JATIMTIMES - Proyek pembangunan jalan tol Malang-Kepanjen yang ditangani Kementerian Pekerjaan Umum RI melalui pihak ketiga masuk ke dalam salah satu prioritas pembangunan di tahun 2025-2029 di wilayah Provinsi Jawa Timur.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga Kabupaten Malang Khairul Isnadi Kusuma menyampaikan, rencana pembangunan jalan tol Malang-Kepanjen yang termasuk prioritas utama sesuai dengan Peraturan Presiden RI Nomor 80 Tahun 2019 tentang Percepatan Pembangunan ekonomi pada Kawasan Gresik-Bangkalan-Mojokerto-Surabaya-Sidoarjo-Lamongan, Kawasan Bromo-Tengger-Semeru, serta kawasan Selingkar Wilis dan Lintas Selatan yang telah ditanda tangani oleh Presiden RI Joko Widodo pada 20 November 2019 lalu.
Baca Juga : Godbless Siap Panaskan GBK di Laga Indonesia vs China
Pejabat publik yang akrab disapa Oong itu mengatakan, rencana pembangunan jalan tol Malang-Kepanjen juga sempat dibahas secara intensif bersama Menteri Pekerjaan Umum RI Dody Hanggodo saat melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Malang untuk meninjau daerah irigasi Molek di Kecamatan Sumberpucung pada Sabtu (18/1/2025) lalu.
Di mana pada saat itu, Oong mendampingi Bupati Malang HM. Sanusi melakukan pembicaraan serius mengenai realisasi pembangunan jalan tol Malang-Kepanjen yang ke depan akan menjadi pengungkit perekonomian masyarakat Kabupaten Malang dan sekitarnya.
"Dari situ Pak Menteri sudah merespons dengan baik bahwa beliau sudah memahami untuk jalan tol Malang-Kepanjen itu merupakan prioritas yang utama yaitu di tahun 2025-2029 sesuai dengan Perpres Nomor 80 Tahun 2019 tentang percepatan pembangunan ekonomi di wilayah Jawa Timur sama Keputusan Menteri PU," ungkap Oong kepada JatimTIMES.com.
Pihaknya mengatakan, usai membahas secara intensif mengenai rencana pembangunan jalan tol Malang-Kepanjen, Menteri Pekerjaan Umum RI Dody Hanggodo langsung menyampaikan kepada Direktur Jalan Bebas Hambatan Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian PU RI.
"Pak Menteri sudah menyampaikan langsung dan meneruskan langsung ke Dirjen Jalan Bebas Hambatan, Pak Dirjen mengiyakan bahwa itu (rencana pembangunan jalan tol Malang-Kepanjen) merupakan prioritas utama," ujar Oong.
Lebih lanjut, pihaknya mengatakan untuk persiapan pembangunan jalan tol Malang-Kepanjen semuanya sudah siap dan beberapa terus menunjukkan progres yang baik. Mulai dari Detail Engineering Design (DED), Rencana Pembelajaran Semester (RPS) hingga Amdal semuanya sudah siap. Tinggal yang saat ini sedang berproses yakni terkait dengan pembebasan lahan.
Baca Juga : Atlet Kota Malang Ikuti Character Building sebelum Tampil di Porprov
Pihaknya menyebut, untuk rencana trase jalan tol Malang-Kepanjen juga sudah ditentukan dan telah masuk ke DED. Namun, Oong mengatakan kemungkinan akan ada beberapa perubahan titik trase. Mengingat saat ini Kabupaten Malang memiliki lembaga pendidikan di bawah naungan Kementerian Pertahanan RI yakni SMA Taruna Nusantara yang berada di Desa Gampingan, Kecamatan Pagak, Kabupaten Malang.
"Nanti mungkin ada perubahan-perubahan trase, karena sekarang ada SMA Taruna Nusantara. Mudah-mudahan dengan adanya SMA Taruna Nusantara ini dapat menjadi pengungkit untuk percepatan pembangunan jalan tol. Sehingga nanti bisa jadi exit tolnya itu mendekati SMA Taruna Nusantara yang ada di Desa Gampingan, Pagak," ujar Oong.
Dengan berbagai perkembangan yang ada, pihaknya berharap pada akhir tahun 2025 atau di awal tahun 2026 sudah ada pergerakan awal terkait pembangunan jalan tol Malang-Kepanjen. "Mudah-mudahan nanti kalau memang ada anggaran, kemungkinan anggaran itu nanti dari loan atau pinjaman lunak luar negeri. Mudah-mudahan di tahun 2025 atau 2026 minimal itu sudah mulai ada pergerakan," pungkas Oong.