JATIMTIMES - Tak hanya diwarnai duel pecatur senior, ajang Bhayangkara Chess Day 2025 Piala Kapolresta Malang Kota di Malang Creative Center (MCC) juga menghadirkan kejutan. Yakni dari para pecatur cilik yang unjuk gigi di antara para lawan yang jauh lebih berpengalaman.
Salah satu yang menyita perhatian adalah Ken Harits Elfathan, bocah berusia 8 tahun yang dengan percaya diri melangkah di papan catur. Meski baru pertama kali mengikuti turnamen resmi, Ken mengaku mantap menghadapi lawan-lawannya.
Baca Juga : Oxford vs Port FC: Final Piala Presiden 2025 Pecahkan Tradisi!
“Seru ikut turnamen ini. Memang agak susah, tapi saya yakin bisa menang,” ucap Ken, yang sudah mulai mengenal catur sejak duduk di bangku kelas 1 SD. Ia terbiasa berlatih di rumah bersama ayah dan kakaknya, yang juga gemar bermain catur.
Bhayangkara Chess Day menjadi momen penting bagi Ken dan anak-anak lain untuk merasakan atmosfer kompetisi yang sesungguhnya. Turnamen ini sekaligus menjadi wadah langka bagi bibit-bibit muda pecatur, terutama di tengah minimnya kompetisi catur untuk kategori usia dini.
Sang ayah, Aditya, menilai bahwa turnamen seperti ini sangat bermanfaat, bukan hanya untuk kompetisi, tapi juga untuk melatih konsentrasi dan fokus anak-anak sejak dini. Ia bercerita bahwa putra-putranya tumbuh akrab dengan catur, diawali dari sang kakak pertama yang mengenalkan permainan strategi itu di usia SD.
“Menurut kami, turnamen catur untuk anak-anak itu masih jarang. Bhayangkara Chess Day ini jadi wadah yang bagus karena melibatkan semua usia, dari SD sampai dewasa,” jelas Aditya.
Meski belum membidik gelar juara, Aditya menilai partisipasi ini sebagai pengalaman berharga. Ia berharap turnamen semacam ini bisa digelar secara rutin agar anak-anak punya ruang lebih luas untuk mengembangkan minat dan bakat di dunia catur.

Ajang Bhayangkara Chess Day Piala Kapolresta Malang Kota 2025 memang bukan turnamen biasa. Selain memperingati Hari Bhayangkara ke-78, kegiatan ini juga menjadi simbol sinergi antara aparat kepolisian dan masyarakat dalam menciptakan ruang positif bagi generasi muda.
Untuk diketahui, hingga pendaftaran Bhayangkara Chess Day Piala Kapolresta Malang Kota ditutup pada Jum'at (11/7/2025) pukul 18.00 WIB jumlah peserta yang mendaftar sebanyak 510 pendaftar. Jumlah tersebut melebihi dari target yang ditetapkan sebanyak 500 peserta dari semua kategori, mulai dari kategori umum, polisi, dan pelajar tingkat SMP putra/putri, dan tingkat SD putra/putri.
Rincian terbanyak pada kategori umum dan polisi sebanyak 259 pendaftar. Sedangkan, pada kategori pelajar sebanyak 251 peserta. Pada kategori pelajar ini terbanyak pesertanya dari jenjang Sekolah Dasar (SD) putra mencapai 100 lebih peserta. Selebihnya terdistribusi pada kategori pelajar SMP putra/putri dan kategori SD putri. Hingga saat ini proses verifikasi pendaftar tengah dilakukan oleh panitia.
Baca Juga : Jelocity Jadi Simbol Sinergi UMKM, Seni, dan Olahraga di Situbondo
Turnamen dengan total hadiah sebesar Rp 25 juta tanpa biaya pendaftaran alias gratis ini, bakal jadi ajang perang para master catur. Berdasarkan rekapitulasi sementara pendaftar, terdapat deretan nama pecatur dengan gelar master.
Bukan saja mereka yang memiliki gelar Master Nasional (MN), tapi ada juga yang bergelar Internasional Master (IM). Salah satunya adalah Moh Ervan. Pemilik gelar IM asal Kabupaten Probolinggo juga bakal meramaikan Bhayangkara Chess Day Piala Kapolresta Malang Kota dalam rangka Hari Bhayangkara Ke-79. Selain pemilik gelar IM, juga ada pemilik gelar Fide Master (FM) Yoga Pradafa Harahap FM dari Sumatera Barat, dan Catur Adi Sagita dari UIN Maliki Malang.
Ada juga sederetan Master Nasional di antaranya, Aris Rochmadi dari Boyolali, Saifud Toharo, Sidoarjo, Dicky Aditya, NNC Club, Fikrul Safuddin, MN dari Gresik, Hadi Supriyanto, MN dari Sidoarjo. Ada juga nama Alfin Meidy Kurniawan, MP dari Kediri.
Para master yang bakal meramaikan Bhayangkara Chess Day tidak hanya dari kalangan pria, tapi juga dari perempuan. Di antara master wanita yang sudah mendaftar ada nama Nadya Angraini Mukmin, WNM dari Kota Surabaya, Nisriina Almaas Tsabita WPM Kota Malang.