JATIMTIMES - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meresmikan proyek pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Singosari di wilayah Dusun Sumbul, Desa Klampok, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang yang telah dibangun oleh Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya (DPKPCK) Provinsi Jawa Timur melalui pihak ketiga.
Khofifah menyampaikan, bahwa adanya SPAM Singosari yang baru saja diresmikan ini merupakan permintaan dari masyarakat Desa Klampok khususnya yang berada di wilayah Dusun Sumbul untuk mencukupi kebutuhan air minum masyarakat. Pasalnya, selama ini masyarakat di Dusun Sumbul dan sekitarnya selalu mengalami kesulitan air yang akhirnya menjadi peristiwa tahunan yang terjadi di Dusun Sumbul dan sekitarnya.
Baca Juga : Bapak Pencak Silat Dunia Eddie Marzuki Nalapraya Tutup Usia, Ini Sosoknya
"Kemudian saya minta Pak Kadis Cipta Karya untuk melakukan asesmen dan akhirnya kami melakukan ground breaking di tanggal 27 Januari 2024. Kemudian proses pembangunan berjalan dan alhamdulillah sejak Februari 2025 lalu masyarakat sudah bisa memanfaatkan air bersih dari sumber air Gunung Biru yang dibangun konektivitasnya dengan pipanisasi," ungkap Khofifah kepada JatimTIMES.com, Selasa (13/5/2025).
Pejabat publik yang memimpin Provinsi Jawa Timur di periode kedua ini mengatakan, proyek pembangunan SPAM Singosari ini dibangun menggunakan konektivitas pipanisasi sepanjang 21 kilometer yang membentang dari sumber air Gunung Biru hingga ke SPAM Singosari. Proyek ini menggunakan alokasi APBD Provinsi Jawa Timur Tahun Anggaran 2024 sebesar Rp 11,2 milliar.
"Ini kami sebut SPAM Singosari. Pengelolaannya nanti oleh HIPPAM dan ini bagian dari hibah Pemprov Jatim senilai Rp 11,2 milliar," ujar Khofifah.

Pihaknya menjelaskan, bahwa SPAM Singosari yang telah diresmikan ini dapat memberikan manfaat kepada 405 kepala keluarga atau 1.620 orang di 10 RT dari RW 07 dan RW 08 di wilayah Dusun Sumbul, Desa Klampok, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang.
"Harapannya daerah yang sebetulnya dekat dengan sumber air, kemudian di musim kemarau mereka mengalami kesulitan akses air bersih, maka ketika mereka ingin mendapatkan air, harus membayar biaya yang lumayan tinggi," kata Khofifah.
Karena menurut Khofifah, berdasarkan informasi yang ia terima, untuk satu liter kubik harus membayar sebesar Rp 30 ribu sampai Rp 50 ribu. Di mana dalam satu bulan, setiap kepala keluarga dapat menggunakan 20 liter kubik air. Sehingga untuk satu kepala keluarga harus menghabiskan uang sekitar Rp 1 juta untuk mendapatkan air bersih.
Baca Juga : Bapenda Kabupaten Malang akan Sapa Warga Bululawang untuk Mudahkan Pembayaran Pajak
"Nah insya allah setelah ini dikelola oleh HIPPAM, untuk dusun sini tadi yang terkonfirmasi kira-kira nanti akan bisa Rp 1.000 per (liter) kubik. Jadi bisa lebih murah. Kemudian sekolah juga bisa mendapatkan akses air, masjid juga, musala. Mudah-mudahan bisa manfaat untuk masyarakat Dusun Sumbul," jelas Khofifah.
Menandai diresmikannya SPAM Singosari, Khofifah didampingi Kepala DPKPCK Provinsi Jawa Timur I Nyoman Gunadi, Bupati Malang HM. Sanusi dan Kapolres Malang AKBP Danang Setiyo Pambudi Sukarno melakukan proses penandatanganan batu plakat SPAM Singosari dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng. Setelah itu, Khofifah bersama rombongan perangkat daerah Provinsi Jawa Timur maupun Pemerintah Kabupaten Malang melakukan peninjauan langsung ke SPAM Singosari.