JATIMTIMES - Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Kota Malang tengah menyelesaikan pembangunan satu ruang kelas baru dengan progres yang terus menunjukkan kemajuan signifikan. Ditargetkan rampung pada September mendatang, proyek yang didanai melalui Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) ini telah mencapai lebih dari 60 persen.
“Hingga hari ini, kalau dirata-ratakan progresnya sudah sekitar 62 persen. Alhamdulillah pengerjaannya berjalan lancar, kualitasnya pun bagus. Peralatan yang digunakan juga sesuai standar, bukan alat sembarangan,” ungkap Kepala MIN 1 Kota Malang, Hj. Siti Aisah, S.Ag., M.Pd.I, saat ditemui di lokasi pembangunan, (18/7/2025).
Baca Juga : Sepekan Macet, Layanan Penyebrangan Ketapang–Gilimanuk Mulai Normal Lagi
Pembangunan satu ruang baru ini akan menambah jumlah kelas yang ada di MIN 1 Kota Malang menjadi 18. Akumulasi jumlah ini juga merupakan tambahan dari enam kelas yang sebelumnya telah dibangun. Penambahan satu kelas ini diproyeksikan untuk menampung siswa kelas 5, dengan pertimbangan efektivitas penggunaan ruang dan kesinambungan proses belajar.

“Tambahan kelas ini rencananya untuk siswa kelas 5. Kalau kita isi untuk kelas 4, nanti kelas 5 tidak bisa menikmati fasilitas ini karena kelas 6 sudah akan lulus,” jelasnya. Awalnya 12, kemudian dengan total 18 ruang kelas, sekolah kini mampu menampung dua tingkat kelas secara ideal, masing-masing sembilan rombel.
Berbeda dengan jenjang madrasah tsanawiyah yang biasanya mendapat fasilitas tambahan seperti laboratorium, perpustakaan, atau asrama (makhat), MIN sebagai madrasah ibtidaiyah hanya difasilitasi pembangunan ruang kelas dari SBSN.
Tidak sekadar membangun secara fisik, ruang kelas baru ini dirancang untuk menjadi ruang belajar digital. Papan tulis interaktif (ITBOT), kabel jaringan, hingga titik-titik listrik telah dipersiapkan agar mendukung aktivitas pembelajaran modern untuk memaksimalkan pendidikan bagi siswa.
“Insya Allah nanti semua ruang dilengkapi WiFi. Kalau cukup, kami juga akan pasang proyektor atau LCD di setiap kelas. Ini supaya kegiatan belajar bisa dipantau dengan mudah,” ujarnya.
Setiap ruang juga akan dilengkapi CCTV sebagai sistem pemantauan. Hal ini dimaksudkan agar aktivitas pembelajaran tetap berjalan optimal, sekalipun ada guru yang berhalangan hadir.
“CCTV itu sangat membantu. Kalau ada guru yang berhalangan, saya bisa langsung pantau kelas mana yang kosong dan segera mengambil tindakan. Sekolah ini luas, kalau saya keliling ujung ke ujung bisa satu jam pelajaran sendiri,” tambahnya.
Baca Juga : PIP Tahap 2 Tahun 2025 Mulai Cair, Ini Cara Cek Dana Bantuan Pakai NISN Siswa
Yang menarik, ruang kelas baru ini akan ditunjang panel surya sebagai sumber energi alternatif. Langkah ini diambil sebagai bagian dari komitmen MIN 1 Kota Malang untuk menjadi madrasah yang peduli lingkungan sekaligus efisien secara energi.
“Panel surya akan dipasang di bangunan baru agar hemat energi. Kami juga sedang mempersiapkan diri menjadi sekolah Adiwiyata, jadi konsep ramah lingkungan ini sangat penting,” tuturnya.
Seluruh pembangunan ini didanai dari SBSN dengan anggaran sebesar Rp 3,7 miliar. Dana tersebut sudah mencakup pembangunan fisik, pengadaan kursi, fasilitas digital, serta instalasi panel surya.
Dengan kombinasi pembangunan fisik berkualitas, integrasi teknologi digital, dan pendekatan ramah lingkungan, MIN 1 Kota Malang menapaki transformasi sebagai madrasah masa depan: inklusif, modern, dan berwawasan hijau.