JATIMTIMES - Hailey Bieber baru-baru ini mengungkapkan kondisi kesehatannya yang cukup mengkhawatirkan. Ia mengumumkan bahwa dirinya memiliki dua kista ovarium. Hal ini disampaikan langsung oleh Hailey melalui Instagram storynya @haileybieber.
"Saat ini saya punya 2 kista ovarium. Jika Anda mengalami kista ovarium, saya juga mengalaminya," ungkap Hailey, dikutip Rabu (23/4/2025).
Baca Juga : Srikandi 2 Pedal, Warnai Komunitas Sepeda di Kota Malang
Setelah pernyataan itu muncul, publik pun mulai mencari-cari mengenai dampak buruk Kista Ovarium terhadap wanita. Namun sebelum itu, penting bagi kita sebagai wanita untuk tahu apa itu kista ovarium dan penyebab serta gejalanya. Hal ini bertujuan agar kista ovarium bisa terdeteksi sejak dini.
Pengertian Kista Ovarium
Dilansir dari berbagai sumber, kista ovarium adalah kantung berisi cairan atau massa padat yang tumbuh di dalam atau pada permukaan indung telur (ovarium). Kista bisa muncul di satu sisi rahim atau keduanya.
Dalam banyak kasus, kista ovarium bersifat jinak dan bisa hilang sendiri dalam beberapa bulan tanpa pengobatan. Namun, tidak sedikit pula kasus yang menimbulkan gejala serius dan memerlukan perhatian medis.
Gejala kista ovarium
Banyak wanita yang tidak menyadari adanya kista ovarium karena ukurannya yang kecil dan tidak menimbulkan gejala. Namun bila kista tumbuh besar, pecah, atau mengganggu suplai darah ke ovarium, gejala-gejala berikut bisa muncul:
• Nyeri di bagian bawah perut atau panggul
• Perut terasa kembung dan bengkak
• Sering buang air kecil
• Nyeri saat berhubungan intim
• Sakit saat buang air kecil
• membuang buang air besar (sembelit)
• Haid tidak teratur atau sangat berat
• Perasaan cepat kenyang makan sedikit
• Sulit hamil
Penyebab Kista ovarium
Berikut beberapa faktor penyebab munculnya kista ovarium:
1. Faktor Genetik
Memiliki riwayat keluarga dengan kista ovarium dapat meningkatkan risiko, terutama jika tidak diimbangi dengan gaya hidup sehat.
2. Kista Folikel
Setiap bulan, tubuh wanita mempersiapkan sel telur dalam kantung bernama folikel. Jika folikel gagal melepaskan sel telur, ia bisa berubah menjadi kista.
3. Penyakit Endometriosis
Kondisi saat jaringan rahim tumbuh di luar rahim. Jaringan ini bisa menempel di ovarium dan membentuk kista yang dikenal sebagai endometrioma.
4. Siklus Menstruasi Tidak Teratur
Haid yang terlalu jarang atau terlalu sering dapat mengganggu proses ovulasi, meningkatkan risiko pembentukan kista.
5. Usia Reproduksi
Baca Juga : Wabup Malang Lathifah: Pondok Pesantren Miliki Andil Besar Mendidik Perempuan Indonesia
Wanita usia subur (antara pubertas hingga menopause) lebih berisiko mengalami kista karena masih aktif mengalami siklus menstruasi.
6. PCOS (Sindrom Ovarium Polikistik)
PCOS adalah kondisi ketidakseimbangan hormon yang menyebabkan banyak kista kecil muncul di ovarium dan bisa berdampak pada kesuburan.
7. Kurangnya Aktivitas Fisik
Kurangnya olahraga bisa meningkatkan lemak tubuh, terutama di area perut, yang dapat memicu ketidakseimbangan hormon dan pembentukan kista.
Bahaya Kista Ovarium Pada Perempuan
Dilansir dari Alodokter, kista ovarium pada perempuan umumnya tidak berbahaya dan bisa hilang sendiri. Namun, jika kista pecah, berukuran besar, atau tidak diobati, bisa menimbulkan komplikasi serius, seperti infeksi, infertilitas, dan bahkan risiko kanker ovarium. Selain itu, kista ovarium juga bisa menyebabkan nyeri panggul, perubahan siklus menstruasi, dan masalah pencernaan.
Berikut adalah beberapa bahaya kista ovarium yang perlu diwaspadai:
Kista Pecah:
Jika kista pecah, bisa menyebabkan perdarahan yang berbahaya dan memerlukan perawatan medis segera.
Torsi Ovarium:
Torsi ovarium atau lilitan indung telur bisa menyebabkan nyeri parah dan menghentikan aliran darah ke ovarium, yang bisa berakibat fatal jika tidak segera ditangani.
Kista Berukuran Besar:
Kista yang membesar bisa menekan organ di sekitarnya, seperti kandung kemih, dan menyebabkan infeksi saluran kemih atau inkontinensia urine.
Infertilitas:
Beberapa jenis kista ovarium, terutama endometrioma, bisa memengaruhi kesuburan wanita dan menyebabkan kesulitan hamil.
Kanker Ovarium:
Kista ovarium yang tidak diobati dan berkembang menjadi ganas bisa menjadi kanker ovarium.
Nyeri Panggul:
Kista ovarium bisa menyebabkan nyeri panggul yang bisa ringan hingga parah.
Perubahan Siklus Menstruasi:
Kista ovarium bisa menyebabkan menstruasi tidak teratur, lebih banyak, atau lebih sedikit dari biasanya.
Masalah Pencernaan:
Kista ovarium bisa menyebabkan perut kembung, kesulitan buang air besar, dan perubahan frekuensi buang air kecil.