free web hit counter
Jatim Times Network
Beranda
Internasional

B-2 dan Tomahawk Siap Hantam Iran, Ini Langkah Militer AS yang Mengejutkan

Penulis : Publisher Jatim Times - Editor : Dede Nana

22 - Jun - 2025, 12:28

Loading Placeholder
Foto: REUTERS/Karamallah Daher

JATIMTIMES — Ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran kembali memuncak. Kali ini, perhatian dunia tersedot pada langkah militer mengejutkan yang dilakukan pemerintah AS di bawah Presiden Donald Trump

Tindakan itu termasuk pemindahan pesawat pengebom siluman B-2 Spirit dan kesiapan rudal jelajah Tomahawk untuk kemungkinan serangan ke sejumlah situs nuklir penting di Iran.

Baca Juga : Sultan Bocah dalam Perjanjian Subordinasi: Hamengkubuwana V dan Kekalahan Politik Yogyakarta

Presiden Trump dikabarkan telah mempertimbangkan opsi serangan udara langsung ke tiga situs nuklir strategis Iran, yakni Fordow, Natanz, dan Isfahan. Langkah ini diklaim sebagai upaya untuk menahan kemajuan program nuklir Iran yang dianggap sebagai ancaman terhadap keamanan global dan eksistensi Israel.

“Presiden Trump mengumumkan serangan langsung oleh Angkatan Udara AS terhadap tiga situs nuklir Iran yakni Fordow, Natanz, dan sebuah lokasi di Isfahan dengan menggunakan bom bunker buster dan rudal Tomahawk,” ungkap laporan CNBC Indonesia mengutip CNN.

Pesawat Pengebom Siluman Dikerahkan

Langkah persiapan dimulai dengan pemindahan pesawat pengebom B-2 Spirit dari Pangkalan Udara Whiteman di Missouri menuju wilayah Pasifik seperti Guam dan Diego Garcia. Dua lokasi ini dikenal sebagai titik peluncuran strategis untuk operasi militer jarak jauh ke Timur Tengah.

Menurut data pelacakan penerbangan yang ditinjau CNN, beberapa pesawat B-2 tampaknya lepas landas dari Missouri pada Jumat malam dan menuju ke barat. Pejabat pertahanan AS mengatakan bahwa hingga saat itu belum ada perintah eksplisit untuk menyerang, namun pergerakan ini ditujukan untuk memberi opsi kepada Presiden.

“Pergerakan pesawat dapat menjadi unjuk kekuatan dan pencegah saat Trump mempertimbangkan pilihan militernya,” ujar seorang pejabat pertahanan AS.

Pesawat B-2 memiliki kemampuan membawa dua unit bom penghancur bunker seberat 30.000 pon masing-masing, yang disebut Massive Ordnance Penetrator. Bom ini disebut-sebut sebagai satu-satunya senjata konvensional yang mampu menghancurkan fasilitas nuklir bawah tanah seperti Fordow.

Operasi Logistik dan Pengisian Bahan Bakar di Udara

Di saat yang sama, delapan pesawat KC-135 Stratotanker dari Altus, Oklahoma, juga terlihat lepas landas. Pesawat tanker ini bertugas mengisi bahan bakar dua kelompok pesawat di udara yang diidentifikasi dengan tanda panggilan MYTEE11 FLT dan MYTEE21 FLT—kode yang sebelumnya diasosiasikan dengan aktivitas B-2.

Pesawat-pesawat ini mengisi bahan bakar pertama kali di atas Kansas, lalu kembali mengisi ulang di lepas pantai California dan di atas wilayah Hawaii. Citra satelit juga menunjukkan bahwa enam KC-135 telah diposisikan di Diego Garcia sebagai cadangan pengisian bahan bakar untuk armada B-2.

Baca Juga : Inter Milan Menang Dramatis atas Urawa Reds 2-1 di FIFA Club World Cup

Trump Aktif Pantau Situasi

Sepanjang minggu itu, Presiden Trump dilaporkan aktif berada di Ruang Situasi Gedung Putih untuk meninjau dan mendiskusikan berbagai opsi militer bersama tim keamanan nasional. Ia menyebut bahwa waktu maksimal untuk pengambilan keputusan militer adalah dua minggu.

“Trump akan mengadakan pertemuan dengan tim keamanan nasionalnya di Ruang Oval pada Sabtu dan Minggu malam,” ungkap seorang pejabat Gedung Putih.

Meskipun Gedung Putih menolak memberikan komentar resmi, banyak pihak meyakini bahwa semua tanda menunjukkan kesiapan tinggi AS untuk melakukan serangan udara terbatas jika dianggap perlu.

Mengenal B-2 Spirit

B-2 Spirit adalah pesawat pengebom multiperan yang mampu membawa amunisi konvensional maupun nuklir. Desain sayap terbangnya dan teknologi siluman menjadikannya sulit dideteksi oleh radar musuh. Pesawat ini dapat menembus sistem pertahanan udara paling canggih di dunia.

Dengan jangkauan sekitar 9.600 km tanpa pengisian bahan bakar, B-2 dapat menjangkau target global dalam waktu singkat. Lapisan komposit, desain aerodinamis, serta reduksi tanda inframerah dan radar membuat pesawat ini menjadi kekuatan udara yang ditakuti.

Ketegangan antara Iran dan AS kini berada pada titik genting. Dengan pergerakan militer berskala besar yang dilakukan Washington, termasuk pengerahan B-2 dan kesiapan Tomahawk, dunia menanti apakah langkah ini hanya bentuk unjuk kekuatan atau akan berujung pada konfrontasi bersenjata. Semua mata kini tertuju ke Timur Tengah.


Topik



Media Terverifikasi Dewan Pers

Update Berita JatimTIMES Network

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News JatimTIMES atau bisa menginstall aplikasi Jatim Times News melalui tombol berikut:


Penulis

Publisher Jatim Times

Editor

Dede Nana

Internasional

Artikel terkait di Internasional

--- Iklan Sponsor ---