JATIMTIMES - Harga gabah yang tidak sesuai ditemukan di Kabupaten Situbondo. Hal ini terungkap usai sejumlah petani mengeluh kepada dewan.
Jika sesuai aturan Kementan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) Gabah Kering Panen (GKP) di tingkat petani sebesar Rp 6.500 per kilogram (kg).
Baca Juga : Berlaku April 2025, ini Aturan Tilang Kendaraan Bermotor dan Mobil Terbaru
Kebijakan itu tertuang dalam Keputusan Kepala Bapanas Nomor 14 Tahun 2025, namun ternyata di pasaran Kabupaten Situbondo harga gabah hanya Rp 6.200 dan Rp 6.400.
Ketua Komisi II DPRD Situbondo, Jainur Ridho melalui Wakil Ketua Komisi II, Suprapto mengatakan bahwa hal tersebut terungkap usai pihaknya menerima aduan dari sejumlah petani yang mengeluh gabahnya dibeli dengan harga di bawah pasaran.
"Saya mendapatkan pengaduan dari petani yang mengatakan bahwa harga gabah di Kabupaten Situbondo hanya Rp 6.400 bahkan ada yang Rp 6.200, ini jelas di bawah ketentuan kementerian pertanian yakni Rp 6500. Hal ini jelas merugikan petani, dengan harga di bawah pasaran itu pun pedagang masih ogah-ogahan untuk mengambil gabahnya, dengan alasan gudangnya tidak cukup," ungkap Suprapto, Senin (17/03/2025).
Selain itu, Suprapto menyebut karena hal tersebut banyak petani yang akhirnya kebingungan, sebab ketentuan Kementan tidak sesuai kondisi di pasaran.
"Kami komisi II berharap peran Bulog turun tangan terkait hal ini. Bulog harus turun lapangan, dan menyerap semua gabah di petani, supaya dijalankan dengan benar," ujar Suprapto.
Selama ini, kata Suprapto sepengetahuannya dan beberapa petani, Bulog belum pernah menyerap gabah dari petani Situbondo, dan petani juga tidak mengetahui cara menawarkan ke Bulog seperti apa.
Baca Juga : Lumbung Pangan EPIK Mobile Diharap Mampu Kendalikan Harga Sembako di Jatim
"Bulog harus turun lapangan mensosialisasikan cara bagaimana menawarkan gabah ke Bulog, dengan seperti itu petani tidak lagi kebingungan menjual gabahnya kemana," jelasnya.
Untuk gabah yang tidak laku, lanjut Suprapto, petani terpaksa membawa ke selep beras, itupun harganya juga di bawah ketentuan. "Ya terpaksa dibawa ke selep mau tidak mau, itu pun harganya di bawah Rp 12.000, kan kasihan petani. Itulah kenapa kami meminta Bulog untuk turun tangan langsung melihat kondisi di bawah, agar mereka paham bagaimana menjalankan tugasnya," pungkas Suprapto.
Sementara itu, Humas Perum Bulog Kancab Bondowoso, Bayu mengatakan bahwa Tim dari Bulog Bondowoso akan turun lapangan mengecek langsung.
"Situbondo daerah mana mas tepatnya? Alamat dan nomer telponnya mas? nanti coba saya sampaikan ke tim ya untuk pengecekan," ungkapnya singkat.