JATIMTIMES - Seorang nelayan bernama Naridi warga Desa Tambakrejo, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang dilaporkan hilang diduga saat mencari ikan. Diperkirakan, lansia berusia 66 tahun tersebut tenggelam saat berada di perairan Gerojokan Sendangbiru sekitar 300 meter sebelah timur Pulau Sempu.
"Sampai dengan hari ini kami masih melakukan upaya pencarian bersama personel Pos AL Sendangbiru dan tim PSR Malang Selatan serta Basarnas," ujar Kasatpolairud Polres Malang AKP Yoyok Supandi kepada JatimTIMES, Rabu (23/7/2025).
Baca Juga : Pamit Mandi, Lansia Ditemukan Mengapung di Sungai Metro Malang
Menurut keterangan keluarga yang dihimpun polisi, kronologi kejadian bermula pada Selasa (22/7/2025). Seperti hari biasanya, sekitar pukul 4.00 WIB, korban berangkat mencari ikan jenis karang dengan menggunakan perahu sampan atau kunting dayung.
"Dari keterangan pihak keluarga, korban biasanya mencari ikan di sekitaran perairan Pulau Sempu," ujar Yoyok.
Beberapa jam kemudian, sekitar pukul 6.00 WIB, dua orang nelayan yakni Sih Mulyoadi (56) dan Doni Nuviadi (43) menebar jaring di perairan sekitaran lokasi diduga korban mancing ikan. Ketika itu, kedua orang nelayan yang merupakan warga Desa Tambakrejo, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang tersebut melihat sebuah perahu sampan yang dalam kondisi terbalik dan tidak ada orang di sekitarnya.
"Para saksi kemudian menghampiri perahu sampan yang terbalik tersebut serta mengevakuasi dengan cara dinaikkan ke atas perahu mereka," ujar Yoyok.
Pada saat berhasil mengevakuasi perahu itulah, para saksi menemukan alat pancing dan plastik kresek. Di dalam keresek warna merah tersebut diduga berisi bekal makanan yang disimpan di dalam perahu yang sempat terbalik tersebut.
Baca Juga : DJP Resmi Luncurkan Piagam Wajib Pajak, Ini Daftar Lengkap Hak dan Kewajiban WP
Temuan para nelayan itu kemudian oleh para saksi turut dilaporkan kepada pihak terkait termasuk Satpolairud Polres Malang, yang kemudian mengevakuasi perahu sampan tersebut. Setelah diperiksa, terlihat tulisan Kliwon pada lambung perahu sampan tersebut.
"Diketahui bahwa pemilik dari perahu sampan dengan ukuran panjang sekitar 4,5 meter tersebut adalah korban Naridi yang pekerjaannya adalah nelayan," tuturnya.
Hingga Rabu (23/7/2025), personel gabungan yang dilibatkan masih berupaya melakukan pencarian terhadap korban. "Proses pencarian turut melibatkan perahu jukung dan perahu karet dari Basarnas, serta perahu speed dari relawan lokal," pungkas Yoyok.