free web hit counter
Jatim Times Network
Beranda
Peristiwa

Kemenag Kabupaten Malang: Jika Tahun Depan Gunakan Skema 8 Syarikah, Kita Sudah Siap 

Penulis : Tubagus Achmad - Editor : Yunan Helmy

25 - May - 2025, 16:53

Loading Placeholder
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Malang Sahid saat ditemui di pos polisi Karanglo, Sabtu (24/5/2025). (Foto: Tubagus Achmad/JatimTIMES)

JATIMTIMES - Kantor Kementerian Agama Kabupaten Malang mengaku telah siap jika tahun depan atau pada tahun 1447 Hijriah/2026 Masehi, pemerintah Arab Saudi masih tetap menggunakan skema delapan syarikah dalam memberikan pelayanan kepada  jemaah haji asal Indonesia. 

Hal itu disampaikan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Malang Sahid usai memberangkatkan dan melepas  jemaah haji menuju Tanah Suci dari pos polisi Karanglo melalui pintu tol Singosari, Kabupaten Malang. 

Baca Juga : Calon Haji NTT Wafat di RS Haji Surabaya, Akan Dimakamkan di Sulawesi

Sahid mengatakan,  pemberlakuan sistem delapan syarikah untuk penyelenggaraan ibadah haji baru diterapkan oleh pemerintah Arab Saudi ketika sebagian jemaah haji asal Indonesia sudah sampai di Tanah Suci untuk menjalani serangkaian ibadah. Hal itu yang membuat adanya dinamika penyelenggaraan ibadah haji pada tahun 1446 Hijriah/2025 Masehi. 

"Saat jemaah haji Indonesia sudah berada di sana sebagian, baru pemberlakuan syarikah. Sehingga apakah tahun depan menggunakan skema seperti ini, andaikan menggunakan skema seperti ini, kita sudah siap karena tahun ini sudah diberlakukan," ungkap Sahid. 

Menurut Sahid, dengan adanya penerapan sistem delapan syarikah, keberangkatan jemaah haji Kabupaten Malang terbagi hingga sembilan kali. Hal itu menyesuaikan masing-masing syarikah setiap jemaah haji.

"Tahun ini memang ada perubahan skema pemberangkatan jemaah haji, sehingga khusus Kabupaten Malang ini ada sembilan kali pemberangkatan karena tidak sama dengan tahun-tahun yang lalu," ungkap Sahid. 

Nantinya, sebanyak 1.371 jemaah haji asal Kabupaten Malang yang diberangkatkan dalam sembilan kali keberangkatan ini akan langsung turun di Makkah untuk menjalankan serangkaian ibadah haji, di antaranya di Arafah, Muzdalifah dan Mina atau Armuzna. 

"Jemaah haji Kabupaten Malang ini nanti langsung ke Makkah. Setelah Armuzna dan seluruh rangkaian ibadah sudah cukup, itu nanti beliau semuanya ke Madinah. Pulangnya nanti juga dari Madinah," ujar Sahid. 

Sementara itu, meskipun saat ini diterapkan sistem delapan syarikah dalam penyelenggaraan ibadah haji, Sahid menyebut setiap tahun kemungkinan terdapat beberapa perubahan regulasi. Hal itu merupakan kewenangan penuh dari pemerintah Arab Saudi. 

Baca Juga : Karaeng Galesong dan Perang Pesisir 1674–1676: Saat Makassar Mengguncang Jawa

"(Penyelenggaraan Ibadah) haji itu suatu saat ada regulasi atau aturan undang-undangnya yang dibuat baru, baik di Indonesia maupun di Arab Saudi, karena kewenangan mutlak ada di Pemerintah Arab Saudi," jelas Sahid. 

Sebagai informasi, dilansir dari situs Kementerian Agama RI, syarikah merupakan mitra kerja resmi pemerintah Arab Saudi yang memiliki tugas untuk memberikan layanan kepada jemaah haji. Mulai akomodasi, konsumsi, transportasi dan pergerakan selama di tanah suci, utamanya pada kegiatan puncak haji di Armuzna.  

Pada musim haji tahun 1446 Hijriah/2025, terdapat delapan syarikah yang memberikan layanan kepada jemaah haji Indonesia. Di antaranya Al-Bait Guest yang melayani 35.977 jemaah; Rakeen Mashariq melayani 35.090 jemaah; Sana Mashariq melayani 32.570 jemaah, Rehlat & Manafea melayani 34.802 jemaah; Al-Rifadah melayani 20.317 jemaah; Rawaf Mina melayani 17.636 jemaah; MCDC melayani 15.645 jemaah; dan Rifad melayani 11.283 jemaah. 

Nantinya, setiap jemaah haji Indonesia akan disematkan identitas khusus sesuai dengan syarikahnya masing-masing. Untuk Al-Bait Guest warna hijau; Rakeen Mashariq warna ungu; Sana Mashariq warna warna putih; Rehlat & Manafea warna merah muda atau pink; Al-Rifadah warna biru; Rawaf Mina warna kuning; MCDC warna merah; dan Rifad warna oranye. 


Topik



Media Terverifikasi Dewan Pers

Update Berita JatimTIMES Network

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News JatimTIMES atau bisa menginstall aplikasi Jatim Times News melalui tombol berikut:


Penulis

Tubagus Achmad

Editor

Yunan Helmy

Peristiwa

Artikel terkait di Peristiwa

--- Iklan Sponsor ---