JATIMTIMES - Rombongan calon jemaah haji (CJH) Kota Batu dipastikan berangkat pada 24-25 Mei 2025. Mereka diketahui masuk pada kloter 81. Para CJH itu mengikuti agenda pelepasan oleh Wali Kota Batu Nurochman di Graha Pancasila Balai Kota Among Tani, Rabu (21/5/2025).
"Hari ini pelepasan jemaah haji Kota Batu khususnya kloter 81 sejumlah 197 di antaranya dua cadangan, salah satunya belum dapat visa. Meski sebenarnya 198, di mana satu orang mengundurkan diri karena sakit," ungkap Kepala Seksi (Kasi) Penyelenggaraan Haji dan Umroh (PHU) Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Batu Basuki Rachmat, Rabu (21/5/2025).
Baca Juga : Surabaya Semarak di Bulan Mei 2025: HJKS ke-732 Usung Semangat Ekonomi dan Budaya
Menurutnya, pelepasan dilakukan hari ini lantaran tak ada agenda seremonial pemberangkatan pada 24 Mei 2025 nanti. Para CJH akan diberangkatkan ke embarkasi Surabaya pada Sabtu 24 Mei 2025 dan diberangkatkan ke Jeddah daei Surabaya pada 25 Mei 2025 pukul 21.30 WIB.
"Pada saat pemberangkatan dilakukan di Masjid Sultan Agung tanpa agenda seremonial lagi, agar jemaah fokus untuk ibadah," katanya.
Soal kesiapan untuk tim kesehatan, sambungnya, akan ada tim medis yang ikut mengantarkan langsung sampai pada Embarkasi Surabaya. Dikatakan, bahwa kloter 81 tergabung dalam satu syarikah atau layanan yang sama tanpa terpisah.
Hal tersebut membuat jemaah haji Kota Batu tak perlu lagi khawatir berjauhan dengan keluarga yang ikut berhaji seperti suami, istri, atau anak. "Pada tahun ini diketahui ada 8 Syarikah. Tetapi dengan berangkat satu layanan, jemaah Kota Batu aman tidak terpisah-pisah," jelas Basuki.
Ie merincikan, ada 145 jemaah dari Kota Batu, sisanya sebanyak 52 jemaah merupakan hasil mutasi dari Kabupaten Malang. Mereka didampingi oleh dua orang pendamping daerah.
Baca Juga : Kejar Target 16 Ribu, Dispendukcapil Blitar Prioritaskan Perekaman KTP Pemula Sejak Dini
Basuki menambahkan, jemaah tertua tahun ini berusia 86 tahun bernama Said asal Kelurahan Sisir. Sedangkan jemaah termuda berusia 24 tahun bernama Akhda dari Desa Junrejo. Ia membenarkan ada kebijakan percepatan pemberangkatan untuk lansia di atas 65 tahun pada sejumlah jemaah. Total ada 2 jemaah lansia yang akhirnya bisa berangkat karena percepatan tersebut.
"Yang di atas 65 tahun (percepatan) sebelumnya ada lima orang. Tapi satu orang wafat, dua jemaah terkendala sakit. Akhirnya ada dua orang yang bisa berangkat tahun ini," imbuhnya.