JATIMTIMES - Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) L’SIMA milik Lapas Kelas I Malang kembali mencuri perhatian publik. Kali ini, dua pejabat tinggi dari Kementerian Koordinator Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan (Kemenko Kumham Imipas) dibuat terkesima dengan keberhasilan program pembinaan yang dijalankan warga binaan.
Asisten Deputi Koordinasi Strategi Pelayanan Pemasyarakatan, Dwi Nastiti dan Asisten Deputi Koordinasi Pembangunan dan Kerja Sama HAM, Ruliana Pendah Harsiwi melakukan kunjungan langsung ke SAE L’SIMA yang berlokasi di Kecamatan Ngajum, Kabupaten Malang.
Kunjungan itu disambut hangat oleh Kalapas Kelas I Malang Teguh Pamuji dan Kalapas Perempuan Malang Yuningseh. Dalam kunjungan tersebut, rombongan pejabat menyusuri berbagai fasilitas pembinaan mulai dari kolam budidaya ikan nila dan lele, ladang sayur, hingga peternakan ayam petelur dan lahan pertanian edamame.
Tak sekadar berkeliling, Dwi Nastiti juga sempat memberi pakan ikan dan memanen telur ayam langsung dari kandang. Ia mengaku kagum dengan produktivitas warga binaan dan menyebut SAE L’SIMA sebagai contoh sukses program ketahanan pangan di lingkungan pemasyarakatan.
“Alhamdulillah, SAE L’SIMA tidak hanya memberi ruang asimilasi, tapi juga menjadi contoh konkret program ketahanan pangan dan pembinaan kemandirian yang berhasil. Telur-telur yang dihasilkan sangat berkualitas dan ini menandakan warga binaan dibina secara serius dan berkelanjutan,” tegas Dwi Nastiti.
SAE L’SIMA sendiri kini menjadi pusat pelatihan produktif yang mengandalkan tenaga warga binaan. Tercatat, sebanyak 16 orang warga binaan aktif menjalani asimilasi kerja di lokasi tersebut, mengelola komoditas unggulan seperti edamame, kubis manis, kangkung, padi gogo, hingga ayam petelur.
Kalapas Kelas I Malang, Teguh Pamuji, mengapresiasi kunjungan dari Kemenko Kumham. Ia menyebut, keberhasilan SAE tak lepas dari kerja keras seluruh jajaran dan semangat warga binaan dalam menjalani proses pembinaan.
“Kami merasa terhormat atas kunjungan dan dukungan Ibu Asdep dan jajaran Kemenko. Ini menjadi penyemangat bagi kami untuk terus mengembangkan SAE agar manfaatnya tidak hanya dirasakan warga binaan, tapi juga masyarakat luas,” ujar Teguh.
Baca Juga : Heboh King Abdi Promosi Toko Miras, Wali Kota Malang Tegaskan Tak Berizin dan Dilarang Diiklankan
Lebih jauh, Teguh menegaskan bahwa SAE merupakan implementasi nyata dari program Asta Cita Presiden dan 13 Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan. Terutama dalam hal pemberdayaan dan pembinaan warga binaan berbasis ketahanan pangan.
Sementara itu, Ruliana Pendah Harsiwi menilai SAE L’SIMA layak menjadi model nasional. Ia menekankan pentingnya menjaga keberlanjutan serta memperluas distribusi hasil produksi ke masyarakat luar.
“Kami berharap ini bisa direplikasi di UPT lain karena jelas memiliki dampak nyata bagi pembinaan dan juga masyarakat luas,” kata Ruliana.