free web hit counter
Jatim Times Network
Beranda
Ekonomi

Strategi Pilih Investasi yang Aman dari Pakar Unair hingga Felicia Putri Tjiasaka

Penulis : Binti Nikmatur - Editor : Yunan Helmy

23 - Mar - 2025, 18:50

Loading Placeholder
Ilustrasi investasi. (Foto: Stockbit Snips)

JATIMTIMES - Meningkatnya akses informasi dan edukasi mengenai perencanaan keuangan serta investasi telah mendorong banyak anak muda untuk terjun ke dunia investasi. Namun, tanpa pengetahuan dan strategi yang tepat, risiko kerugian atau "boncos" bisa mengintai. 

Untuk itu, Dr Wisudanto SE MM CFP ASPM, pakar manajemen dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga (FEB Unair), serta Felicia Putri Tjiasaka, seorang investment storyteller, membagikan tips dan rekomendasi bagi para pemula agar bisa berinvestasi dengan bijak dan terhindar dari kerugian besar. 

Memilih Instrumen Investasi yang Tepat
Ada berbagai macam bentuk dan produk investasi yang dapat dipilih, mulai dari sektor riil seperti tanah, rumah, dan apartemen, hingga instrumen keuangan seperti deposito perbankan atau investasi di pasar modal dalam bentuk saham dan sekuritas. 

Menurut Wisudanto, setiap instrumen investasi memiliki risiko tersendiri. Oleh karena itu, calon investor harus memahami karakteristik dan risiko dari instrumen yang dipilih. 

"Apabila ingin investasi di pasar modal, maka perlu belajar lebih banyak terlebih dahulu terkait risikonya, baik risiko dalam dimensi waktu, return, atau aset," ujar Wisudanto, dikutip laman resmi Unair, Minggu (23/3/2025). 

Ia menambahkan bahwa uang yang digunakan untuk investasi di pasar modal sebaiknya bukan dana yang akan dipakai dalam jangka pendek, terutama dalam kurun waktu kurang dari satu tahun.  "Jangan menggunakan uang jangka pendek, seperti uang untuk membayar kuliah," ujarnya. 

Wisudanto juga menekankan bahwa investasi di pasar modal tidak likuid. Artinya tidak ada jaminan bahwa harga saham yang dibeli hari ini akan tetap stabil atau naik keesokan harinya. 

Lebih lanjut, ia tidak merekomendasikan praktik trading bagi mereka yang ingin berinvestasi secara syariah. Hal ini karena trading sering melibatkan transaksi yang tidak memiliki dasar yang jelas dan cenderung bersifat spekulatif.  "Transaksi harus memiliki dasar yang jelas, baik dari sisi keilmuan maupun kebutuhan," tegasnya. 

Pahami Produk Investasi yang Dibeli
Sebelum memutuskan untuk membeli instrumen investasi, seseorang harus memahami produk yang akan dibeli. Misalnya, jika ingin berinvestasi di pasar modal, investor perlu memahami perusahaan atau emiten yang sahamnya akan dibeli. 

Investor harus mengetahui apa saja produk yang dijual oleh perusahaan tersebut, dari mana saja sumber pemasukannya, serta bagaimana proses bisnisnya berjalan. 

Hal ini menjadi lebih penting lagi bagi mereka yang ingin berinvestasi secara syariah. Selain memahami sumber pemasukan perusahaan, calon investor juga perlu memastikan apakah perusahaan tersebut terdaftar dalam Daftar Efek Syariah (DES) yang dikeluarkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). 

Untuk menghindari investasi bodong, Wisudanto menyarankan agar calon investor terus meningkatkan literasi keuangan. 

"Jangan terburu-buru investasi, perbanyak literasi, pahami aset dan produk, serta ikut seminar yang diselenggarakan oleh lembaga yang sesuai agar lebih jelas," ungkapnya. 

Cek Keabsahan Lembaga Investasi
Salah satu langkah yang tidak boleh diabaikan sebelum berinvestasi adalah memeriksa legalitas lembaga investasi. Pastikan bahwa lembaga tersebut memiliki izin dari pihak berwenang sesuai dengan undang-undang yang berlaku. 

Sebagai contoh, jika ingin membeli tanah, calon investor sebaiknya mendatangi notaris untuk memastikan keabsahan kepemilikan tanah tersebut. Jika ingin berinvestasi di pasar modal, investor harus bertransaksi melalui lembaga resmi seperti Bursa Efek Indonesia (BEI). 

"Untuk cek keabsahan izin lembaga, pergi ke instansi yang berwenang untuk meminta petunjuk sesuai aspek legal dari lembaga untuk investasi," kata Wisudanto. 

