JATIMTIMES - Angkutan Lebaran 1446 H/2025 bakal berlangsung selama 22 hari, mulai 21 Maret hingga 11 April 2025 mendatang. Dalam kurun waktu tersebut 72.122 pelanggan bakal memadati Stasiun Malang.
“KAI Daop 8 Surabaya mencatat tingginya permintaan tiket kereta api di Stasiun Malang,” ungkap Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya, Luqman Arif.
Baca Juga : Ratusan Motor Diciduk Polisi Saat Balap Liar di Kota Malang
Dari data KAI Daop 8 Surabaya hingga Sabtu (15/3/2025) sejumlah 72.122 pelanggan tersebut bakal turun dan naik dari Stasiun Malang. Rinciannya ada 39.228 pelanggan yang bakal naik dan turun sejumlah 32.894 pelanggan di Stasiun Malang.
“Mayoritas para pelanggan tersebut didominasi dengan tujuan Yogyakarta, Jakarta, Bandung, dan Ketapang,” imbuh Luqman.
Terdapat lima kereta api (KA) jarak jauh keberangkatan di Stasiun Malang yang menjadi favorit pelanggan. Rinciannya, KA Tawangalun relasi Malang Kotalama - Ketapang.
Kemudian KA Matarmaja relasi Malang – Pasarsenen. Ada juga KA Jayabaya relasi Malang – Pasarsenen. Lalu KA Malabar relasi Malang – Bandung dan KA Brawijaya relasi Malang – Gambir.
Sedangkan arus mudik para pelanggan dengan keberangkatan dari Stasiun Malang mayoritas memilih pada 28 Maret atau H-3 lebaran. Sementara pada arus balik memilih 6 April 2025 atau H+5 lebaran.
Seiring dengan meningkatnya mobilitas masyarakat dalam rangka Angkutan Lebaran 1446 H/2025 KAI Daop 8 Surabaya mengoperasikan 13 KA jarak jauh setiap harinya untuk keberangkatan Stasiun Malang. Terdiri dari 11 KA jarak jauh regular, 2 KA tambahan, dengan total menyediakan kapasitas 6.614 tempat duduk setiap hari.
Baca Juga : Gandeng IKAWIGA dan BRI, Grand Mercure Malang Santuni 1.500 Anak Yatim, Dhuafa dan Pekerja Sosial
Menurut Luqman, KAI terus berkomitmen untuk menghadirkan perjalanan KA yang selamat, nyaman, dan tepat waktu bagi seluruh pelanggan. Seluruh rangkaian kereta yang beroperasi telah dilengkapi dengan fasilitas terbaik untuk meningkatkan kenyamanan pelanggan, termasuk kebersihan, keamanan, serta pelayanan yang semakin modern dan inovatif.
Bahkan untuk mempersiapkan angkutan lebaran ini, sudah dilakukan pemeriksaan kelaikan dan kesiapoperasian (Rampchek) sarana perkeretaapian dan kelengkapan Standar Pelayanan Minimum (SPM).
Rampcheck ini dilaksanakan secara langsung dengan melakukan pemeriksaan pada 58 unit lokomotif dan 477 unit kereta, serta melakukan inspeksi di beberapa stasiun di wilayah Daop 8 Surabaya, yakni Stasiun Surabaya Gubeng, Stasiun Surabaya Pasarturi, Stasiun Malang, Stasiun Wonokromo, Stasiun Sidoarjo, Stasiun Mojokerto, dan Stasiun Babat.