JATIMTIMES - Tokoh perempuan asal Kabupaten Malang Rendyta Witryani Setyawan resmi terpilih sebagai anggota Executive Committee Asosisasi Kabupaten Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (Exco Askab PSSI) Kabupaten Malang. Struktur kepengurusan Askab PSSI Kabupaten Malang tersebut telah resmi disetujui dalam Kongres PSSI 2025 formasi baru, Minggu (25/5/2025).
Askab PSSI juga telah resmi menyetujui lima anggota Exco. Agendanya, dalam waktu dekat ini kelimanya akan menjalani pelantikan.
Baca Juga : Kasepuhan Sentono Dalem Majan Minta Tombak Kyai Upas Diboyong ke Pendapa Tulungagung, Ini Alasanya
Rendyta akan bertugas sebagai anggota Exco pada periode 2025-2029 bersama empat orang Exco lainnya. Yakni Zulham Mubarak, Chotib, Refan Choiru M. Kudsi dan Tri Nurhadi.
Kepengurusan pada posisi Exco Askab PSSI Kabupaten Malang tersebut, menjadikan Rendyta sebagai salah satu anggota yang mewakili perempuan. Bagi Rendyta, Kabupaten Malang sudah harus mulai menunjukkan bahwa perempuan juga bisa ambil peran dalam persepakbolaan.
"Ketika perempuan ambil bagian dalam persepakbolaan, menandakan emansipasi perempuan di ruang publik tidak diragukan lagi," ujar Rendyta kepada JatimTIMES, Minggu (25/5/2025).
Sosok yang kini juga aktif berorganisasi ini meyakini, perempuan juga dapat ambil bagian dalam kemajuan persepakbolaan, termasuk di Kabupaten Malang. "Perempuan juga bisa ambil bagian dalam persepakbolaan yang identik dengan laki-laki. Perlu diingat, sepakbola ini bukan soal gender, tapi soal semangat," imbuhnya.
Sosok yang kini juga menjabat sebagai Kepala Desa (Kades) Senggreng, Kecamatan Sumberpucung, Kabupaten Malang ini berkomitmen untuk aktif ambil bagian dalam memajukan sepakbola di Kabupaten Malang. Hal itu sejalan dengan potensi yang dimiliki di Kabupaten Malang.
"Saya kira di Kabupaten Malang juga tidak akan kehabisan potensi sepakbola. Termasuk peluangnya bagi perempuan," tutur Rendyta.
Potensi sepakbola perempuan tersebut, disampaikan Rendyta, juga dibuktikan dengan adanya klub sepakbola perempuan di Kabupaten Malang. "Kami mengakui banyak klub-klub yang sudah luar biasa, ada dari Turen lalu di Sumberpucung juga ada Mahayana FC putri. Klub-klub itu juga banyak melahirkan sepakbola perempuan," ujarnya.
Baca Juga : Legenda Sawunggaling Buka Surabaya Vaganza 2025 dengan Teatrikal Meriah
Rendyta berharap, dengan amanah yang ia emban kini membuatnya bisa terus memajukan potensi sepakbola wanita di Kabupaten Malang. "Harapannya semakin banyak keikutsertaan perempuan dalam mengikuti sepak bola," ujarnya.
Guna memfasilitasi potensi tersebut, Rendyta bakal turut merealisasikan termasuk mendorong sejumlah pihak untuk menyelenggarakan liga atau kompetisi sepakbola profesional. Di mana, dalam waktu dekat ini juga bakal diselenggarakan Piala Pertiwi 2025 kategori usia atau U14 dan U16.
Dijelaskan Rendyta, turnamen sepakbola putri tersebut berlangsung pada 27 Mei hingga 1 Juni 2025. Yakni diselenggarakan di Stadion Cakrawala Universitas Negeri Malang (UM).
"Harapannya liga atau turnamen profesional untuk perempuan seperti Piala Pertiwi ini bisa terus diadakan. Sehingga akan semakin banyak perempuan yang ikut serta dalam sepakbola. Sekaligus menjadikan perempuan nantinya akan semakin banyak ruang untuk mengikuti ajang kompetisi olahraga," pungkasnya.