JATIMTIMES - Nuzulul Quran menjadi salah satu peristiwa penting dalam bulan Ramadan. Umat Islam memperingatinya sebagai malam turunnya Al-Quran ke dunia, yang diyakini terjadi pada 17 Ramadan.
Di Indonesia, peringatan Nuzulul Quran tak hanya dilakukan dengan khataman Al-Quran dan doa bersama, tapi juga memiliki beragam tradisi khas di berbagai daerah. Berikut lima tradisi unik Nuzulul Quran yang ada di Indonesia.
1. Kuwah Beulangong, Tradisi Peringatan Nuzulul Quran di Aceh
Di Aceh, masyarakat memiliki cara unik untuk memperingati malam Nuzulul Quran, yaitu dengan menggelar tradisi Kuwah Beulangong. Tradisi ini juga dikenal dengan sebutan Tammat Daruh atau Khatam Al-Quran.
Dalam tradisi ini, warga berkumpul untuk berdoa bersama dan menikmati makanan khas berupa kuwah beulangong, yaitu gulai daging sapi atau kambing yang dimasak dengan nangka muda dan bumbu rempah khas Aceh. Makanan ini kemudian dibagikan kepada masyarakat sebagai bentuk kebersamaan dan keberkahan Ramadan.
2. Seribu Tumpeng, Tradisi Peringatan di Keraton Solo
Tradisi Seribu Tumpeng merupakan perayaan Nuzulul Quran yang khas dari Keraton Kasunanan Surakarta. Dalam tradisi ini, ribuan tumpeng diarak dari Keraton Solo menuju Joglo Sriwedari. Acara ini juga dikenal sebagai Tradisi Maleman Sriwedari.
Warga yang hadir dalam perayaan ini bisa menikmati nasi tumpeng bersama-sama sebagai bentuk kebersamaan dan syukur atas turunnya Al-Quran. Suasana semakin semarak dengan berbagai doa dan kegiatan keagamaan lainnya.
3. Khataman Al-Quran dan Doa Bersama
Tradisi khataman Al-Quran menjadi salah satu peringatan Nuzulul Quran yang umum dilakukan di berbagai daerah di Indonesia. Masyarakat biasanya berkumpul di masjid atau musala untuk membaca Al-Quran secara bersama-sama hingga khatam, lalu ditutup dengan doa bersama.
Tradisi ini mencerminkan semangat kebersamaan dan kecintaan umat Islam terhadap Al-Quran. Selain itu, doa bersama juga menjadi momen untuk memohon keberkahan dan perlindungan kepada Allah SWT.
4. Maleman, Tradisi Peringatan di Lombok
Di Lombok, Nuzulul Quran diperingati dengan tradisi Maleman. Salah satu yang menjadi ciri khas dari tradisi ini adalah penyalaan dilah jojor, sejenis lampu minyak yang dibuat dari buah jamplung.
Dilah jojor ini mulai dinyalakan setelah Salat Magrib, kemudian warga berkumpul untuk melantunkan sholawat kepada Nabi Muhammad SAW. Suasana yang penuh khidmat dan cahaya dari dilah jojor menjadikan malam Nuzulul Quran semakin berkesan di Lombok.
5. Tahlilan dan Pengajian di Jawa Timur
Di beberapa daerah di Jawa Timur, peringatan Nuzulul Quran biasanya dilakukan dengan tahlilan dan pengajian. Tradisi ini melibatkan pembacaan tahlil, doa, serta khataman Al-Quran.
Biasanya, acara ini berlangsung setelah berbuka puasa dan diakhiri dengan kenduri, yaitu makan bersama sebagai simbol kebersamaan dan rasa syukur.
Itulah beberapa daerah di Indonesia yang memiliki tradisi unik saat memperingati Nuzulul Quran atau pada 17 Ramadan. Tradisi-tradisi ini menunjukkan betapa beragamnya budaya Islam di Indonesia dalam merayakan malam turunnya Al-Quran.
Jadi, apakah di daerahmu juga ada tradisi khas dalam memperingati Nuzulul Quran?