JATIMTIMES – Perlintasan sebidang tanpa palang pintu di Dusun Genengan, Desa Sanankulon, Kabupaten Blitar akhirnya ditutup sementara untuk kendaraan roda empat. Langkah ini diambil setelah kecelakaan tragis yang merenggut nyawa seorang penumpang mobil Honda HR-V, Senin (10/3/2025) lalu.
Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Blitar langsung bergerak cepat dengan memasang patok di tengah jalan, mencegah kendaraan roda empat melintas di jalur rawan tersebut. "Penutupan ini bersifat sementara, terutama untuk mobil. Sepeda motor masih diperbolehkan melintas," ujar Kabid Lalu Lintas Dishub Kabupaten Blitar, Anjar Eko Juli Admanto, Rabu (12/3/2025).
Baca Juga : Korupsi DAM Kali Bentak, Kejari Blitar Tahan Direktur Kontraktor Nakal
Menurutnya, keputusan ini sudah melalui koordinasi dengan perangkat desa dan warga sekitar. "Kami tidak ingin kejadian serupa terulang. Ini demi keselamatan bersama," tambahnya.
Senin lalu, perlintasan ini menjadi saksi bisu tabrakan mematikan antara KA Singasari yang melaju dari Blitar menuju Jakarta dan sebuah Honda HR-V berpelat AG 1895 MG. Mobil yang sempat berhenti sebelum akhirnya melaju justru tertabrak bagian depannya hingga terpental delapan meter.
Benturan keras itu merenggut nyawa MS (55), warga Sanankulon, yang duduk di kursi penumpang. Sementara sopirnya, Heriyanto (54), mengalami luka-luka dan dilarikan ke rumah sakit. Warga sekitar mengaku sudah meneriakkan peringatan sebelum kejadian, tetapi diduga sopir tak mendengar lantaran kaca mobil tertutup.
Anjar menegaskan bahwa penutupan ini bukan solusi permanen. Dishub Kabupaten Blitar berencana membangun palang pintu di perlintasan tersebut dalam tahun ini. "Jika sudah terpasang, akses untuk mobil akan dibuka kembali," katanya.
Baca Juga : Pasutri Begal Taksi Online di Jombang Buat Selamatan Kehamilan, Sempat Kabur ke Blora
Perlintasan sebidang tanpa palang pintu telah lama menjadi momok di berbagai daerah. Tanpa pengawasan atau alat pengaman, risiko kecelakaan selalu mengintai. Kasus di Sanankulon hanyalah satu dari sekian banyak insiden yang memakan korban di jalur rel yang tak berpagar.
Kini, semua mata tertuju pada realisasi pembangunan palang pintu. Hingga saat itu tiba, warga diminta lebih waspada dan mengikuti aturan yang telah ditetapkan demi keselamatan bersama.