Analisis Jangka Panjang sebelum Berinvestasi
Sebelum membeli saham di pasar modal, investor perlu melakukan analisis mendalam terkait emiten yang akan dipilih. 

Ada berbagai rasio keuangan yang harus diperhitungkan, di antaranya return on investment (ROI) dan return on equity (ROE). 

"Selain itu, yang paling penting ketika membeli saham perusahaan adalah mempertimbangkan future value," jelas Wisudanto. 

Future value adalah potensi nilai perusahaan di masa depan. Misalnya, harga saham perusahaan nikel saat ini mungkin hanya Rp2.800 per lembar. Namun, karena meningkatnya kebutuhan bahan baku untuk pembuatan baterai laptop, ponsel, dan mobil listrik, harga saham tersebut bisa melonjak hingga Rp8.000 per lembar dalam beberapa tahun mendatang. 

Rekomendasi Saham Jangka Panjang ala Felicia Putri Tjiasaka
Berbeda dengan trading jangka pendek, investasi saham jangka panjang membutuhkan analisis yang lebih mendalam. Felicia Putri Tjiasaka membagikan tiga kriteria utama dalam memilih saham yang layak untuk diinvestasikan seumur hidup, sebagaimana dilansir dari YouTube pribadinya Felicia, Minggu (23/3/2025). 

• Maintain High Barrier of Entry
Perusahaan yang menjadi pemimpin pasar biasanya memiliki keunggulan yang sulit ditiru oleh pesaing baru. Faktor ini membuat perusahaan lebih stabil dalam jangka panjang. 

• Compounding and Sustainable Growth
Perusahaan harus memiliki pertumbuhan yang berkelanjutan dan idealnya lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional serta rata-rata industri. 

• Sustainable Profitability
Jika pertumbuhan perusahaan tinggi tetapi tidak menghasilkan keuntungan, maka investasi tersebut tidak akan memberikan nilai tambah bagi pemegang saham. Oleh karena itu, perusahaan harus memiliki rencana monetisasi yang jelas. 

Felicia kemudian memberikan beberapa rekomendasi saham jangka panjang yang bisa dipertimbangkan:
1. BCA dan BRI
Bank Central Asia (BBCA) dan Bank Rakyat Indonesia (BBRI) menjadi pilihan utama karena kapitalisasi pasar yang besar dan tingkat kepercayaan masyarakat yang tinggi. 

Selain itu, BRI sebagai bank pemerintah memiliki keuntungan karena sektor keuangan merupakan pilar utama dalam perekonomian Indonesia. 

Meski demikian, ada beberapa risiko yang perlu diperhatikan, seperti persaingan dengan bank digital dan fintech serta potensi keputusan pemerintah yang dapat mempengaruhi kinerja BRI. 

2. SIDO dan TLKM
Bagi investor yang ingin memilih saham berbasis syariah, Felicia merekomendasikan PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO) dan PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM). 

TLKM memiliki kapitalisasi pasar terbesar ketiga di Indonesia dengan potensi pertumbuhan tinggi di era digital. Sementara itu, SIDO menguasai 70% pangsa pasar jamu di Indonesia dan telah merambah ke pasar internasional. 

Namun, persaingan dari perusahaan telekomunikasi luar negeri yang melakukan merger dengan perusahaan lokal dapat menjadi tantangan bagi TLKM. 

3. ETF sebagai Alternatif Investasi
Bagi investor yang ingin mengurangi risiko dari investasi saham individual, Felicia menyarankan untuk membeli Exchange Traded Fund (ETF) atau indeks saham seperti IDX30. 

"Kalau teman-teman uangnya banyak lebih dari 100-200 juta... mungkin bisa consider reksa dana indeks biar keluar masuknya lebih mudah," kata Felicia. 

ETF menawarkan diversifikasi yang lebih luas dengan risiko yang lebih rendah dibandingkan saham individual. 

Itulah strategi memilih investasi yang tepat untuk meminimalisir kerugian atau "boncos". Investasi yang sukses membutuhkan strategi yang matang dan pemahaman yang mendalam tentang instrumen yang dipilih. Baik melalui saham, properti, atau ETF, setiap pilihan memiliki keuntungan dan risikonya masing-masing. 

Untuk itu, baik Wisudanto maupun Felicia menekankan pentingnya literasi keuangan, analisis yang cermat, dan pemantauan kinerja investasi secara berkala untuk meminimalisir risiko kerugian. Semoga informasi ini membantu.


Topik



Media Terverifikasi Dewan Pers

Update Berita JatimTIMES Network

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News JatimTIMES atau bisa menginstall aplikasi Jatim Times News melalui tombol berikut:


Penulis

Binti Nikmatur

Editor

Yunan Helmy

Ekonomi

Artikel terkait di Ekonomi

--- Iklan Sponsor ---