JATIMTIMES – Di balik langkah sederhana membagikan paket makanan bergizi kepada ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non-PAUD, tersimpan misi besar: memutus rantai stunting dan membangun generasi emas dari akar rumput. Itulah semangat yang diusung Pemerintah Kabupaten Magetan saat meluncurkan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Tidak lagi sebatas wacana, kebijakan yang digulirkan pemerintah pusat kini mulai menyentuh langsung dapur-dapur rumah warga. Program MBG menjadi jawaban atas kegelisahan banyak ibu, terutama mereka yang tinggal di wilayah dengan keterbatasan akses terhadap gizi seimbang.
Baca Juga : Silsilah dan Jejak Sunan Bonang: Antara Samarkand, Yunan, dan Tuban
"Alhamdulillah, ini benar-benar membantu. Apalagi saya sedang hamil. Kadang kebutuhan gizi harian tidak selalu bisa dipenuhi dari dapur sendiri," kata Maryati salah satu penerima manfaat, usai menerima paket makan bergizi yang terdiri dari nasi, lauk, sayur, ikan, buah, dan susu.
Wakil Bupati Magetan, Suyatni Priasmoro, menegaskan bahwa kelompok ibu hamil, menyusui, dan balita non-PAUD, atau yang dikenal dengan kelompok B3 adalah titik krusial dalam membentuk kualitas sumber daya manusia masa depan.
“Kalau ingin mencetak generasi unggul, harus dimulai sejak dini, sejak dalam kandungan bahkan. Karena itu, kelompok ini menjadi prioritas dalam program MBG,” tegas Suyatni.
Untuk tahap awal, program ini menyasar dua kecamatan: Sukomoro dan Magetan, dengan total 764 penerima manfaat. Pemilihan lokasi didasarkan pada kesiapan infrastruktur pelayanan gizi, yakni Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), yang nantinya juga akan dikembangkan di seluruh kecamatan.
Data Dinas Kesehatan Magetan menunjukkan penurunan angka stunting yang cukup signifikan: dari 19,2% menjadi 10,4%. Meski patut diapresiasi, angka ini belum menjadi alasan untuk berpuas diri. Justru, Pemkab Magetan menganggapnya sebagai motivasi untuk memperluas cakupan program dan memperkuat kolaborasi antar lembaga.
Baca Juga : Ingin Cepat Kurus? Rahasia Diet Ternyata Ada di Waktu Makan Siang
Program MBG merupakan bagian dari strategi besar nasional yang digagas Presiden Prabowo Subianto dalam membangun pondasi Indonesia Emas 2045, di mana generasi sehat dan cerdas menjadi kunci keberhasilan.
“Ini bukan pekerjaan satu pihak. Harus ada sinergi dari semua lini, pemerintah, tenaga kesehatan, hingga masyarakat itu sendiri,” ujar Suyatni.