free web hit counter
Jatim Times Network
Beranda
Kesehatan

Diet setelah Libur Lebaran? Ini 5 Kunci Keberhasilannya Menurut Ahli Gizi

Penulis : Mutmainah J - Editor : Yunan Helmy

10 - Apr - 2025, 07:29

Loading Placeholder
Ilustrasi diet untuk turunkan berat badan. (Foto: Freepik)

JATIMTIMES - Tak sedikit yang memanfaatkan waktu libur panjang, khususnya saat libur Lebaran, untuk mengunjungi aneka tempat makan enak. Biasanya, tempat makan tersebut menyajikan hidangan yang tinggi lemak, kalori, dan gula.

Akibatnya, berat badan menjadi 'membengkak' setelah libur panjang. Apalagi jika tidak menjaga pola makan yang sehat dan rutin beraktivitas fisik selama liburan.

Baca Juga : Ahli Linguistik Forensik Ungkap Kejahatan Bahasa Isa Zega di Sidang Pencemaran Nama Baik Pemilik MS Glow

Setelah masa libur Lebaran berakhir, banyak orang memilih untuk diet supaya berat badannya kembali turun.

5 Kunci Utama Keberhasilan Diet

Ahli gizi UGM (Universitas Gadjah Mada) Dr Mirza Hapsari Sakti Titis Penggalih SGz MPH RD menyampaikan bahwa diet yang baik dilakukan dengan pengaturan pola makan yang tetap memperhatikan prinsip gizi seimbang. Meski membatasi jumlah konsumsi makanan, tetapi makanan yang dikonsumsi harus memiliki kontribusi lengkap untuk sumber karbohidrat, protein, lemak, sayur dan buah sebagai sumber vitamin dan mineral.

Agar diet yang dilakukan sukses dalam menurunkan berat badan dan badan tetap sehat, Mirza membagikan lima kunci utama dalam berdiet. Pertama, lakukan aktivitas fisik atau olahraga. Diet dengan dibarengi olahraga akan membantu proses membakar kalori dalam tubuh.

“Olahraga yang dilakukan mengacu pada prinsip FITT yakni frekuensi, intensitas, tipe, dan durasi. Pastikan setidaknya olahraga dilakukan 3 kali seminggu, dengan intensitas dan durasi yang disesuaikan dengan kondisi tubuh serta memilih jenis olahraga yang sesuai dengan kondisi kita,” paparnya, dikutip dari laman resmi UGM, Kamis (10/4).

Kedua, membatasi konsumsi gula, garam, dan lemak agar diet bisa berjalan sukses. Adapun rekomendasi batasan asupan gula, garam, dan lemak per hari menurut Kemenkes adalah 4 sendok makan gula, 1 sendok teh garam, serta 5 sendok makan lemak.

“Hindari konsumsi gula, garam dan lemak. Gula ini hampir ada di setiap makanan, lalu garam banyak di makanan siap saji, serta lemak itu di olahan yang digoreng. Jadi, harus benar-benar diperhatikan,” ungkapnya.

Ketiga, meningkatkan asupan buah dan sayur. Saat diet, kita mengontrol asupan kalori dari sumber karbohidrat sehingga konsumsi sayur dan buah perlu ditingkatkan untuk menutupi kekurangan kalori. Dengan begitu, badan bisa tetap bugar dan optimal beraktivitas.

Lalu yang keempat, membatasi asupan karbohidrat. Kebutuhan karbohidrat setiap orang akan berbeda-beda, tergantung jenis kelamin, usia, tinggi dan berat badan, tingkat aktivitas, dan kebutuhan kalori hariannya. Namun, umumnya wanita membutuhkan kalori sekitar 1.900-2.100 kalori, sedangkan pria membutuhkan sekitar 2.100-2.400 kalori. Sementara anjuran untuk mengonsumsi karbohidrat orang dewasa umumnya sekitar 300 gram per hari.

Baca Juga : Wali Kota Malang Wahyu Hidayat Upayakan Fasilitasi PKL di Radius Alun-Alun Merdeka

“Saat melakukan diet, maka asupan karbohidrat bisa dikurangi setengahnya. Kalau dalam bentuk nasi, itu 2 centong nasi maka bisa dikurangi jadi 1 centong saja,” jelasnya.

Terakhir atau yang kelima, berpuasa. Berpuasa bisa membantu menurunkan berat badan karena frekuensi makan menjadi lebih sedikit dari hari-hari biasanya. Diet berpuasa ini juga dikenal dengan istilah intermitten fasting dengan mengurangi asupan kalori pada hari-hari tertentu.

“Ada yang puasa setiap 3 hari sekali per minggu, 2 hari sekali per minggu, dan selang-seling sehari puasa sehari tidak,” terangnya.

Mirza mengatakan dalam menjalankan program diet sebaiknya dilakukan melalui konsultasi atau pendampingan dengan tenaga profesional. Sebab, program diet antarsatu individu dengan individu lainnya tidak bisa disamaratakan, namun memperhatikan kondisi tubuh masing-masing individu.

Selain itu, dia berpesan bagi yang tengah menjalankan program diet untuk selalu disiplin dan mengingat tujuan atau niat awal melakukan diet. Sebagian besar gagalnya program diet dikarenakan individu yang tidak displin saat menjalankan program.

“Kuncinya ya disiplin. Mau diketemukan konsultan sebaik apa pun dengan program terbaik, kalau kitanya lemah dan tidak disiplin, ya pasti gagal," tutupnya.


Topik



Media Terverifikasi Dewan Pers

Update Berita JatimTIMES Network

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News JatimTIMES atau bisa menginstall aplikasi Jatim Times News melalui tombol berikut:


Penulis

Mutmainah J

Editor

Yunan Helmy

Kesehatan

Artikel terkait di Kesehatan

--- Iklan Sponsor ---