laboratorium lengkap semua, mulai hortikultura, bunga. Semua yang berhubungan dengan pertanian, termasuk apel," sebutnya.
Ia memastikan akan banyak melibatkan petani muda Kota Batu beserta akademisi untuk membantu SDM (sumber daya manusia) yang melakukan riset. "Untuk mewujudkan riset yang baik pemerintah perlu hadir membantu petani. Yang jelas banyak anak Batu dan akademisi yanb dilibatkan," tambahnya.
Baca Juga : Gegodog 1676: Hari Saat Pangeran Purbaya Gugur dan Mataram Terkapar
Terkait pembangunan, ia menyebut pemkot mengambil opsi di wilayah Desa Sumber Brantas Kecamatan Bumiaji. Lahan yang ada dirasa strategis dan dekat dengan salah satu wilayah yang banyak ditemui hamparan lahan pertanian di Kota Batu.
"Untuk lokasi diberikan tempat Desa Sumber Brantas, seluas 2.000 meter persegi, beserta juga gudangnya," ungkap Heli.