JATIMTIMES - Menteri Lingkungan Hidup sekaligus Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup RI, Hanif Faisol Nurofiq mendorong Pemkot Batu untuk percepatan pengelolaan sampah serta mendorong percepatan transformasi sistem tata kelola persampahan. Hal tersebut disampaikan saat meninjau langsung TPA Tlekung, Junrejo, Kota Batu, belum lama ini.
Dalam kunjungan tersebut, Menteri Lingkungan Hidup meninjau langsung efektivitas pengelolaan sampah yang ada di TPA Tlekung. Ia menyampaikan jika sudah menjadi komitmen pemerintah pusat dalam mendukung Kota Batu sebagai destinasi pariwisata yang ramah lingkungan.
Baca Juga : Swiss-Belhotel Tunjuk Ilkin Ilyaszade Sebagai Senior VP Baru untuk Kawasan Indonesia
Menteri LH Hanif menyampaikan apresiasi atas upaya Pemkot Batu dalam mengoptimalkan pengelolaan sampah. Termasuk penerapan waste-to-energy (pengolahan sampah menjadi energi) dan program pemilahan sampah dari ratusan ton sampah yang masuk di TPA Tlekung.
"TPA Tlekung memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi model pengelolaan sampah terintegrasi, tidak hanya sekadar tempat pembuangan, tetapi juga pusat daur ulang dan pengolahan sampah yang bernilai ekonomi," ujar Hanif dalam keterangannya, Kamis (17/7/2025).
Pemkot Batu dalam kesempatan itu menyampaikan komitmen untuk terus bersinergi dengan pemerintah pusat, swasta, dan masyarakat. Utamanya mewujudkan tata kelola sampah yang efisien, sekaligus mendukung target nasional pengurangan sampah plastik dan emisi karbon.
"Kami mendorong agar Kota Batu dapat menjadi percontohan bagi daerah lain dalam penerapan circular economy (ekonomi sirkular) berbasis sampah," imbuh Hanif.
Baca Juga : PLN UP3 Malang Dukung Program Bank Sampah Tahap 2, Dorong Terciptanya Ekonomi Hijau
Sebagaimana diberitakan, TPA Tlekung kini memiliki empat sel big composter untuk mengatasi sampah organik dari perkotaan. Yakni hasil pemilahan dari 21 ruas jalan. Komposter berkapasitas 4 ton itu menjadi awal desentralisasi penanganan sampah organik melalui rumah kompos masing-masing desa dan kelurahan tahun ini.
Kota Batu masih memiliki banyak pekerjaan rumah penanganan sampah. Di antaranya sampah hotel restoran dan kafe atau Horeka, serta pengaktifan kemandirian pengolahan sampah melalui TPS3R di masing-masing desa yang belum semuanya terealisasi.