JATIMTIMES - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Malang memperkirakan, menjelang momentum Lebaran Hari Raya Idul Fitri 1446 Hijriah, akan terjadi penambahan jumlah volume sampah dari 33 kecamatan di Kabupaten Malang.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DLH Kabupaten Malang Ahmad Dzulfikar Nurrohman menyampaikan, penambahan jumlah volume sampah menjelang Lebaran ini akan terjadi di sejumlah titik di Kabupaten Malang, utamanya di pasar-pasar rakyat yang ada di Kabupaten Malang.
Baca Juga : Angkutan Lebaran 2025 Dimulai, 16.296 Penumpang KA Berangkat dari Wilayah Daop 8 Surabaya
"Untuk menjaga momentum lebaran dan juga persiapan jelang Lebaran ini berkaitan dengan konsumsi masyarakat pasti meningkat, terutama di pasar ini cukup meningkat sebelum lebaran," ungkap pria yang akrab disapa Avi itu, Jumat (21/3/2025).
Pejabat yang menyelesaikan program doktoralnya di Universitas Brawijaya ini menuturkan, menjelang Idul Fitri, pihaknya akan melakukan penambahan jumlah petugas pengangkut sampah maupun driver truk pengangkut sampah yang bertugas.
Pihaknya pun menyebutkan,
biasanya untuk pengangkutan sampah dari pasar rakyat di Kabupaten Malang itu normalnya satu rit per hari. Namun, menjelang Idul Fitri, diperkirakan akan bertambah menjadi dua rit. "Biasanya kan contohnya satu rit, itu kita siapkan dua rit tambahan menjelang Lebaran ini," tutur Avi.
Rit atau sistem ritase dalam dunia persampahan sendiri merupakan perjalanan truk pengangkut sampah menuju titik lokasi tempat pembuangan sementara untuk mengangkut sampah, lalu berangkat kembali menuju tempat pembuangan akhir untuk membuang sampah yang telah diangkut.
"Ini dilakukan agar tidak terjadi lagi penumpukan sampah seperti yang terjadi beberapa waktu lalu di Pasar Lawang," ujar Avi.
Sementara itu, Plt Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 DLH Kabupaten Malang Dedik Tri Basuki menambahkan, persoalan persampahan khususnya di lingkungan pasar rakyat ini merupakan salah satu yang menjadi fokus dari DLH Kabupaten Malang untuk segera dituntaskan.
Baca Juga : 49 Ribu Tiket DAMRI Ludes Periode 21 Maret hingga 11 April
Dedik mengatakan, terkait dengan masalah penumpukan sampah, seperti yang pernah terjadi di Pasar Lawang beberapa waktu lalu, itu dikarenakan adanya warga di sekitar pasar yang juga turut membuang sampah di Tempat Pembuangan Sementara (TPS) Pasar Lawang. Padahal TPS Pasar Lawang diperuntukkan bagi sampah para pedagang pasar.
"Penumpukan sampah di Pasar Lawang disebabkan karena yang seharusnya TPS tersebut menampung sampah dari pedagang tapi juga ada sampah dari warga yang dibuang ke TPS tersebut sehingga volume sampah meningkat," beber Dedik.
Lebih lanjut, pihaknya menyebutkan, bahwa pada hari normal, jumlah volume sampah di Kabupaten Malang sebanyak 1.226 ton per hari dengan kondisi kendaraan pengangkut sampah yang jumlahnya terbatas. Jumlah ini diperkirakan akan meningkat menjelang Hari Raya Idul Fitri 1446 Hijriah.
"DLH Kabupaten Malang berupaya mengurangi jumlah sampah yang cukup besar itu dengan peran masyarakat, bank sampah dan TPS3R di sejumlah kecamatan. Dengan capaian reduksi kurang lebih 12 persen dari jumlah 1.226 ton," pungkas Dedik.