free web hit counter
Jatim Times Network
Beranda
Ekonomi

Inflasi Kota Batu Gara-Gara Cabai dan Bawang, Kebijakan ODOL Mulai Berdampak

Penulis : Prasetyo Lanang - Editor : Nurlayla Ratri

05 - Jul - 2025, 09:37

Loading Placeholder
Komoditas cabai dan bawang dijual oleh padagang di Pasar Induk Among Tani Batu. Inflasi terjadi pada sejumlah komoditas cabai dan bawang yang mengalami kenaikan harga.(Foto: Prasetyo Lanang/JatimTIMES)

JATIMTIMES - Meski mengalami deflasi cukup tinggi pada bulan Mei, inflasi terjadi di Kota Batu pada bulan Juni 2025. Sejumlah komoditas cabai dan bawang menjadi penyumbang terbesar. Estimasi angka kenaikannya sebesar 0,20 persen secara month to month (mtm).

Deflasi Kota Batu sebelumnya pada bulan Mei mencapai -2,81 persen secara mtm. Kemudian angkanya terus merangkak naik mulai bulan Juni pekan pertama hingga pengujung bulan. 

Baca Juga : Atlet Muda Cabor Catur Kota Batu Sabet Medali Perak Nomor Campuran

Analisis Kebijakan Ahli Muda Bidang Perekonomian dan Sumber Daya Alam (SDA) Diyah Wahyuni mengatakan angka inflasi yang terjadi sejak pekan pertama tidak begitu besar. Totalnya mencapai -1,10 persen.

"Disumbang tiga komoditas utama. Yakni cabai rawit, bawang merah dan cabai merah," ujar Diyah, belum lama ini.

Pada minggu kedua, sambung dia, inflasi sebesar 0,24 persen menjadi -0,86. Komoditas yang mengalami inflasi diantaranya bawang putih, bawang merah dan cabai rawit. Dengan komoditas yang sama, kembali mengami inflasi sebesar 0,20 persen menjadi -0,66 persen per pekan ketiga.

Angkanya semakin naik pada minggu keempat sebesar 0,23 persen mencapai -0,43 persen. Komoditas penyumbang, yakni bawang putih, bawang merah dan cabai merah. Diyah menilai, dengan kondisi itu menjadikan harga pangan di Kota Batu tidak begitu naik signifikan.

Terpisah, Kabid Perdagangan Dinas Koperasi Usaha Mikro Perindustrian dan Perdagangan (Diskumperindag) Kota Batu Nurbianto Puji menyampaikan, ada beberapa faktor terjadinya inflasi. Mulai dari adanya momen libur sekolah hingga mendongkrak angka kunjungan wisata di Kota Batu.

"Akibatnya permintaan mulai banyak dan stoknya terbatas. Sementara saat ini, produksi cabai juga tidak begitu besar kaarena belum memasuki masa panen," katanya.

Baca Juga : Kurang Pendampingan, Puluhan Pelaku Usaha di Kampung UMKM Rejoso Kota Batu Gulung Tikar

Di sisi lain, ada dampak dari sejumlah peristiwa, seperti aksi mogok sopir terhadap kebijakan Over Dimension Over Loading (ODOL). Sehingga, harganya terpaksa melambung untuk mengimbangi permintaan pasar. 

Nurbianto berujar, kenaikan paling signifikan pada komoditas cabai. Di Pasar Induk Among Tani Batu misalnya. Harganya sudah mencapai Rp 60-65 ribu per kilogram. Pada laman Sistem Informasi Keterseduaan dan Perkembangan Harga Bahan Pokok (Siskaperbapo) harga cabai di Kota Batu juga tembus Rp 59,4 ribu.

"Sementara harganya belum kembali stabil hingga saat ini," tambahnya.


Topik



Media Terverifikasi Dewan Pers

Update Berita JatimTIMES Network

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News JatimTIMES atau bisa menginstall aplikasi Jatim Times News melalui tombol berikut:


Penulis

Prasetyo Lanang

Editor

Nurlayla Ratri

Ekonomi

Artikel terkait di Ekonomi

--- Iklan Sponsor ---