free web hit counter
Jatim Times Network
Beranda
Kesehatan

Benarkah Vitamin D3 Bisa Bantu Turunkan Berat Badan? Ini Penjelasan Dokter

Penulis : Binti Nikmatur - Editor : Nurlayla Ratri

03 - Apr - 2025, 08:25

Loading Placeholder
Ilustrasi seorang perempuan mengonsumsi suplemen vitamin D3. (Foto: iStock)

JATIMTIMES – Baru-baru ini di media sosial ramai klaim yang menyebut konsumsi vitamin D3 bisa membantu menurunkan berat badan. Klaim ini berasal dari seorang pengguna TikTok, @sheryltha, yang mengaku mengalami penurunan berat badan dengan bantuan vitamin D3, selain menerapkan program diet lainnya. 

"Di umur berapa kalian tahu kalau konsumsi vitamin D3 itu sangat membantu penurunan berat badan? Ini testimoni jujur ya, selama gue program penurunan berat badan, selain intermittent fasting, jalan 10.000 langkah sehari, kalori defisit, konsumsi vitamin D3 bisa membantu metabolisme jadi bagus, dan membantu pembakaran lemak lebih maksimal," ungkap akun tersebut. 

Lantas, benarkah konsumsi vitamin D3 benar-benar bisa membantu menurunkan berat badan? 

Menanggapi klaim ini, dr. Dion Haryadi, dokter umum sekaligus Certified Nutrition & Health Coach, menjelaskan bahwa ada studi yang menemukan hubungan antara vitamin D dan penurunan berat badan. 

"Kalau ngomongin tentang penurunan berat badan, ada studi salah satunya PMID 30246883, yang menemukan grup yang diberikan suplemen vitamin D turun berat badan lebih banyak sekitar 6,98 kg dibandingkan grup yang gak dapat suplemen yang cuma turun 4,8 kg," jelas dr. Dion, dikutip akun Instagramnya @dionharyadi, Kamis (3/4/2025). 

Namun, meski terdapat selisih 2 kg, ia menekankan bahwa kedua kelompok tetap mengalami fat loss karena menerapkan defisit kalori. 

"Ini kunci utamanya, karena di beberapa studi lain juga, menemukan suplementasi vitamin D itu sebenarnya tidak menyebabkan fat loss yang signifikan," tambahnya. 

Meskipun begitu, ia tetap menekankan pentingnya konsumsi vitamin D, bukan hanya karena kaitannya dengan fat loss, tetapi juga untuk kesehatan secara keseluruhan. 

"Walaupun begitu, saya percaya suplementasi vitamin D itu penting banget, bukan karena fat loss saja tapi vitamin D yang optimal itu sangat bermanfaat untuk tubuh kita. Mulai dari anak hingga dewasa dan lansia. Karena manfaat kesehatannya banyak banget, salah satunya adalah menjaga daya tahan tubuh," terangnya. 

Sebagian orang mungkin berpikir bahwa mereka bisa mendapatkan vitamin D hanya dari paparan sinar matahari dan makanan. Namun, menurut dr. Dion, kenyataannya sebagian besar masyarakat Indonesia mengalami defisiensi vitamin D. 

"Ah saya nggak mau suplementasi vitamin D dari makanan dan matahari aja cukup kok," kata dr. Dion menirukan anggapan banyak orang. 

"Nyatanya sebagian besar orang Indonesia itu defisiensi, kalau setelah cek darah hasilnya kamu defisiensi berat, maka tubuh vitamin D yang kamu butuhkan itu lebih tinggi. Tapi kalau kamu enggak mau periksa, ya bisa konsumsi suplementasi vitamin D dengan dosis 600 IU," saran dr. Dion. 

Sementara itu, menurut dr. Grace Waworuntu, MKed (DV), Sp.D.V.E, FINSDV, dikutip dari laman Siloam Hospital, waktu terbaik untuk mendapatkan vitamin D3 dari matahari adalah berjemur antara pukul 10 hingga 12 siang, ketika sinar UVB berada pada level tertinggi. 

"Pada kurun waktu tersebut, kebutuhan kulit untuk memproduksi vitamin D lebih cepat tercapai. Namun demikian, risiko kerusakan kulit akibat sinar UVB juga menjadi tinggi. Apabila kamu memilih berjemur pada siang hari, sebaiknya batasi durasi berjemur selama 10 menit saja," ungkapnya. 

Selain dari sinar matahari, vitamin D3 juga bisa diperoleh dari makanan hewani seperti ikan berlemak (salmon, tuna, sarden), kuning telur, minyak hati ikan, dan hati sapi.


Topik



Media Terverifikasi Dewan Pers

Update Berita JatimTIMES Network

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News JatimTIMES atau bisa menginstall aplikasi Jatim Times News melalui tombol berikut:


Penulis

Binti Nikmatur

Editor

Nurlayla Ratri

Kesehatan

Artikel terkait di Kesehatan

--- Iklan Sponsor ---