free web hit counter
Jatim Times Network
Beranda
Agama

Benarkah Tidurnya Orang Puasa Adalah Ibadah? Begini Fakta Sebenarnya

Penulis : Mutmainah J - Editor : Dede Nana

17 - Mar - 2025, 07:39

Loading Placeholder
Ilustrasi wanita sedang tidur. (Foto: Freepik)

JATIMTIMES - Hadits tentang tidurnya orang puasa adalah ibadah begitu populer di tengah-tengah masyarakat. Hal ini membuat banyak orang menjadikannya sebagai pembenaran untuk memperbanyak tidur di bulan Ramadan karena menganggap dihitung sebuah ibadah.

Salah satu hadits yang paling sering disebutkan adalah dari Abdullah bin Amr dan Abdullah bin Abi Aufa, ia berkata, Rasulullah SAW bersabda: "Tidurnya orang puasa adalah ibadah."

Lantas benarkah hadist mengenai tersebut? Berikut faktanya. 

Baca Juga : Puguh Founder RSU Wajak Husada Buka Festival Ramadan ke-3: Lahirkan Generasi Cinta Islam, Tuai Apresiasi Kemenag

Status Keshahihan Hadis

Anggota Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Fatihun Nada, menjelaskan bahwa hadis tersebut tergolong lemah atau dhaif.  "Tidurnya orang puasa adalah ibadah, diamnya adalah tasbih, amal ibadahnya dilipatgandakan, doanya dikabulkan, dan dosanya diampuni. Namun, perlu diketahui bahwa hadis ini berstatus tidak sahih atau tergolong dalam hadis da’if (lemah)," ungkapnya dikutip dari MUIDigital, Senin (17/3/2025). 

Karena kelemahannya, hadis ini tidak dapat dijadikan sebagai landasan utama dalam memahami bahwa tidur saat puasa benar-benar bernilai ibadah.

Senada dengan itu, cendekiawan Muslim Prof. Quraish Shihab juga menyatakan bahwa hadis tersebut tidak memiliki derajat keshahihan yang kuat dan lebih bersifat motivasi ketimbang hukum syar'i.

Meskipun hadis tersebut di sebut dhaif, beberapa ulama tetap menjelaskan bahwa tidur bisa bernilai ibadah jika dilakukan dengan niat yang benar. Misalnya, tidur yang dimaksudkan untuk mengumpulkan tenaga agar bisa lebih optimal dalam menjalankan ibadah lainnya seperti shalat, membaca Al-Qur’an, atau bekerja dengan baik.

Selain itu, menurut Gus Baha, seorang ulama asal Jawa Tengah, tidur juga dapat bernilai positif karena dapat menghindarkan seseorang dari perbuatan dosa seperti menggunjing, mencaci maki, atau berbuat maksiat yang dapat merusak pahala puasa.

Baca Juga : Waspada! Ini Cara Aman Lindungi Data dan Keuangan dari Kejahatan Siber

Selain itu, tidur menurut Gus Baha termasuk ayat atau tanda kekuasaan Allah. Ketika manusia ditakdirkan tidur malam maupun siang hari, maka itu anugerah. Banyak orang yang tidak bisa tidur dan harus meminum obat tertentu. Di dalam dunia medis, tidur sering kali jadi obat atau terapi penyembuhan.

Sehingga tak heran, dokter sering meminta pasiennya untuk istirahat dan tidur yang cukup agar metabolisme tubuh kembali normal. Kekurangan tidur juga bisa membuat gangguan di kepala dan otot.

"Kenapa dianggap tanda kekuasaan Allah, sering kali pakar kesehatan bicara ini pasiennya kurang istirahat dan bisa menyebabkan sakit. Berarti tidur adalah obat menghilangkan penyakit. Meskipun minum obat paling manjur, jika tidak tidur secara rutin maka tidak akan berdampak. Jadi logikanya, tidur yang utama lalu dibantu obat," ungkap Gus Baha seperti dikutip dari Youtube Santri Gayeng. 


Topik



Media Terverifikasi Dewan Pers

Update Berita JatimTIMES Network

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News JatimTIMES atau bisa menginstall aplikasi Jatim Times News melalui tombol berikut:


Penulis

Mutmainah J

Editor

Dede Nana

Agama

Artikel terkait di Agama

--- Iklan Sponsor ---