free web hit counter
Jatim Times Network
Beranda
Pemerintahan

Forum Pemda Malang Raya: Komitmen Kolaborasi Pembangunan Infrastruktur hingga Transportasi Terintegrasi

Penulis : Prasetyo Lanang - Editor : Dede Nana

19 - Jul - 2025, 11:14

Loading Placeholder
Wali Kota Batu Nurochman (tengah), bersama Wali Kota Malang Wahyu Hidayat dan Bupati Malang M. Sanusi dalam forum pemda Malang Raya membahas kolaborasi pembangunan. Membahas wacana infrastruktur jalan hingga transportasi terintegrasi dan sejumlah isu strategis.(Foto: Prasetyo Lanang/JatimTIMES)

JATIMTIMES - Forum sinergitas penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan daerah di Malang Raya digelar di Kota Batu, Jumat (18/7/2025). Dalam pertemuan di Rupatama Balai Kota Among Tani itu, tiga pimpinan daerah se-Malang Raya menegaskan komitmen untuk kolaborasi pembangunan ketiga daerah.

Forum tersebut menelurkan pembahasan sejumlah isu strategis, mulai dari infrastruktur, lingkungan, pengelolaan sumber daya air, hingga transportasi terintegrasi. Rapat kordinasi tersebut juga melibatkan sekretaris daerah Kota Batu, Kota Malang dan Kabupaten Malang, serta jajaran SKPD masing-masing.

Baca Juga : RM dan SUGA BTS Hadiri Konser BLACKPINK di Los Angeles, Bikin Heboh Penggemar

Wali Kota Batu Nurochman sebagai tuan rumah menegaskan Malang Raya harus benar-benar berkolaborasi untuk kemaslahatan bersama. Nurochman menyampaikan paparannya terkait sinergitas infrastruktur jalan, penanganan sampah dan pengelolaan sumber air.

"Ketiga daerah sudah menjadi se-nyawa Malang Raya harus bekerja sama. Beberapa hal yang mendasari secara umum kami membuka ruang untuk kita bisa berkomunikasi lebih banyak, program praktis, juga hal lain," papar Nurochman.

..

Nurochman menegaskan, pertemuan perdana bertajuk Senyawa Malang Raya itu menjadi langkah awal untuk mengintegrasikan pembangunannya antardaerah. Dikatakan, sarana transportasi terintegrasi menjadi proyek strategis tiga daerah di Kota Malang, Kota Batu dan Kabupaten Malang.

Tiga infrastruktur yang tengah digagas diangkat dalam meja diskusi. Di antaranya pembangunan sky train atau kereta gantung, pembangunan tol Malang-Kepanjen, pembangunan jalan tol Sukorejo-Batu. Ketiga proyek tersebut bakal langsung dipresentasikan kepada Ketua Dewan Ekonomi Nasional Indonesia Luhut Binsar Pandjaitan pada 23-24 Juli mendatang.

Wali Kota yang akrab disapa Cak Nur itu menginginkan adanya sinergi dan inovasi. Utamanya transportasi terintegrasi untuk mengurai kemacetan. Pasalnya, ketiga daerah kerap menjadi langganan hambatan akses lalu lintas saat high season.

Ketiga usulan proyek pembangunan itu sebenarnya sudah diinisiasi sejak lama. Lantaran berbagai persoalan tak kunjung terealisasi. Pihaknya juga mengacu kepada Perpres Nomor 80 Tahun 2019 tentang Percepatan Pembangunan Ekonomi di Kawasan Gerbangkertosusila, Bromo-Tengger-Semeru, dan Selingkar Wilis serta Lintas Selatan yang masih berlaku.

"Maka dari itu, perlu adanya harmonisasi mengenai Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) di tiga daerah," ungkap Cak Nur.

Wali Kota Malang Wahyu Hidayat menyampaikan hal senada. Kerja sama antardaerah Malang Raya menjadi poin penting untuk terus melanjutkan forum diskusi untuk mematangkan perencanaan yang lebih teknis.

"Tujuan kita tiga daerah yang memiliki karakter penanganan yang berbeda, juga akan menyamakan visi," ujar Wahyu.

Mantan Sekda Kabupaten Malang itu menilai usulan pembangunan tol menjadi langkah alternatif untuk mengurai kemacetan. Selain itu, kebijakan transportasi publik di tiga daerah perlu dikaji kembali.

Baca Juga : Polda Jatim Larang Sound Horeg, MUI Banyuwangi: Pemkab Wajib Ikut Dukung!   

Di tempat yang sama, Bupati Malang M. Sanusi menambahkan, untuk mematangkan rencana, tiga daerah Malang Raya akan kembali duduk bersama dalam Tim Koordinasi Kerja Sama Daerah (TKKSD). Yang mana beberapa perencanaan tata ruang dan wilayah hingga gambaran pelaksanaan pembangunan yang diusulkan bisa dikaji komprehensif.

"Kami berharap Malang Raya akan diberikan kepercayaan oleh pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam rencana pembangunan ini," kata Sanusi.

Dengan penyusunan yang matang usulan tersebut akan menjadi Proyek Strategis Nasional (PSN). Sehingga seluruh dana pembangunan akan didukung Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

"Upaya ini untuk mewujudkan kemudahan akses. Tentu efek jangka panjang juga berdampak untuk menggerakkan ekonomi masyarakat Malang Raya," tambahnya.

Menutup forum tiga daerah se-Nyawa Malang Raya itu, Wali Kota Batu Nurochman menegaskan tidak boleh ada lagi ego sektoral dapam kolaborasi pembangunan untuk kemajuan bersama. Sebab, pembangunan infrastruktur, moda transportasi terintegrasi, penanganan masalah lingkungan dan pariwisata harus menjadi satu kesatuan.

Salah satunya berkaitan moda transportasi dan infrastruktur jalan menjadi isu strategis yang dianggap urgen. Ketiga daerah melalui pokja berkoordinasi untuk mengintegrasikan moda apa saja yang akan direncanakan. Nurochman mencontohkan rencana sky train juga jalan tembus Sukorejo-Batu dan Tol Malang-Kepanjen.

Ia juga menyinggung permodalan pemanfaatan sumber air serta perbaikan lingkungan yang harus dibahas lebih teknis bersama. "Tidak ada lagi resistensi antar daerah Malang Raya. Persoalan sampah, penghijauan untuk masalah sumber air yang dimanfaatkan, sampai moda transportasi. Semua sudah menjadi pemikiran bersama," tegas Nurochman (ADV).


Topik



Media Terverifikasi Dewan Pers

Update Berita JatimTIMES Network

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News JatimTIMES atau bisa menginstall aplikasi Jatim Times News melalui tombol berikut:


Penulis

Prasetyo Lanang

Editor

Dede Nana

Pemerintahan

Artikel terkait di Pemerintahan

--- Iklan Sponsor ---