free web hit counter
Promo Tokopedia
Jatim Times Network
Beranda
Ekonomi

Permintaan Tinggi dan Stok Terbatas, Operasional MBG Picu Inflasi Bahan Pangan di Kota Batu

Penulis : Prasetyo Lanang - Editor : A Yahya

31 - Aug - 2026, 18:06

Loading Placeholder
Ilustrasi. Pedagang ayam di Kota Batu merasakan stok terbatas saat banyak permintaan dari program MBG hingga memicu inflasi.(Foto: Prasetyo Lanang/JatimTIMES)

JATIMTIMES – Peningkatan skala operasional Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Batu mulai berdampak langsung pada keseimbangan pasokan komoditas pangan harian. Penyerapan bahan pokok skala besar secara serentak memicu lonjakan harga komoditas protein hewani di pasar-pasar tradisional.

Kondisi tersebut salah satunya dirasakan pada komoditas daging ayam ras yang harganya kini bertengger tinggi di kisaran Rp40 ribu hingga Rp42 ribu per kilogram. Azzam Kodari, salah seorang pedagang di Pasar Induk Among Tani Kota Batu, mengonfirmasi bahwa lonjakan harga kali ini terbilang sangat tinggi untuk ukuran hari biasa tanpa momen hari raya.

Baca Juga : Gunakan Skema Bagi Hasil, PT Jasa Yasa Tawarkan Kemitraan Strategis ke Pemkot Batu Kelola Wisata Songgoriti

"Memang cukup tinggi, padahal hanya hari biasa. Kami menduga kuat tingginya harga dipicu oleh pengoperasian dapur-dapur MBG yang kian bertambah sehingga menyerap pasokan dalam jumlah besar secara bersamaan," ungkap Azzam.

Menanggapi gejolak harga tersebut, Pemerintah Kota (Pemkot) Batu melalui Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskumperindag) menyiapkan skema intervensi pasar. Langkah darurat ini diambil guna membendung laju inflasi daerah sekaligus menjaga keterjangkauan daya beli masyarakat umum.

Kepala Bidang Perdagangan Diskumperindag Kota Batu Andry Yunanto membeberkan bahwa tekanan harga di tingkat eceran dipicu oleh tingginya angka permintaan yang tidak sebanding dengan produksi lokal. Keterbatasan stok di pasaran lokal memaksa daerah bergantung pada pasokan luar wilayah.

"Ketika stok di pasar menipis namun permintaan masyarakat tinggi, harga otomatis akan menyesuaikan naik. Kebutuhan protein Kota Batu selama ini memang didatangkan dari daerah tetangga seperti Kabupaten Malang hingga Kota Blitar," terang Andry Yunanto.

Baca Juga : Evaluasi Potensi Sisa Anggaran, Komisi B DPRD Jatim Minta OPD Fokus Program Nyata

Guna menutup celah kelangkaan stok tersebut, Pemkot Batu tengah mematangkan skema Kerja Sama Antar Daerah (KAD) dengan sejumlah daerah sentra peternakan. Langkah ini difokuskan untuk mengamankan kuota distribusi harian agar pasokan di pedagang pasar tradisional tetap terjaga.

Pemantauan pergerakan harga komoditas juga terus diperketat secara real-time memanfaatkan aplikasi Sistem Kendali Komoditi. Melalui sistem ini, pemerintah dapat memetakan simpul kenaikan harga apakah bersumber dari tingkat peternak hulu atau akibat rantai distribusi pedagang.


Topik



Media Terverifikasi Dewan Pers

Update Berita JatimTIMES Network

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News JatimTIMES atau bisa menginstall aplikasi Jatim Times News melalui tombol berikut:


Penulis

Prasetyo Lanang

Editor

A Yahya

--- Iklan Sponsor ---