JATIMTIMES - DPD PDIP Jatim memperingati malam Nuzulul Quran di kantornya yang ada di Jalan Kendangsari, Kota Surabaya, Jum'at (21/3) malam.
Acara yang digagas Ketua DPD PDIP Jatim Said Abdullah ini menghadirkan penceramah agama kenamaan Gus Muwafiq. Hadir juga Sekretaris DPD PDIP Jatim Sri Untari dan Ketua Baitul Muslimin Indonesia (Bamusi) PDIP Jatim Marhaen Djumadi.
Baca Juga : Cerita Martono Penyedia Jasa Tukar Uang Pinggir Jalan: Sudah Belasan Tahun, Kulak di Pasuruan
Di sela acara Sri Untari menyampaikan sebagai partai politik pihaknya ingin dekat dengan religuisitas. "Maka kita ingin senantiasa melakukan kegiatan keagamaan yang diikuti seluruh kader kami di seputar kantor ini," ujarnya.
Menurut perempuan yang juga anggota DPRD Jatim ini, kegiatan politik harus dilandasi dengan ketaqwaan dan keimanan. Supaya ketika berpolitik mengerti rambu yang benar dan yang bisa membuat hidup selamat.
"Yang kedua Nuzulul Quran kita peringati karena perintah Allah kepada Kanjeng Nabi Muhammad adalah Iqra (bacalah) atas nama Tuhanmu," tuturnya.
Bagi Untari, membaca tak hanya tekstual, tapi juga membaca masyarakat. Khususnya bagaimana kondisi masyarakat saat ini.
"Kalau sore rasanya kayak terharu, bagaimana banyak orang ternyata antusiasme karena tak punya terlalu punya makanan untuk dimakan. Maka membaca kebutuhan hari ini adalah kami sebagai partai yang punya kader duduk di eksekutif di legislatif ini ingin berbakti pada masyarakat," bebernya.
Menukil pesan tausiyah Gus Muwafiq, Untari menyebut jika Al-Quran ini adalah coding untuk kita bisa kembali ke Allah. "Salah satunya satu codingnya anak yatim dan piatu, janda miskin, kaum dhuafa ini coding untuk kita bisa kembali ke Allah dengan lapang. Dan melepaskan semua jasad kita. Karena kembali ke Allah tak pakai jasad tapi ruh kita," imbuhnya.
Baca Juga : Dinas PU Bina Marga Kabupaten Malang Pastikan Jalan Siap Digunakan saat Momentum Lebaran 2025
Di tempat yang sama, Ketua Bamusi DPD PDIP Jatim Marhaen Djumadi menambahkan jika acara telah dimulai kurang lebih 16 hari sejak awal Ramadan. "Jadi tiap hari kita pembagian takjil tak sekadar takjil tapi juga buka bersama tiap hari 500 paket. Kemudian juga tadarus, shalat tarawih berjamaah, salat Magrib, pengajian tiap hari," ujarnya.
Dia melanjutkan pada saat ini adalah puncak kegiatan Bamusi di malam Nuzulul Quran. "Kita agak besarkan karena ini juga sesuai dengan instruksi Buya Said, Nuzulul Quran harus dibuat besar karena ini adalah hari istimewa pada bulan Ramadan," imbuhnya.